<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408</id><updated>2012-01-17T13:18:47.041+07:00</updated><title type='text'>JAGAD  KEJAWEN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-2998127692150735153</id><published>2011-08-20T14:03:00.002+07:00</published><updated>2011-08-20T14:10:04.382+07:00</updated><title type='text'>KEPEMIMPINAN PUNAKAWAN : Semar-Gareng-Petruk-Bagong</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH LEADERSHIP PUNAKAWAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABDI KINASIH KESATRIA PENDHAWA LIMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KI LURAH SEMAR BADRANAYA, NALA GARENG,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETRUK KANTHONG BOLONG DAN KI LURAH BAGONG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanggap ing sasmita dan Limpat Pasang ing Grahita, dan Cakra-Manggilingan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pinangka mrih hamemayu hayuning bawana”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puna” atau “pana” dalam terminologi Jawa artinya memahami, terang, jelas, cermat, mengerti, cerdik dalam mencermati atau mengamati makna hakekat di balik kejadian-peristiwa alam dan kejadian dalam kehidupan manusia. Sedangkan kawan berarti pula pamong atau teman. Jadi punakawan mempunyai makna yang menggambarkan seseorang yang menjadi teman, yang mempunyai kemampuan mencermati, menganalisa, dan mencerna segala fenomena dan kejadian alam serta peristiwa dalam kehidupan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Punakawan dapat pula diartikan seorang pengasuh, pembimbing yang memiliki kecerdasan fikir, ketajaman batin, kecerdikan akal-budi, wawasannya luas, sikapnya bijaksana, dan arif dalam segala ilmu pengetahuan. Ucapannya dapat dipercaya, antara perkataan dan tindakannya sama, tidaklah bertentangan. Khasanah budaya Jawa menyebutnya sebagai “tanggap ing sasmita, lan limpat pasang ing grahita”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam istilah pewayangan terdapat makna sinonim dengan apa yang disebut wulucumbu yakni rambut yang tumbuh pada jempol kaki. Keseluruhan gambaran karakter pribadi Ki Lurah Semar tersebut berguna dalam upaya melestarikan alam semesta, dan menciptakan kemakmuran serta kesejahteraan di bumi pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita pewayangan Jawa, punakawan tersebut dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing memiliki peranan yang sama sebagai penasehat spiritual dan politik, namun masing-masing mengasuh tokoh yang karakternya saling kontradiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Ki Lurah Semar Badranaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini terdiri Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong (Sunda: Cepot). Mereka menggambarkan kelompok punakawan yang jujur, sederhana, tulus, berbuat sesuatu tanpa pamrih, tetapi memiliki pengetahuan yang sangat luas, cerdik, dan mata batinnya sangat tajam. Ki Lurah Semar, khususnya, memiliki hati yang “nyegoro” atau seluas samudra serta kewaskitaan dan kapramanan-nya sedalam samudra. Hanya satria sejati yang akan menjadi asuhan Ki Lurah Semar. Semar hakekatnya sebagai manusia setengah dewa, yang bertugas mengemban/momong para kesatria sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Lurah Semar disebut pula Begawan Ismaya atau Hyang Ismaya, karena eksistensinya yang teramat misterius sebagai putra Sang Hyang Tunggal umpama dewa mangejawantah. Sedangkan julukan Ismaya artinya tidak wujud secara wadag/fisik, tetapi yang ada dalam keadaan samar/semar. Dalam uthak-athik-gathuk secara Jawa, Ki Semar dapat diartikan guru sejati (sukma sejati), yang ada dalam jati diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Guru sejati merupakan hakekat Zat tertinggi yang terdapat dalam badan kita. Maka bukanlah hal yang muskil bila hakekat guru sejati yang disimbolkan dalam wujud Ki Lurah Semar, memiliki kemampuan sabda pendita ratu, ludahnya adalah ludah api (idu geni). Apa yang diucap guru sejati menjadi sangat bertuah, karena ucapannya adalah kehendak Tuhan. Para kesatria yang diasuh oleh Ki Lurah Semar sangat beruntung karena negaranya akan menjadi adil makmur, gamah ripah, murah sandang pangan, tenteram, selalu terhindar dari musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas punakawan dimulai sejak kepemimpinan Prabu Herjuna Sasrabahu di negeri Maespati, Prabu Ramawijaya di negeri Pancawati, Raden Sakutrem satria Plasajenar, Raden Arjuna Wiwaha satria dari Madukara, Raden Abimanyu satria dari Plangkawati, dan Prabu Parikesit di negeri Ngastina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Lurah Semar selalu dituakan dan dipanggil sebagai kakang, karena dituakan dalam arti kiasan yakni ilmu spiritualnya sangat tinggi, sakti mandraguna, berpengalaman luas dalam menghadapi pahit getirnya kehidupan. Bahkan para Dewa pun memanggilnya dengan sebutan “kakang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok punakawan ini bertugas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menemani (mengabdi) para bendhara (bos) nya yang memiliki karakter luhur budi pekertinya. Tugas punakawan adalah sebagai “pembantu” atau abdi sekaligus “pembimbing”. Tugasnya berlangsung dari masa ke masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam cerita pewayangan, kelompok ini lebih sebagai penasehat spiritual, pamomong, kadang berperan pula sebagai teman bercengkerama, penghibur di kala susah.&lt;br /&gt;    Dalam percengkeramaannya yang bergaya guyon parikena atau saran, usulan dan kritikan melalui cara-cara yang halus, dikemas dalam bentuk kejenakaan kata dan kalimat.&lt;br /&gt; Namun di dalamnya selalu terkandung makna yang tersirat berbagai saran dan usulan, dan sebagai pepeling akan sikap selalu eling dan waspadha yang harus dijalankan secara teguh oleh bendharanya yang jumeneng sebagai kesatria besar.&lt;br /&gt;    Pada kesempatan tertentu punakawan dapat berperan sebagai penghibur selagi sang bendhara mengalami kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada intinya, Ki Lurah Semar dkk bertugas untuk mengajak para kesatria asuhannya untuk selalu melakukan kebaikan atau kareping rahsa (nafsu al mutmainah). Dalam terminologi Islam barangkali sepadan dengan istilah amr ma’ruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun watak kesatria adalah: halus, luhur budi pekerti, sabar, tulus, gemar menolong, siaga dan waspada, serta bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Ki Lurah Togog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini terdiri tiga personil yakni: Ki Lurah Togog (Sarawita) dan Mbilung. Punakawan ini bertugas menemani bendhara-nya yang berkarakter dur angkara yakni para Ratu Sabrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja misalnya Prabu Baladewa di negeri Mandura, Prabu Basukarna di negeri Ngawangga, Prabu Dasamuka (Rahwana) di negeri Ngalengka, Prabu Niwatakawaca di negeri Iman-Imantaka dan beberapa kesatria dari negara Sabrangan yang berujud (berkarakter) raksasa; pemarah, bodoh, namun setia dalam prinsip. Lurah Togog disebut pula Lurah Tejamantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ki Togog dkk secara garis besar bertugas mencegah asuhannya yang dur angkara, untuk selalu eling dan waspadha, meninggalkan segala sifat buruk, dan semua nafsu negatif.  Beberapa tugas mereka antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mereka bersuara lantang untuk selalu memberikan koreksi, kritikan dan saran secara kontinyu kepada bendhara-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberikan pepeling kepada bendhara-nya agar selalu eling dan waspadha jangan menuruti kehendak nafsu jasadnya (rahsaning karep).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran tersebut sesungguhnya memproyeksikan pula karakter dalam diri manusia (jagad alit).&lt;br /&gt; Sebagaimana digambarkan bahwa kedua kesatria di atas memiliki karakter yang berbeda dan saling kontradiktori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maknanya, dalam jagad kecil (jati diri manusia) terdapat dua sifat yang melekat, yakni di satu sisi sifat-sifat kebaikan yang memancar dari dalam cahyo sejati (nurulah) merasuk ke dalam sukma sejati (ruhulah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan di sisi lain terdapat sifat-sifat buruk yang berada di dalam jasad atau ragawi. Kesatria yang berkarakter baik diwakili oleh kelompok Pendawa Lima beserta para leluhurnya. &lt;br /&gt;Sedangkan kesatria yang berkarakter buruk diwakili oleh kelompok Kurawa 100. walaupun keduanya masing-masing sudah memiliki penasehat punakawan, namun tetap saja terjadi peperangan di antara dua kelompok kesatria tersebut. Hal itu menggambarkan betapa berat pergolakan yang terjadi dalam jagad alit manusia, antara nafsu negatif dengan nafsu positif. &lt;br /&gt;Sehingga dalam cerita pewayangan digambarkan dengan perang Brontoyudho antara kesatria momongan Ki Lurah Semar dengan kesatria momongan Ki Togog. Antara Pendawa melawan Kurawa 100. Antara nafsu positif melawan nafsu negatif. Medan perang dilakukan di tengah Padhang Kurusetra, yang tidak lain menggambarkan hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna di Balik Simbol Punakawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ki Lurah Semar (simbol ketentraman dan keselamatan hidup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membahas Semar tentunya akan panjang lebar seperti tak ada titik akhirnya. Semar sebagai simbol bapa manusia Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bahkan dalam kitab jangka Jayabaya, Semar digunakan untuk menunjuk penasehat Raja-raja di tanah Jawa yang telah hidup lebih dari 2500 tahun. Dalam hal ini Ki Lurah Semar tiada lain adalah Ki Sabdapalon dan Ki Nayagenggong, dua saudara kembar penasehat spiritual Raja-raja. Sosoknya sangat misterius, seolah antara nyata dan tidak nyata, tapi jika melihat tanda-tandanya orang yang menyangkal akan menjadi ragu. &lt;br /&gt;Ki Lurah Semar dalam konteks Sabdapalon dan Nayagenggong merupakan bapa atau Dahyang-nya manusia Jawa. Menurut jangka Jayabaya kelak saudara kembar tersebut akan hadir kembali setelah 500 tahun sejak jatuhnya Majapahit untuk memberi pelajaran kepada momongannya manusia Jawa (nusantara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika dihitung kedatangannya kembali, yakni berkisar antara tahun 2005 hingga 2011. Maka bagi para satria momongannya Ki Lurah Semar ibarat menjadi jimat; mung siji tur dirumat.  Selain menjadi penasehat, punakawan akan menjadi penolong dan juru selamat/pelindung tatkala para satria momongannya dalam keadaan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita pewayangan Ki Lurah Semar jumeneng sebagai seorang Begawan, namun ia sekaligus sebagai simbol rakyat jelata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka Ki Lurah Semar juga dijuluki manusia setengah dewa. Dalam perspektif spiritual, Ki Lurah Semar mewakili watak yang sederhana, tenang, rendah hati, tulus, tidak munafik, tidak pernah terlalu sedih dan tidak pernah tertawa terlalu riang. Keadaan mentalnya sangat matang, tidak kagetan dan tidak gumunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ki Lurah Semar bagaikan air tenang yang menghanyutkan, di balik ketenangan sikapnya tersimpan kejeniusan,  ketajaman batin,  kaya pengalaman hidup dan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Lurah Semar menggambarkan figur yang sabar, tulus, pengasih, pemelihara kebaikan, penjaga kebenaran dan menghindari perbuatan dur-angkara. Ki Lurah Semar juga dijuluki Badranaya, artinya badra adalah rembulan, naya wajah. Atau Nayantaka, naya adalah wajah, taka : pucat. Keduanya berarti menyimbolkan bahwa Semar memiliki watak rembulan (lihat thread: Pusaka Hasta Brata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Dan seorang figur yang memiliki wajah pucat, artinya Semar tidak mengumbar hawa nafsu. Semareka den prayitna: semare artinya menidurkan diri, agar supaya batinnya selalu awas. Maka yang ditidurkan adalah panca inderanya dari gejolak api atau nafsu negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah nilai di balik kalimat wani mati sajroning urip (berani mati di dalam hidup). Perbuatannya selalu netepi kodrat Hyang Widhi (pasrah), dengan cara mematikan hawa nafsu negatif. Sikap demikian akan diartikulasikan ke dalam sikap watak wantun kita sehari-hari dalam pergaulan, “pucat’ dingin tidak mudah emosi, tenang dan berwibawa, tidak gusar dan gentar jika dicaci-maki, tidak lupa diri jika dipuji, sebagaimana watak Badranaya atau wajah rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam khasanah spiritual Jawa, khususnya mengenai konsep manunggaling kawula Gusti, Ki Lurah Semar dapat menjadi personifikasi hakekat guru sejati setiap manusia. Semar adalah samar-samar, sebagai perlambang guru sejati atau sukma sejati wujudnya samar bukan wujud nyata atau wadag, dan tak kasad mata. Sedangkan Pendawa Lima adalah personifikasi jasad/badan yang di dalamnya terdapat panca indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena sifat jasad/badan cenderung lengah dan lemah, maka sebaik apapun jasad seorang satria, tetap saja harus diasuh dan diawasi oleh sang guru sejati agar senantiasa eling dan waspadha. Agar supaya jasad/badan memiliki keteguhan pada ajaran kebaikan sang guru sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Guru sejati merupakan pengendali seseorang agar tetap dalam “laku” yang tepat, pener dan berada pada koridor bebener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang ditinggalkan oleh pamomong Ki Lurah Semar beserta Gareng, Petruk, Bagong, ia akan celaka, jika satria maka di negerinya akan mendapatkan banyak malapetaka seperti : musibah, bencana, wabah penyakit (pageblug), paceklik. Semua itu sebagai bebendu karena manusia (satria) yang ditinggalkan guru sejati-nya telah keluar dari jalur bebener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditinjau dari perspektif politik, kelompok Punakawan Ki Lurah Semar dan anak-anaknya Gareng, Petruk, Bagong sebagai lambang dari lembaga aspirasi rakyat yang mengemban amanat penderitaan rakyat. Atau semacam lembaga legislatif. Sehingga kelompok punakawan ini bertugas sebagai penyambung lidah rakyat, melakukan kritikan, nasehat, dan usulan. Berkewajiban sebagai pengontrol, pengawas, pembimbing jalannya pemerintahan di bawah para Satria asuhannya yakni Pendhawa Lima sebagai lambang badan eksekutif atau lembaga pemerintah. Dengan gambaran ini, sebenarnya dalam tradisi Jawa sejak masa lampau telah dikenal sistem politik yang demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nala Gareng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nala adalah hati, Gareng (garing) berarti kering, atau gering, yang berarti menderita. Nala Gareng berarti hati yang menderita. Maknanya adalah perlambang “laku” prihatin. Namun Nala Gareng diterjemahkan pula sebagai kebulatan tekad. Dalam serat Wedhatama disebutkan gumeleng agolong-gilig. Merupakan suatu tekad bulat yang selalu mengarahkan setiap perbuatannya bukan untuk pamrih apapun, melainkan hanya untuk netepi kodrat Hyang Manon. Nala Gareng menjadi simbol duka-cita, kesedihan, nelangsa. Sebagaimana yang tampak dalam wujud fisik Nala Gareng merupakan sekumpulan simbol yang menyiratkan makna sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Juling:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata sebelah kiri mengarah keatas dan ke samping. Maknanya Nala Gareng selalu memusatkan batinnya kepada Hyang Widhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengan Bengkok atau cekot/ceko :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melambangkan bahwasannya manusia tak akan bisa berbuat apa-apa bila tidak berada pada kodrat atau kehendak Hayng Widhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki Pincang, jika berjalan sambil jinjit :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya Nala Gareng merupakan manusia yang sangat berhati-hati dalam melangkah atau dalam mengambil keputusan. Keadaan fisik nala Gareng yang tidak sempurna ini mengingatkan bahwa manusia harus bersikap awas dan hati-hati dalam menjalani kehidupan ini karena sadar akan sifat dasar manusia yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut Gareng :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut gareng berbentuk aneh dan lucu, melambangkan ia tidak pandai bicara, kadang bicaranya sasar-susur (belepotan) tak karuan. Bicara dan sikapnya serba salah, karena tidak merasa percaya diri. Namun demikian Nala Gareng banyak memiliki teman, baik di pihak kawan maupun lawan. Inilah kelebihan Nala Gareng, yang menjadi sangat bermanfaat dalam urusan negosiasi dan mencari relasi, sehingga Nala Gareng sering berperan sebagai juru damai, dan sebagai pembuka jalan untuk negosiasi. Justru dengan banyaknya kekurangan pada dirinya tersebut, Nala Gareng sering terhindar dari celaka dan marabahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Petruk Kanthong Bolong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Lurah Petruk adalah putra dari Gandarwa Raja yang diambil anak oleh Ki Lurah Semar. Petruk memiliki nama alias, yakni Dawala. Dawa artinya panjang, la, artinya ala atau jelek. Sudah panjang, tampilan fisiknya jelek. Hidung, telinga, mulut, kaki, dan tangannya panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun jangan gegabah menilai, karena Lurah Petruk adalah jalma tan kena kinira, biar jelek secara fisik tetapi ia sosok yang tidak bisa diduga-kira. Gambaran ini merupakan pralambang akan tabiat Ki Lurah Petruk yang panjang pikirannya, artinya Petruk tidak grusah-grusuh (gegabah) dalam bertindak, ia akan menghitung secara cermat untung rugi, atau resiko akan suatu rencana dan perbuatan yang akan dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petruk Kanthong Bolong, menggambarkan bahwa Petruk memiliki kesabaran yang sangat luas, hatinya bak samodra, hatinya longgar, plong dan perasaannya bolong tidak ada yang disembunyikan, tidak suka menggerutu dan  ngedumel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dawala, juga menggambarkan adanya pertalian batin antara para leluhurnya di kahyangan (alam kelanggengan) dengan anak turunnya, yakni Lurah Petruk yang masih hidup di mercapada. Lurah Petruk selalu mendapatkan bimbingan dan tuntunan dari para leluhurnya, sehingga Lurah Petruk memiliki kewaskitaan mumpuni dan mampu menjadi abdi dalem (pembantu) sekaligus penasehat para kesatria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petruk Kanthong Bolong wajahnya selalu tersenyum, bahkan pada saat sedang berduka pun selalu menampakkan wajah yang ramah dan murah senyum dengan penuh ketulusan. Petruk mampu menyembunyikan kesedihannya sendiri di hadapan para kesatria bendharanya. Sehingga kehadiran petruk benar-benar membangkitkan semangat dan kebahagiaan tersendiri di tengah kesedihan. Prinsip “laku” hidup Ki Lurah Petruk adalah kebenaran, kejujuran dan kepolosan dalam menjalani kehidupan. Bersama semua anggota Punakawan, Lurah Petruk membantu para kesatria Pandhawa Lima (terutama Raden Arjuna) dalam perjuangannya menegakkan kebenaran dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagong adalah anak ketiga Ki Lurah Semar. Secara filosofi Bagong adalah bayangan Semar.&lt;br /&gt; Sewaktu Semar mendapatkan tugas mulia dari Hyang Manon, untuk mengasuh para kesatria yang baik, Semar memohon didampingi seorang teman. Permohonan Semar dikabulkan Hyang Maha Tunggal, dan ternyata seorang teman tersebut diambil dari bayangan Semar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah bayangan Semar menjadi manusia berkulit hitam seperti rupa bayangan Semar, maka diberi nama Bagong. Sebagaimana Semar, bayangan Semar tersebut sebagai manusia berwatak lugu dan teramat sederhana, namun memiliki ketabahan hati yang luar biasa. Ia tahan menanggung malu, dirundung sedih, dan tidak mudah kaget serta heran jika menghadapi situasi yang genting maupun menyenangkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penampilan dan lagak Lurah Bagong seperti orang dungu. Meskipun demikian Bagong adalah sosok yang tangguh, selalu beruntung dan disayang tuan-tuannya. Maka Bagong termasuk punakawan yang dihormati, dipercaya dan mendapat tempat di hati para kesatria. Istilahnya bagong diposisikan sebagai bala tengen, atau pasukan kanan, yakni berada dalam jalur kebenaran dan selalu disayang majikan dan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pagelaran wayang kulit, kelompok punakawan Semar, Gareng, Petruk, Bagong selalu mendapatkan tempat di hati para pemirsa. Punakawan tampil pada puncak acara yang ditunggu-tunggu pemirsa yakni goro-goro, yang menampilkan berbagai adegan dagelan, anekdot, satire, penuh tawa yang berguna sebagai sarana kritik membangun sambil bercengkerama (guyon parikena).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Punakawan menyampaikan kritik, saran, nasehat, maupun menghibur para kesatria yang menjadi asuhan sekaligus majikannya. &lt;br /&gt;Suara punakawan adalah suara rakyat jelata sebagai amanat penderitaan rakyat, sekaligus sebagai “suara” Tuhan menyampaikan kebenaran, pandangan dan prinsip hidup yang polos, lugu namun terkadang menampilkan falsafah yang tampak sepele namun memiliki esensi yang sangat luhur. Itulah sepak “terjang punakawan” bala tengen yang suara hatinuraninya selalu didengar dan dipatuhi oleh para kesatria asuhan sekaligus majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Punakawan Kontroversial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita wayang sebagaimana kisah-kisah dalam legenda lainnya, terdapat kelompok antagonis. Dalam cerita wayang tokoh-tokoh antagonis berasal dari negri seberang atau Sabrangan. Punakawan Togog atau Tejamantri, Sarawita dan Mbilung merupakan punakawan kontroversif yang selalu membimbing tokoh pembesar antagonis, para “ksatria” angkara murka (dur angkara), hingga para pimpinan raksasa jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebut saja misalnya Prabu Dasamuka, Prabu Niwatakawaca, Prabu Susarma, hingga para kesatria dur angkara dari Mandura seperti Raden Kangsa dan seterusnya. Pada intinya Ki Lurah Togog dkk selalu berada di pihak tokoh antagonis, sehingga disebut sebagai bala kiwa. Namun demikian bukan berarti kelompok punakawan ini memiliki karakter buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri fisik Togog dkk memiliki mulut yang lebar. Artinya mereka selalu berkoar menyuarakan kebaikan, peringatan (pepeling) kepada majikannya agar tetap waspada dan eling, menjadi manusia jangan berlebihan. Ngono ya ngono ning aja ngono. Manusia harus mengerti batas-batas perikemanusiaan. Sekalipun akan mengalahkan lawan atau musuhnya tetap harus berpegang pada etika seorang kesatria yang harus gentle, tidak pengecut, dan tidak memenangkan perkelahian dengan jalan yang licik. Sekalipun menang tidak boleh menghina dan mempermalukan lawannya (menang tanpa ngasorake).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah ajaran Ki Lurah Togog dkk yang sering kali diminta nasehat dan saran oleh para majikannya. Namun toh akhirnya setiap nasehat, saran, masukan, aspirasi yang disampaikan Ki Lurah Togog dkk tetap saja tidak pernah digubris oleh majikannya mereka tetap setia.  Ki Lurah Togog dkk walaupun menjabat posisi sentral sebagai penasehat, pengasuh dan pembimbing, yang selalu bermulut lantang menyuarakan pepeling, seolah peran mereka hanya sebagai obyek pelengkap penderita. Walaupun Ki Lurah Togog dkk selalu gagal mengasuh majikannya para kesatria dur angkara, hingga sering berpindah majikan untuk bersuara lantang mencegah kejahatan. Bukan berarti mereka tidak setia. Sebaliknya dalam hal kesetiaan sebagai kelompok penegak kebenaran, Ki Lurah togog patut menjadi teladan baik. Karena sekalipun sering dimaki, dibentak dan terkena amarah majikannya, Ki Lurah Togog dkk tidak mau berkhianat. Sekalipun selalu gagal memberi kritik dan saran kepada majikannya, mereka tetap teguh dalam perjuangan menegakkan keadilan. Dan lagi-lagi, mereka selalu dimintai saran dan kritikan, namun serta-merta diingkari pula oleh majikan-majikan barunya. Itulah nasib Togog dkk, yang mengisyaratkan nasib rakyat kecil yang selalu mengutarakan aspirasi dan amanat penderitaan rakyat namun tidak memiliki bargaining power. Ibarat menyirami gurun, seberapapun nasehat dan kritikan telah disiramkan di hati para “pemimpin” dur angkara, tak akan pernah membekas dalam watak para majikannya. Barangkali nasib kelompok punakawan Ki Lurah Togog dkk mirip dengan apa yang kini dialami oleh rakyat Indonesia. Suara hati nurani rakyat sulit mendapat tempat di hati para tokoh dan pejabat hing nusantara nagri. Sekalipun sekian banyak pelajaran berharga di depan mata, namun manifestasi perbuatan dan kebijakan politiknya tetap saja kurang populer untuk memihak rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber By sabdalangit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-2998127692150735153?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/2998127692150735153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=2998127692150735153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/2998127692150735153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/2998127692150735153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2011/08/kepemimpinan-punakawan-semar-gareng.html' title='KEPEMIMPINAN PUNAKAWAN : Semar-Gareng-Petruk-Bagong'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-7195620520576806844</id><published>2011-08-20T13:51:00.002+07:00</published><updated>2011-08-20T13:55:19.800+07:00</updated><title type='text'>MERETAS JALAN MENUJU MANUNGGALING KAWULA GUSTI</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POTRET NEGERI YANG KAYA ILMU SPIRITUAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TETAPI MISKIN PENCAPAIAN SPIRITUAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sadar dan percaya, bahwa di bumi nusantara ini sangat kaya akan ilmu spiritual, tetapi ironisnya, banyak yang gagal dalam PENCAPAIAN spiritualitas. Orang bersemangat untuk memeluk agama, tetapi gagal dalam “menjadi’ agama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah negeri yg dahulu dicap sebagai negeri multi agama, multi etnis, multi kultur tetapi solid bersatu di atas slogan Bhineka Tunggal Ika karena rakyatnya memiliki watak toleransi. Negeri yang subur makmur gemah ripah loh jinawi. Lautan diumpamakan kolam susu, dan dikiaskan bahwa tongkat kayu pun dapat tumbuh karena saking suburnya tanah daratan. Hawanya sejuk, banyak hujan, kaya akan hutan belantara sebagai paru-paru dunia. Hampir tak ada bencana alam; tanah longsor, banjir, gempa bumi, angin lesus, kebakaran, kekeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi realitasnya di masa kini sangat kontradiktif, justru kita semua sering menyaksikan di media masa maupun realitas obyektif sosial-politik sehari-hari. Negeri ini telah berubah karakter menjadi  negeri yang berwajah beringas, angker, berapi-api, anti toleran, waton gasak, nafsu menghancurkan dan bunuh, “semangat” menebar kebencian di mana-mana. Sangat disayangkan justru dilakukan oleh para sosok figur yang menyandang nama sebagai panutan masyarakat, pembela agama, dan juru dakwah yang memiliki banyak pengikut. Ini sungguh berbahaya, dapat membawa negeri ini ke ambang kehancuran fatal.  Alam pun turut bergolak seolah tidak terima diinjak-injak penghuninya yang hilang sifat manusianya. Sehingga bencana dan musibah datang silih berganti, tiada henti, bertubi-tubi membuat miris penghuni negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas di mana wajah negeri impian yg tentram, damai, subur, sejuk, makmur ? apakah ini sudah benar-benar hukuman atau bebendu dari Gusti Allah, sebagaimana sudah diperingatkan oleh para leluhur kita yg bijaksana dan waskita sejak masa silam ? masihkah kita akan mengingkari nasehat tersebut, dengan mengatasnamakan “kebenaran” maka serta merta menganggapnya sebagai “ramalan” yang tidak boleh dipercaya, karena dekat dengan syirik dan musyrik. Sikap seperti itu hanya menjauhkan kita dari watak arif dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah, bencana, wabah, dan seterusnya, tengah melanda negeri ini. Sudah selayaknya kita sadari semua ini sebagai hukuman, atau bebendu dari Tuhan. Anggapan demikian justru akan menambah kewaspadaan kita, dapat menjadi sarana instropeksi diri, dan otokritik yang bijak. Agar kita lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan. Sebaliknya anggapan bahwa ini semua sebagai COBAAN bagi keimanan kita merupakan pendapat yang terlalu NAIF, innocent. Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan menjadi ndableg, lancang, kurang waspada lan eling. Sejak kapan kita bisa mengukur keimanan kita ? parameter apa yg dipakai ? seberapa persen keimanan kita hanya dapat diukur dgn “perspektif” yg hanya Tuhan miliki. Kita menjadi sok tahu, teralu percaya diri dengan tingkat keimanan kita. Begitulah awalnya manusia menjadi keblinger. Selalu ingin mencari menangnya sendiri, mencari benernya sendiri, mencari butuhnya sendiri. Manusia seperti itu tidak menyadari sesungguhnya dirinya menyembah HAWA NAFSU. Itulah makna apa yang disebut PENYEKUTUAN TUHAN, yakni nuruti RAHSANING KAREP (nafsu). Merasa sudah tinggi ilmunya, padahal ilmunya tidak mumpuni. Ilmu Tuhan bukankah ibarat air laut yang mengisi seluruh samudra di jagad raya ini. Sedangkan ilmu manusia hanya setetes air laut. Dari setetes air laut itu, sudah seberapa persenkah yang kita miliki ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBUKA PINTU HATI, MENUJU MANUNGGALING KAWULA GUSTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cirikhas orang-orang yg sudah mampu memahami hakekat “manunggaling kawula-Gusti“  adalah ; “DUWE RASA, ORA DUWE RASA DUWE” (tidak punya rasa punya). Tumbuhnya rasa demikian itu menjadi pembuka jalan untuk menggapai tataran kemanunggalan (manunggaling kawula-Gusti), harus di awali dgn nuruti atau mengikuti KAREPING RAHSA. karena rahsa atau rasa atau sir merupakan pancaran dari “kehendak” Tuhan (sirullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah sinyal rasa itu berada ? Bagi yg masih ‘awam’ cermatilah suara hati nurani anda ! Hati nurani itu tidak dibelenggu nafsu, ia merupakan pancaran kehendak Tuhan atau sirullah. Sirullah diumpamakan rasa manis dengan “gulanya”. Atau bayangan rembulan dengan rembulannya. Rembulan itu satu, tetapi bayangannya ada dalam ratusan, ribuan atau jutaan ember berisi air. Begitulah personifikasi akan hakikat antara makhluk dengan Sang Pencipta. Di dalam RAHSA terdapat Zat dan energi Tuhan. Buanglah setan (nafsu) dari dalam hati, maka akan “tampak” sejatinya “wujud” Tuhan. Keberhasilan menyirnakan setan (nafsu) memudahkan kita LEBUR DENING PANGASTUTI, menyatu dengan hakikat energi Tuhan. Dalam peleburan itu, nurani akan mentransformasi sifat hakikat Tuhan. Terbukalah pintu hakekat “penyatuan”  atau “panunggalan”, sebagai wujud dari makna “dwi tungga&lt;br /&gt;Sumber By Sabdo Langit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-7195620520576806844?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/7195620520576806844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=7195620520576806844' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7195620520576806844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7195620520576806844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2011/08/meretas-jalan-menuju-manunggaling.html' title='MERETAS JALAN MENUJU MANUNGGALING KAWULA GUSTI'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-1449154198416996634</id><published>2011-08-20T13:36:00.002+07:00</published><updated>2011-08-20T13:46:51.805+07:00</updated><title type='text'>FALSAFAH HIDUP KEJAWEN</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Dasar-dasar Falsafah Hidup Kejawen: Hanggayuh Kasampurnaning Hurip, Bèrbudi Bawaleksana, Ngudi Sejatining Becik&lt;br /&gt;Perpustakaan pelestarian budaya Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketuhanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pangeran iku siji, ana ing ngendi papan langgeng, sing nganakake jagad iki saisine, dadi sesembahane wong sak alam kabeh, nganggo carane dhewe-dhewe. (Tuhan itu tunggal, ada di mana-mana, yang menciptakan jagad raya seisinya, disembah seluruh manusia sejagad dengan caranya masing-masing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pangeran iku ana ing ngendi papan, aneng siro uga ana pangeran, nanging aja siro wani ngaku pangeran. (Tuhan ada di mana saja, di dalam dirimu juga ada, namun kamu jangan berani mengaku sebagai Tuhan)&lt;br /&gt;3. Pangeran iku adoh tanpa wangenan, cedhak tanpa senggolan. (Tuhan itu berada jauh namun tidak ada jarak, dekat tidak bersentuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pangeran iku langgeng, tan kena kinaya ngapa, sangkan paraning dumadi. (Tuhan itu abadi dan tak bisa diperumpamakan, menjadi asal dan tujuan  kehidupan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pangeran iku bisa mawujud, nanging wewujudan iku dudu Pangeran. (Tuhan itu bisa mewujud namun perwujudannya bukan Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pangeran iku kuwasa tanpa piranti, akarya alam saisine, kang katon lan kang ora kasat mata. (Tuhan berkuasa tanpa alat dan pembantu, mencipta alam dan seluruh isinya, yang tampak dan tidak tampak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pangeran iku ora mbedak-mbedakake kawulane. (Tuhan itu tidak membeda-bedakan (pilih kasih) kepada seluruh umat manusia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pangeran iku maha welas lan maha asih, hayuning bawana marga saka kanugrahaning Pangeran. (Tuhan Maha Belas-Kasih, bumi terpelihara berkat anugrah Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Pangeran iku maha kuwasa, pepesthen saka karsaning Pangeran ora ana sing bisa murungake. (Tuhan itu Mahakuasa, takdir ditentukan atas kehendak Tuhan, tiada yang bisa membatalkan kehendak Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Urip iku saka Pangeran, bali marang Pangeran. (Kehidupan  berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.   Pangeran iku ora sare.  (Tuhan tidak pernah tidur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Beda-beda pandumaning dumadi.  (Tuhan membagi anugrah yang berbeda-beda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pasrah marang Pangeran iku ora ateges ora gelem nyambut gawe, nanging percaya &lt;br /&gt;yen Pangeran iku maha Kuwasa. Dene kasil orane apa kang kita tuju kuwi saka karsaning Pangeran. (Pasrah kepada Tuhan bukan berarti enggan bekerja, namun percaya bahwa Tuhan Menentukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.  Pangeran nitahake sira iku lantaran biyung ira, mulo kudu ngurmat biyung ira. (Tuhan mencipta manusia dengan media ibumu, oleh sebab itu hormatilah ibumu)&lt;br /&gt;15. Sing bisa dadi utusaning Pangeran iku ora mung jalma manungsa wae. (Yang bisa menjadi utusan Tuhan bukan hanya manusia saja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.  Purwa madya wasana. (zaman awal/ sunyaruri, zaman tengah/ mercapada, zaman akhir/ keabadian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Owah gingsiring kahanan iku saka karsaning Pangeran kang murbeng jagad. (Berubahnya keadaan itu atas kehendak Tuhan yang mencipta alam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.  Ora ana kasekten sing madhani pepesthen awit pepesthen iku wis ora ana sing bisa murungake. (Tak ada kesaktian yang menyamai takdir Tuhan, sebab takdir itu tidak ada yang bisa membatalkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.  Bener kang asale saka Pangeran iku lamun ora darbe sipat angkara murka lan seneng gawe sangsaraning liyan. (Bener yang menurut Tuhan itu bila tidak memiliki sifat angkara murka dan gemar membuat kesengsaraan orang lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.  Ing donya iki ana rong warna sing diarani bener, yakuwi bener mungguhing Pangeran lan bener saka kang lagi kuwasa. (Kebenaran di dunia ada dua macam, yakni benar menurut Tuhan dan benar menurut penguasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.  Bener saka kang lagi kuwasa iku uga ana rong warna, yakuwi kang cocok karo benering Pangeran lan kang ora cocok karo benering Pangeran. (Benar menurut penguasa juga memiliki dua macam jenis yakni cocok dengan kebenaran menurut Tuhan dan tidak cocok dengan kebenaran Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.  Yen cocok karo benering Pangeran iku ateges bathara ngejawantah, nanging yen ora cocok karo benering Pangeran iku ateges titisaning brahala. (Kebenaran yang sesuai dengan kebenaran menurut Tuhan, itu berarti tuhan yang mewujud, namun bila tidak sesuai dengan kebenaran menurut Tuhan, berarti penjelmaan angkara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.  Pangeran iku dudu dewa utawa manungsa, nanging sakabehing kang ana iki uga dewa lan manungsa asale saka Pangeran. (Tuhan itu bukan dewa atau manusia, namun segala yang ada (dewa dan manusia) adanya berasal dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.  Ala lan becik iku gandengane, kabeh kuwi saka karsaning Pangeran. (Keburukan dan kebaikan merupakan satu kesatuan, semua itu sudah menjadi rumus/kehendak Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.  Manungsa iku saka dating Pangeran mula uga darbe sipating Pangeran. (Manusia berasal dari zat Tuhan, maka manusia memiliki sifat-sifat Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.  Pangeran iku ora ana sing Padha, mula aja nggambar-nggambarake wujuding Pangeran. (Tidak ada yang menyerupai Tuhan,  maka janganlah melukiskan dan menggambarkan wujud tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.  Pangeran iku kuwasa tanpa piranti, mula saka kuwi aja darbe pangira yen manungsa iku bisa dadi wakiling Pangeran. (Tuhan berkuasa tanpa perlu pembantu, maka jangan menganggap manusia menjadi wakil Tuhan di bumi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.  Pangeran iku kuwasa, dene manungsa iku bisa. (Tuhan itu Mahakuasa, sementara itu manusia hanyalah bisa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.  Pangeran iku bisa ngowahi kahanan apa wae tan kena kinaya ngapa. (Tuhan mampu merubah keadaan apa saja tanpa bisa dibayangkan/perumpamakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.  Pangeran bisa ngrusak kahanan kang wis ora diperlokake, lan bisa gawe kahanan anyar kang diperlokake. (Tuhan mampu merusak keadaan yang tidak diperlukan lagi, dan bisa membuat keadaan baru yang diperlukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Watu kayu iku darbe dating Pangeran, nanging dudu Pangeran. (Batu dan kayu adalah milik zat Tuhan, namun bukanlah Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.  Manungsa iku bisa kadunungan dating Pangeran, nanging aja darbe pangira yen manungsa mau bisa diarani Pangeran. (Di dalam manusia dapat bersemayam zat tuhan, akan tetapi jangan merasa bila manusia boleh disebut Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.  Titah alus lan titah kasat mata iku kabeh saka Pangeran, mula aja nyembah titah alus nanging aja ngina titah alus. (Makhluk halus dan makhluk kasar/wadag semuanya berasal dari tuhan, maka dari itu jangan menyembah makhluk halus, namun juga jangan menghina makluk halus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34.  Samubarang kang katon iki kalebu titah kang kasat mata, dene liyane kalebu titah alus. (Semua yang tampak oleh mata termasuk makhluk kasat mata, sedangkan lainnya termasuk makhluk halus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35.  Pangeran iku menangake manungsa senajan kaya ngapa. (Tuhan memenangkan manusia walaupun seperti apa manusia itu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36.  Pangeran maringi kawruh marang manungsa bab anane titah alus mau. (Tuhan memberikan pengetahuan kepada manusia tentang eksistensi makhluk halus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37.  Titah alus iku ora bisa dadi manungsa lamun manungsa dhewe ora darbe penyuwun marang Pangeran supaya titah alus mau ngejawantah. (Makhluk halus tidak bisa menjadi manusia bila manusia tidak punya permohonan kepada Tuhan agar makhluk halus menampakkan diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38.  Sing sapa wani ngowahi kahanan kang lagi ana, iku dudu sadhengah wong, nanging minangka utusaning Pangeran. (Siapa yang berani merubah keadaan yang terjadi, bukanlah sembarang orang, namun sebagai “utusan” tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39.  Sing sapa gelem nglakoni kabecikan lan ugo gelem lelaku, ing tembe bakal tampa kanugrahaning Pangeran. (Siapa saja yang bersedia melaksanakan kebaikan dan juga mau “lelaku” prihatin, kelak akan memperoleh anugrah tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40.  Sing sapa durung ngerti lamun piyandel iku kanggo pathokaning urip, iku sejatine durung ngerti lamun ana ing donyo iki ono sing ngatur. (siapa yang belum paham, lalu menganggap sipat kandel itu sebagai rambu-rambu hidup, yang demikian itu sesungguhnya belum memahami bila di dunia ini ada yang mengatur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41.  Sakabehing ngelmu iku asale saka Pangeran kang Mahakuwasa. (Semua ilmu berasal dari Tuhan yang Mahakuasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42.  Sing sapa mikani anane Pangeran, kalebu urip kang sempurna. (Siapa yang mengetahui adanya Tuhan, termasuk hidup dalam kesempurnaan).&lt;br /&gt;Kebatinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira. (Lahirnya manusia karena berkat adanya kedua orang tua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manungsa iku kanggonan sipating Pangeran. (Di dalam manusia tedapat sifat-sifat Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Titah alus iku ana patang warna, yakuwi kang bisa mrentah manungsa nanging ya bisa mitulungi manungsa, kapindho kang bisa mrentah manungsa nanging ora mitulungi manungsa, katelu kang ora bisa mrentah manungsa nanging bisa mitulungi manungsa, kapat kang ora bisa mrentah manungsa nanging ya ora bisa mrentah manungsa.&lt;br /&gt;(Makhluk halus ada empat macam, pertama ; yang bisa memerintah manusia namun bisa juga menolong manusia. Kedua; yang bisa memerintah manusia namun tidak bisa menolong manusia. Ketiga ; yang tidak bisa memerintah manusia namun bisa menolong manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat ; yang tidak bisa memerintah anusia namun juga tak bisa diperintah manusia.&lt;br /&gt;4. Lelembut iku ana rong warna, yakuwi kang nyilakani lan kang mitulungi. (Makhluk halus ada dua macam; yang mencelakai dan yang menolong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Guru sejati bisa nuduhake endi lelembut sing mitulungi lan endi lelembut kang nyilakani. (Guru Sejati bisa memberikan petunjuk mana makhluk halus yang bisa menolong dan mana yang mencelakakan)&lt;br /&gt;6. Ketemu Gusti iku lamun sira tansah eling.  (“Bertemu” Tuhan dapat dicapai dengan cara selalu eling)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Cakra manggilingan. (Kehidupan manusia akan seperti roda yang selalu berputar, kadang di bawah kadang di atas. Hukum sebab akibat dan memungkinkan terjadi penitisan)&lt;br /&gt;8. Jaman iku owah gingsir. (Zaman akan selalu mengalami perubahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Gusti iku dumunung ana atining manungsa kang becik, mulo iku diarani Gusti iku bagusing ati. (Tuhan berada di dalam hati manusia yang baik, oleh sebab itu disebut Gusti (bagusing ati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Sing sapa nyumurupi dating Pangeran iku ateges nyumurupi awake dhewe. Dene kang durung mikani awake dhewe durung mikani dating Pangeran. (Siapa yang mengetahui zat Tuhan berarti mengetahui dirinya sendiri. Sedangkan bagi yang belum memahami jati dirinya sendiri maka tidak mengetahui pula zat Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kahanan donya ora langgeng, mula aja ngegungake kesugihan lan drajat ira, awit samangsa ana wolak-waliking jaman ora ngisin-ngisini. (Keadaan dunia tidaklah abadi, maka jangan mengagungkan kekayaan dan derajat pangkat, sebab bila sewaktu-waktu terjadi zaman serba berbalik tidak menderita malu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Kahanan kang ana iki ora suwe mesthi ngalami owah gingsir, mula aja lali marang sapadha-padhaning tumitah. (Keadaan yang ada sekarang ini tidak akan berlangsung lama pasti akan mengalami perubahan, maka dari itu janganlah lupa kepada sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Lamun sira kepengin wikan marang alam jaman kelanggengan, sira kudu weruh alamira pribadi. Lamun sira durung mikan alamira pribadi adoh ketemune. (Bila kamu ingin mengetahui alam di zaman kelanggengan. Kamu harus memahami alam jati diri (jagad alit), bila kamu belum paham jati dirimu, maka akan sulit untuk menemukan (alam kelanggengan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.  Yen sira wus mikani alamira pribadi, mara sira mulanga marang wong kang durung wikan.  (Jika kamu sudah memahami jati diri, maka ajarilah orang-orang yang belum memahami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Lamun sira wus mikani alamira pribadi, alam jaman kelanggengan iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan. (Bila kamu sudah mengetahui sejatinya diri pribadi, tempat zaman kelanggengan itu seumpama dekat tanpa bersentuhan, jauh tanpa jarak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.  Lamun sira durung wikan alamira pribadi mara takono marang wong kang wus wikan.  (Bila anda belum paham jati diri pribadi, datang dan tanyakan kepada orang yang telah paham)&lt;br /&gt;17. Lamun sira durung wikan kadangira pribadi, coba dulunen sira pribadi. (Bila anda belum paham saudaramu yang sejati, carilah hingga ketemu dirimu pribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.  Kadangira pribadi ora beda karo jeneng sira pribadi, gelem nyambut gawe. (“Saudara sejati” mu tidak berbeda dengan diri pribadimu, bersedia bekerja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.  Gusti iku sambaten naliko sira lagi nandang kasangsaran. Pujinen yen sira lagi nampa kanugrahaning Gusti.  (Pintalah Tuhan bila anda sedang menderita kesengsaraan, pujilah bila anda sedang menerima anugrah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.  Lamun sira pribadi wus bisa caturan karo lelembut, mesthi sira ora bakal ngala-ala marang wong kang wus bisa caturan karo lelembut. (Bila anda sudah bisa bercakap-cakap dengan makhluk halus, pasti anda tidak akan menghina dan mencela orang yang sudah bisa bercakap-cakap dengan makhluk halus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.  Sing sapa nyembah lelembut iku keliru, jalaran lelembut iku sejatine rowangira, lan ora perlu disembah kaya dene manembah marang Pangeran.  (Siapa yang menyembah lelembut adalah tindakan keliru, sebab lelembut sesungguhnya teman mu sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.  Weruh marang Pangeran iku ateges wis weruh marang awake dhewe, lamun durung weruh awake dhewe, tangeh lamun weruh marang Pangeran. (Memahami tuhan berarti sudah memahami diri sendiri, jika belum memahami jati diri, mustahil akan memahami Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.  Sing sapa seneng ngrusak katentremane liyan bakal dibendu dening Pangeran lan diwelehake dening tumindake dhewe. (Siapa yang gemar merusak ketentraman orang lain, pasti akan dihukum oleh Tuhan dan dipermalukan oleh perbuatannya sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.  Lamun ana janma ora kepenak, sira aja lali nyuwun pangapura marang Pangeranira, jalaran Pangeranira bakal aweh pitulungan. (Walaupun mengalami zaman susah, namun janganlah lupa mohon ampunan kepada Tuhan, sebab Tuhan akan memberikan pertolongan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.  Gusti iku dumunung ana jeneng sira pribadi, dene ketemune Gusti lamun sira tansah eling. (Tuhan ada di dalam diri pribadi, dapat anda ketemukan dengan cara selalu eling)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Kemanusiaan&lt;br /&gt;1. Rame ing gawe sepi ing pamrih, memayu hayuning bawana. (Giat bekerja/membantu dengan tanpa pamrih, memelihara alam semesta /mengendalikan nafsu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manungsa sadrema nglakoni, kadya wayang umpamane. (Manusia sekedar menjalani apa adanya, seumpama wayang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ati suci marganing rahayu. (Hati yang suci menjadi jalan menuju keselamatan jiwa dan raga)&lt;br /&gt;4. Ngelmu kang nyata, karya reseping ati.  (Ilmu yang sejati, membuat tenteram di hati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ngudi laku utama kanthi sentosa ing budi. (Menghayati perilaku mulia dengan budi pekerti luhur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jer basuki mawa beya. (Setiap usaha memerlukan beaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ala lan becik dumunung ana awake dhewe.  (Kejahatan dan kebaikan terletak di dalam diri pribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sing sapa lali marang kebecikaning liyan, iku kaya kewan. (Siapa yang lupa akan amal baik orang lain, bagaikan binatang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Titikane aluhur, alusing solah tingkah budi bahasane lan  legawaning ati, darbe sipat berbudi bawaleksana.  (Ciri khas orang mulia yakni, perbuatan dan sikap batinnya halus , tutur kata yang santun, lapang dada, dan mempunyai sikap wibawa luhur budi pekertinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Ngunduh wohing pakarti. (Orang dapat menerima akibat dari ulahnya sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.   Ajining dhiri saka lathi lan budi.  (Berharganya diri pribadi tergantung ucapan dan akhlaknya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Sing sapa weruh sadurunge winarah lan diakoni sepadha-padhaning tumitah iku kalebu utusaning Pangeran.  (Siapa yang mengetahui sebelum terjadi dan diakui sesama manusia, ia termasuk utusan tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  Sing sapa durung wikan anane jaman kelanggengan iku, aja ngaku dadi janma linuwih. (Siapa yang belum paham adanya zaman keabadian, jangan mengaku menjadi orang linuwih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.  Tentrem iku saranane urip aneng donya.  (Ketenteraman adalah sarana menjalani kehidupan di dunia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Yitna yuwana lena kena. (Eling waspdha akan selamat, yang lengah akan celaka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.  Ala ketara becik ketitik. (Yang jahat maupun yang baik pasti akan terungkap juga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Dalane waskitha saka niteni.  (Cara agar menjadi awas, adalah berawal dari sikap cermat dan teliti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.  Janma tan kena kinira kinaya ngapa. (Manusia sulit diduga dan dikira)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Tumrap wong lumuh lan keset iku prasasat wisa, pangan kang ora bisa ajur iku &lt;br /&gt;kena diarani wisa, jalaran mung bakal nuwuhake lelara. (Bagi manusia, fakir dan malas menjadi bisa/racun, makanan yang tak bisa hancur dapat disebut sebagai bisa/racun, sebab hanya akan menimbulkan penyakit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.  Klabang iku wisane ana ing sirah. Kalajengking iku wisane mung ana pucuk buntut. Yen ula mung dumunung ana ula kang duwe wisa. Nanging durjana wisane dumunung ana ing sekujur badan. (Racun bisa Lipan terletak di kepala, racun bisa kalajengking ada di ujung ekor, racun bisa ular hanya ada pada ular yang berbisa, namun manusia durjana racun bisanya ada di sekujur badan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Geni murub iku panase ngluwihi panase srengenge, ewa dene umpama ditikelake loro, isih kalah panas tinimbang guneme durjana. (Nyala api panasnya melebihi panas matahari, namun demikian umpama panas dilipatgandakan, masih kalah panas daripada ucapan orang durjana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.  Tumprape wong linuwih tansah ngundi keslametaning liyan, metu saka atine dhewe. (Bagi orang linuwih selalu berupaya menjaga keselamatan untuk sesama, yang keluar dari niat suci diri pribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.  Pangucap iku bisa dadi jalaran kebecikan. Pangucap uga dadi jalaraning pati, kesangsaran, pamitran. Pangucap uga dadi jalaraning wirang.  (Ucapan itu dapat menjadi sarana kebaikan, sebaliknya ucapan bisa pula menyebabkan kematian, kesengsaraan. Ucapan bisa menjadi penyebab menanggung malu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.  Sing bisa gawe mendem iku: 1) rupa endah; 2) bandha, 3) dharah luhur; 4) enom umure. Arak lan kekenthelan uga gawe mendem sadhengah wong. Yen ana wong sugih, endah warnane, akeh kapinterane, tumpuk-tumpuk bandhane, luhur dharah lan isih enom umure, mangka ora mendem, yakuwi aran wong linuwih. (Penyebab orang menjadi lupa diri adalah : gemerlap hidup, harta, kehormatan, darah muda. Arak dan minuman juga membuat mabuk sementara orang. Namun bila ada orang kaya, tampan rupawan, banyak kepandaiannya, hartanya melimpah, terhormat, dan masih muda usia, namun semua itu tidak membuat lupa diri, itulah orang linuwih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.  Sing sapa lena bakal cilaka. (Siapa terlena akan celaka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.  Mulat salira, tansah eling kalawan waspada. (Jadi orang harus selalu mawas diri, eling dan waspadha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.  Andhap asor.  (Bersikap sopan dan santun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.  Sakbegja-begjane kang lali luwih begja kang eling klawan waspada. &lt;br /&gt;(Seberuntungnya orang lupa diri, masih lebih beruntung orang yang eling dan waspadha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.  Sing sapa salah seleh. (Siapapun yang bersalah akan menanggung celaka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.  Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake. (Bertanding tanpa bala bantuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Sugih ora nyimpen. (Orang kaya namun dermawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.  Sekti tanpa maguru. (Sakti tanpa berguru, alias dengan menjalani laku prihatin yang panjang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.  Menang tanpa ngasorake. (Menang tanpa menghina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34.  Rawe-rawe rantas malang-malang putung. (Yang mengganggu akan lebur, yang &lt;br /&gt;menghalangi akan hancur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35.  Mumpung anom ngudiya laku utama. (Selagi muda berusahalah selalu berbuat baik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36.  Yen sira dibeciki ing liyan, tulisen ing watu, supaya ora ilang lan tansah kelingan. Yen sira gawe kebecikan marang liyan tulisen ing lemah, supaya enggal ilang lan ora kelingan.  (Jika kamu menerima kebaikan orang lain, tulislah di atas batu supaya tidak hilang dari ingatan. Namun bila kamu berbuat baik kepada orang lain hendaknya ditulis di atas tanah, supaya segera hilang dari ingatan)&lt;br /&gt;37.  Sing sapa temen tinemu. (Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38.  Melik nggendhong lali. (Pamrih menyebabkan lupa diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39.  Kudu sentosa ing budi. (Harus selamat ke dalam jiwa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40.  Sing prasaja. (Menjadi orang harus bersikap sabar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Balilu tau pinter durung nglakoni. (Orang bodoh yang sering mempraktekan, kalah pandai dengan orang pinter namun belum pernah mempraktekan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42.  Tumindak kanthi duga lan prayogo. (Bertindak dengan penuh hati-hati dan teliti/tidak sembrono)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43.  Percaya marang dhiri pribadi. (Bersikaplah percaya diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44.  Nandur kebecikan. (Tanamlah selalu kebaikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45.  Janma linuwih iku bisa nyumurupi anane jaman kelanggengan tanpa ngalami pralaya dhisik. (Manusia linuwih adalah dapat mengetahui adanya zaman keabadian tanpa harus mati lebih dulu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46.  Sapa kang mung ngakoni barang kang kasat mata wae, iku durung weruh jatining Pangeran. (Siapa yang hanya mengakui hal-hal kasat mata saja, itulah orang yang belum memahami sejatinya Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking. (Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Sing sapa gelem gawe seneng marang liyan, iku bakal oleh wales kang luwih gedhe katimbang apa kang wis ditindakake. (Barang siapa gemar membuat orang lain bahagia, anda akan mendapatkankan balasan yang lebih besar dari apa yang telah anda lakukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber By:  Sabdalangit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-1449154198416996634?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/1449154198416996634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=1449154198416996634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/1449154198416996634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/1449154198416996634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2011/08/falsafah-hidup-kejawen.html' title='FALSAFAH HIDUP KEJAWEN'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-7739692066205909906</id><published>2011-08-20T13:24:00.001+07:00</published><updated>2011-08-20T13:26:16.047+07:00</updated><title type='text'>KRITIK TERHADAP LAKU PRIHATIN</title><content type='html'>KRITIK TERHADAP “LAKU PRIHATIN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha memaknai laku prihatin secara tepat,&lt;br /&gt;yang selama ini banyak orang telah salah kaprah&lt;br /&gt;dalam memaknai dan memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKNA PRIHATIN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pemahaman, prihatin saya akronimkan sebagai kepanjangan dari rasa perih ing sajroning batin. Perih di dalam batin karena seseorang tidak lagi bergumul dalam kenikmatan jasad mengumbar nafsu-nafsu ragawinya. Sebaliknya meredam atau mengendalikan nafsu-nafsu tersebut agar berfungsi secara alamiah dan proporsional, yakni sekedar sebagai alat mempertahankan kelangsungan hidup (survival), bukan untuk mengumbar segala keinginan ragawi yang erat dengan kenikmatan.  Pengendalian atas nafsu-nafsu sebagai bentuk sikap mengikuti kareping rahsa (sejati). Sementara itu sikap mengumbar hawa nafsu merupakan perilaku menuruti segala macam kemauan dan keinginan panca indera tanpa mempertimbangkan apa yang menjadi hak-hak dan kewajiban diri pribadinya maupun orang lain. Saya gambarkan sebagai sikap mengikuti rahsaning karep (mengumbar napsu hawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu tak perlu dimatikan, hanya butuh pengendalian diri atau sikap mengekang hawa nafsu. Jika belum terbiasa konsekuensinya akan menimbulkan efek perasaan yang tidak nikmat karena pupusnya kesenangan ragawi yang selalu didambakan jasad. Hal inilah yang membuat  kekecewaan dan akhirnya menimbulkan efek “kepedihan atau kepahitan”  yang dirasakannya. Sebaliknya, mengumbar hawa nafsu, akan mendapatkan kesenangan dan kenikmatan (bersifat semu) yang tiada taranya. Namun kesenangan itu hanya sebatas “kulit” atau kesenangan imitasi yang tak ada limitnya. Bagai meneguk air laut, semakin banyak diminum, semakin terasa haus. Untuk lebih jelasnya para pembaca silahkan membuka kembali posting saya terdahulu tentang “Di manakah level Anda” di mana saya gambarkan proses perjalanan kesadaran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambaran dari rahsaning karep, wujud konkritnya hanya berupa “kesenangan” yang bersifat  imitasi saja. Sebaliknya, kareping rahsa (sejati) sekalipun terasa pahit hanyalah pada level  “kulit”nya saja. Bagi orang yang memahami hakekat kehidupan, di balik penderitaan dan kepahitan itu sungguh menyimpan sejuta kebahagiaan. Hanya saja sedikit orang yang benar-benar tahu dan mau membuktikan “postulat” ini. Karep maksudnya adalah keinginan nafsu sering dikiaskan pula sebagai “godaan setan yang terkutuk”.  Godaan bisa berasal dari luar diri, yang diserap oleh panca indera, yakni; pori-pori kulit sebagai efek rangsangan akibat adanya persentuhan dengan lawan jenis dsb. Bisa pula melalui rangsangan mata, telinga, penciuman, dan indera pencicip mulut sebagai gerbang kerakusan perut. Mulut juga bisa berperan sebagai pengobral kata-kata hasutan, penebar kalimat kebencian dan permusuhan. Dalam cerita pewayangan, panca indera dilukiskan ke dalam simbol-simbol Pendawa Lima. Jika tepat memanajemen akan memproduksi output yang sangat positif dan konstruktif, sebaliknya  menimbulkan output yang sangat negatif, merusak, destruktif bagi diri sendiri maupun orang lain dan lingkungan alamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA MENENTUKAN PILIHAN, TUHAN (ALAM) MENENTUKAN KONSEKUENSINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang dilengkapi dengan panca indera. Panca indera ibarat pisau, manusia bebas memilih mau menggunakannya sebagai sarana yang positif dan konstruktif atau digunakan sebagai sarana negatif dan destruktif. Yang jelas, bukan urusan tuhan untuk mengatur apakah seseorang memilih jahat, hidup berada dalam kegelapan, atau memilih menjadi baik, hidup dalam cahaya terang. Jika tuhan yang memilihkan, berarti itu tuhan palsu yang berada di dalam imajinasi manusia. Imajinasi manusia beresiko “menciptakan”  tuhan bodoh dengan manajemen yang tidak adil. Bagi tuhan yang maha pinter, tentunya untuk menentukan pilihan tersebut semua terserah manusia. Sementara itu, tuhan atau hukum alam semesta cukup merangkai konsekuensi secara detil, adil dan lugas untuk masing-masing pilihan manusia tersebut. Nah dengan pemahaman seperti ini, terasa tuhan lebih adil kan. Selain itu, manusia akan berhenti mencari-cari kambing hitam, menyalahkan tuhan karena tidak memberikan petunjuk untuk dirinya. Petunjuk untuk menjatuhkan pilihan pun menjadi tanggungjawab setiap manusia. Siapa yang mau berusaha, tentu akan membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK APA MENJALANI LAKU PRIHATIN (NURUTI KAREPING RAHSA) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu saya garis bawahi bahwa laku prihatin sangat berbeda dengan penderitaan. Penderitaan merupakan keadaan tidak menyenangkan, yang menyiksa secara lahir atau pun batin. Namun tidak semua penderitaan adalah bentuk laku prihatin. Untuk menilai apakah suatu keadaan termasuk kategori laku prihatin ataukah bukan, Anda bisa mencermati faktor penyebabnya. Selain itu suatu penderitaan termasuk laku prihatin atau bukan, sangat tergantung cara masing-masing individu dalam mengambil sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, perilaku dan sikap yang tabah, sabar, tulus, bijaksana dan arif. Tipikal pribadi demikian ini mempunyai level kesadaran yang bermanfaat sebagai pengendalian nafsu. Kemerdekaan lahir dan batin yang terbesar manusia justru pada saat mana ia bisa  meredam, menahan, atau mengendalikan hawa nafsunya sendiri. Inilah sifat arif dan bijaksana, yang merubah penderitaan menjadi bentuk “laku prihatin”. Bahkan dalam tataran kesadaran spiritual yang lebih tinggi, seseorang akan menganggap penderitaannya sebagai jalan “penebusan dosa” atau “menjalani sanksi” (eksekusi pidana) atas kesalahan yang sadar atau tidak telah dilakukan  di waktu yang telah lalu. Dalam tradisi Jawa-isme, menjalani penderitaan (musibah, bencana, sakit, kesulitan dll) dengan sikap sabar, tulus, dan tabah, sepadan dengan makna karma-yoga atau kesadaran diri untuk melakukan penebusan atas kesalahan yang pernah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sikap yang keduwung nepsu. Atau dikuasai oleh nafsunya sendiri manakala tengah mengalami suatu penderitaan. Misalnya sikap emosional yang berlebihan; bersedih terlalu berlarut-larut, kalap, putus asa, selalu menggerutu dan grenengan, selalu mencari-cari kesalahan pada pihak-pihak lain, serta tak mau melakukan instropeksi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa nafsu tak perlu dilenyapkan? Karena melenyapkan atau menghilangkan nafsu samasekali justru merupakan tindakan melawan kodrat alam. Coba Anda bayangkan jika nafsu dimusnahkan, pasti kehidupan manusia akan segera punah dari muka bumi dalam waktu 100 tahun ke depan. Karena nafsu itu ada, karena menjadi alat untuk bertahan hidup, regenerasi, serta melangsungkan kehidupan. Sebaliknya, memanfaatkan nafsu secara berlebihan atau tak terkendali sama halnya dengan melakukan bunuh diri dan membunuh kehidupan lainnya secara perlahan namun pasti. Nafsu adalah anugrah Tuhan, berkah alam semesta juga. Nafsu hanya perlu dimanfaatkan sebagaimana mestinya sesuai kodrat alam. Jika digunakan secara arif dan bijak akan menghasilkan kebaikan pula. Bukankah semua manusia lahir ke bumi berkat “jasa baik” sang nafsu juga. Sebab itu, nafsu tidak perlu dimusnahkan atau dilenyapkan dari dalam jagad alit diri manusia. Pengendalian nafsu bertujuan supaya seseorang berpegang pada prinsip nuruti kareping rahsa. Bukan sebaliknya nuruti rasaning karep. Sampai disini, alasan utama mengapa seseorang perlu menjalani laku prihatin, tidak lain untuk menggapai kesadaran lebih tinggi dalam memaknai apa sejatinya hidup di dunia ini. Pada gilirannya, kesadaran tersebut dapat menjadi sarana utama untuk menggapai kualitas hidup yang lebih tinggi. Secara spiritual, laku prihatin mempunyai energi yang memancar ke segala penjuru. Energi yang timbul dari dalam diri (jagad kecil) yang selaras dan harmonis dengan hukum alam (jagad besar). Keselarasan dan sinergi di antara keduanya inilah yang akan menempatkan seorang penghayat laku prihatin dalam jalur hidup yang penuh dengan anugrah dan berkah alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP DASAR DALAM LAKU PRIHATIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani laku prihatin pada prinsipnya adalah perbuatan sengaja untuk mengendalikan nafsu negatif yang bersumber dari kelima indera yang dengan instrumen hati sebagai terminal nafsu tersebut (tapa brata dan tarak brata).  Kita semua tahu, bahwa pemenuhan nafsu negatif memiliki daya tarik yang luar biasa karena di dalamnya menyimpan segudang kenikmatan. Kenikmatannya sungguh dahsyat dan menggiurkan,  namun bersifat semu atau imitasi. Anda bisa juga menyebutnya sebagai kenikmatan palsu, di mana kenikmatannya bersifat tidak langgeng, dan cenderung merusak. Tak ada kepuasan, dan setiap saat minta dituruti kemauannya tanpa kenal waktu. Setiap hari tuntutan nafsu akan semakin bertambah kompleks dan semakin variatif. Artinya, tingkat kepuasan nafsu hanyalah sementara saja. Apabila nafsu berubah menjadi liar maka karakternya menjadi negatif dan destruktif. Sebagai konsekuensinya, bagi yang belum terbiasa menjalani laku prihatin, ia akan merasakan “kepedihan” dan “kehausan”   dalam hati. Bagaikan minum air garam, semakin banyak minum Anda akan semakin merasa haus. Itulah karakter nafsu negatif.  Paling prinsip menjalani laku prihatin, adalah berupa PENGUASAAN dan DOMINASI “kerajaan batin” terhadap “kerajaan jasad” yang berpusat di dalam gejolak nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULITNYA MENGIDENTIFIKASI LAKU PRIHATIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan ini dapat diambil intisari bahwa menjalani keprihatinan (laku prihatin)  sama sekali TIDAK IDENTIK dengan perilaku yang gemar hidup dalam penderitaan, kesengsaraan dan serba kekurangan. TIDAK IDENTIK pula dengan perilaku  serba membatasi diri untuk menghindari gaya hidup yang serba kecukupan lahir dan batin. Bukankah kita semua tidak ingin menjadi “pengemis” atau menjadi orang “peminta-minta” yang telapak-tangannya selalu menengadah?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari cara hidup seperti itu, kita mesti memegang prinsip bahwa setiap saat “kerajaan batin” harus mampu ngemong atau mengasuh “kerajaan jasad”  agar tidak nyelonong ke arah yang negatif. Dengan begitu terbangun pola keseimbangan antara “kerajaan batin” dengan “kerajaan lahir”. Dalam implementasi perbuatan, dapat dilihat ketika SIKAP seseorang menjalani hidup ini secara tidak berlebih-lebihan, maksudnya memenuhi segala keinginannya melebihi apa yang ia butuhkan. Idealnya, hidup ini dijalani dengan sikap sakmadyaning gesang ; artinya proporsional, selaras, dengan apa yang benar-benar menjadi kebutuhan hidup. Prinsip keseimbangan tersirat dalam sebuah tamsil “ngono ya ngono ning aja ngono”. Untuk itu sering kita diingatkan agar supaya menjalani hidup secara proporsional, tetap berada dalam batas toleransi untuk melakukan sesuatu hal, asal tidak kebablasan, atau melampaui batas nilai kepantasan, nilai  kebutuhan, dan melebihi batas nilai kewajaran (norak). Kemewahan hidup bukan lantas berarti seseorang tidak menjalani “laku prihatin”. Namun hidup bermewah-mewahan konotasinya adalah hidup berlebih-lebihan (melebihi apa yang menjadi kebutuhan), dan makna ini yang termasuk tidak menjalani “laku prihatin”. Misalnya seorang pengusaha, membeli mobil berjumlah 10 unit dengan berbagai tipe dan mahal harganya untuk menjelajah medan yang berbeda-beda, atau untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaannya. Ini bukan termasuk pola hidup berlebihan dan bermewah-mewah.  Lain halnya, keluarga kecil yang terdiri hanya 3 orang anggota keluarga, membeli kendaraan mewah hingga 4 unit atau lebih, melebihi apa yang dibutuhkan untuk operasional sehari-hari. Ini termasuk hidup berlebihan dan bermewah-mewah. Walaupun hal itu menjadi hak setiap orang untuk melakukannya, namun dampak negatif ada pada dirinya sendiri. Kembali kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH PENILAIAN TERHADAP “LAKU PRIHATIN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut di bawah ini, saya kemukakan beberapa contoh teknis mengidentifikasi apakah suatu penderitaan merupakan bentuk keprihatinan atau bukan. Jika bukan, penderitaan itu bisa jadi merupakan hukuman atau akibat dari sebab pernah melakukan kesalahan kepada orang lain. Maka dari itu kita bisa melihat apa faktor penyebab seseorang mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu keadaan menderita BUKAN termasuk dalam kategori LAKU PRIHATIN, apabila keadaan itu akibat dari ulah perbuatannya sendiri. Misalnya sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seseorang dipenjara karena ia mencuri, korupsi, membunuh orang.&lt;br /&gt;    Seseorang yang hidupnya serba susah, celaka, sial dan menemui kesulitan,  karena ia gemar mempersulit orang lain, menyerobot hak orang lain, dan sering menyakiti hati sesama, atau sering menyusahkan orang banyak baik disadari maupun tidak disadarinya.&lt;br /&gt;    Seseorang yang mengalami kesulitan ekonomi, karena ia orang yang malas bekerja, menyia-nyiakan masa-masa belajar dengan mengejar kesenangan hedonistis.&lt;br /&gt;    Orang yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena ia orang yang tidak jujur dan tidak bisa dipercaya untuk bertanggungjawab menjalankan tugas dan tanggungjawab pekerjaan.&lt;br /&gt;    Kehilangan harta benda, karena ia seorang yang pelit, atau orang yang mencari harta denga cara menindas (menari di atas bangkai). Misalnya menangguk untung besar atas pembebasan tanah (menyerobot) yang dilakukan secara tidak adil, kurang adil dan tidak jujur, rentenir dan sejenisnya.&lt;br /&gt;    Sakit parah di masa tua hingga menghabiskan seluruh harta kekayaannya, karena di masa lalu ia menjadi hakim, pengacara, aparat penegak hukum, jaksa, dsb yang sering mempraktekan “pagar makan tanaman”, tidak menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran.&lt;br /&gt;    Mengalami berbagai peristiwa tragis, yang mengakibatkan kehilangan harta benda atau nyawa, sakit parah tak kunjung sembuh, tak ada orang yang mau menolongnya,  karena di masa lalu ia berpraktek menjadi rentenir, lintah darat, atau memiliki pesugihan, atau sering menyerobot hal orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh di atas lebih berupa hukuman atau karma (karma-pala). Yakni akibat ulah dirinya sendiri yang menimbulkan dampak berlangsungnya hukum sebab-akibat. Siapa menanam, akan mengetam. Meskipun demikian, orang yang terkena karma atau terkena eksekusi dari mekanisme hukum alam, jika dapat menjalani semua penderitaan itu dengan PENUH KESADARAN untuk menerima dan instropeksi diri akan kesalahannya selama ini, sikap demikian justru akan mempercepat selesainya “masa hukuman”. Paling tidak, kemungkinan masih ada waktu untuk mengoreksi kesalahan lalu memperbaiki pada sisa-sisa waktu yang masih ada. Sikap demikian termasuk laku prihatin level bawah. Caranya adalah menjalani masa-masa “hukuman” dengan sikap menerima, sabar, ikhlas, tidak menggerutu. Lebih ideal jika kita melakukan evaluasi diri apakah kira-kira kesalahan yang kita lakukan baik yang kita sadari maupun yang tidak disadari selama menjalani kehidupan ini. Setelah itu, berusaha mengoreksi kesalahan-kealahan selama ini, yakni dengan menjalani kehidupan dengan prinsip yang lebih ideal dibanding waktu masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sulitnya mengidentifikasi suatu penderitaan, apakah termasuk hukuman ataukah jalan untuk laku prihatin. Saya pribadi menempuh sikap “paling aman”, dengan cara lebih suka menganggap suatu penderitaan sebagai HUKUMAN tuhan atau alam semesta, ketimbang menganggapnya sebagai COBAAN (bagi orang-orang beriman). Jika saya menganggap setiap derita sebagai cobaan, maka sikap demikian beresiko menimbulkan sikap kurang waspada dan kurang eling. Sebaliknya tanpa disadari justru membuat sikap “besar kepala”, merasa diri sudah beriman lalu disayang tuhan. Karena tuhan sayang kepada kita kemudian tuhan memberi cobaan. Inilah sikap yang penuh bias, sikap menghibur diri sendiri, sikap GEDE RASA (Ge-eR), dengan menyangka disayang-sayang Tuhan, lalu tuhan pun mencoba dirinya. Di sinilah awal mula kita tergelincir karena hilangnya sikap eling dan waspada. Terlalu naif kiranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…manakah yang disebut laku prihatin ? Baiklah, di bawah ini saya fokuskan pembahasan soal apa saja perbuatan yang termasuk kategori LAKU PRIHATIN. Termasuk pembahasan beberapa scope atau lingkup/cakupan laku prihatin yang menentukan level-level kualitasnya. LAKU bermakna bahwa perbuatan yang tidak disengaja maupun disengaja atau direncanakan secara sadar untuk mengoptimalkan kekuasaan  “kerajaan batin” atas “kerajaan jasad” kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATEGORI LAKU PRIHATIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari faktor penyebabnya, laku prihatin dapat dibagi menjadi dua kategori. Yakni laku prihatin disengaja, dan laku prihatin tidak disengaja ;  by sabdalangit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laku Prihatin Tidak Sengaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu keadaan di mana seseorang terpaksa mengalami suatu penderitaan yang disebabkan bukan oleh akibat langsung dari ulah dirinya sendiri. Keprihatinan tak sengaja ini disebabkan oleh ulah orang lain. Seseorang mengalami keprihatinan  karena menjadi obyek penderita saja. Dengan kata lain keprihatinan timbul sebagai akibat atas situasi dan kondisi keadaan di sekeliling kita, misalnya ulah orang lain yang bertindak ceroboh, maupun ada unsur sengaja ingin mencelakai diri kita. Misalnya ulah para koruptor yang menggasak kekayaan negara mengakibatkan kesengsaraan  rakyat yang tak kunjung usai. Atau ulah teroris yang meledakkan bom, sehingga membunuh salah satu anggota keluarga yang menopang nafkah bagi seluruh keluarganya. Akibatnya adalah timbulnya kesulitan hidup bagi anggota keluarga yang dinafkahi korban yang telah mati. Anggota keluarga yang ditinggalkan, hidup dalam suasana penuh keprihatinan. Keprihatinan tak sengaja, di dalamnya termasuk keprihatinan sebagai akibat dari force major atau kejadian yang tak terelakkan seperti musibah dan bencana alam. Penderitaan yang dialami sebagai ekses atau akibat buruk atas kejadian di luar diri yang menimpanya. Namun demikian penderitaan yang menimpa diri kita tidak secara otomatis menjadi ajang untuk menjalani (laku) prihatin.  Semua masih tergantung pada cara kita merespon atau menyikapinya. Apabila diri kita tetap banyak-banyak mensyukuri sisa-sisa nikmat dan anugrah yang ada, serta tidak ngedumel atau menggerutu (grenengan), atau selalu mengeluh. Sebaliknya justru dijalani dengan benteng kekuatan terakhir yakni kesabaran dan ketulusan, tetap kuat dan semangat berusaha dengan gigih, sekuat tenaga dan pikiran untuk meneruskan hidup, maka penderitaan yang dialami itu barulah akan berubah menjadi “laku” prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sia-sia kah kesabaran, ketulusan, dan sikap gigih berusaha yang Anda lakukan ? Tentu saja tidak ada yang sia-sia. Dalam kurun waktu tertentu, cepat atau lambat, apa yang Anda lakukan akan membuahkan hasil yang gemilang. Kesuksesan hidup lahir dan batin akan Anda rasakan. Begitulah rumus baku sebagai kuci dalam upaya Anda merubah MUSIBAH menjadi ANUGRAH yang terindah. Masukkan prinsip hidup di atas ke dalam jiwa Anda, lalu wujudkan kesadaran “jiwa” anda tersebut ke dalam perbuatan nyata, yakni menghayatinya dalam setiap gerak langkah kehidupan Anda di manapun dan suasana apapun juga. Itulah makna dari JAWA, yakni jiwa kang kajawi, jiwa kang kajawa. Menjiwai nilai-nilai luhur kedalam perbuatan sehari-hari. Nilai-nilai luhur yang telah dijiwai, lalu dihayati dalam perbuatan nyata. Jawa iku jawabe ! dudu mung ujare. Yang penting adalah tindakan nyata, bukan sekedar mulut berbusa-busa memainkan teori. Falsafah hidup bagi orang Jawa yang belum hilang kejawaannya; yang terpenting dari nilai luhur, bukan sekedar katanya (teorinya), tetapi aplikasinya dalam perbuatan sehari-hari. Bangunlah jiwanya, maka bangunkan badannya..!! Kesadaran jiwa, diimbangi oleh kesadaran berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laku Prihatin Disengaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laku Prihatin disengaja atau direncanakan mempunyai dua macam orientasi. Pertama ; laku prihatin yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup diri pribadi. Misalnya Anda melakukan berbagai ritual puasa, cegah turu, atau melek-melek, cegah syahwat atau sesirih. Anda mengembara berkelana jauh tanpa bekal apapun di tangan dengan tujuan merasakan kehidupan yang polos, lugas, apa adanya, dan mendapatkan berbagai pengalaman untuk merasakan sisi kehidupan yang tak pernah Anda rasakan sebelumnya. Atau Anda sengaja hidup dalam suasana yang serba kekurangan atau pas-pasan. Laku prihatin ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas mental lahir dan batin setiap masing-masing pribadi yang sengaja menjalani “laku prihatin” model demikian. Namun laku prihatin ini manfaatnya belum bisa dirasakan oleh orang lain atau lingkup yang lebih luas secara langsung. Kedua ; laku prihatin dengan tujuan agar hidup kita bermanfaat bagi lingkungan yang lebih luas. Misalnya membantu sesama, atau menolong orang lain yang sedang mengalami penderitaan dan kesulitan dengan tulus tanpa pamrih apapun (tapa ngrame).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEVEL LAKU PRIHATIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level Bawah (Orientasi Diri Pribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laku prihatin level bawah berorientasi untuk kebutuhan meningkatkan kualitas diri pribadi. Masing-masing orang sah-sah saja menjalani laku prihatin level bawah ini dengan cara dan gaya yang berbeda-beda, misalnya dengan cara berpuasa, cegah tidur, cegah sahwat, cegah makan, atau mengembara tanpa bekal uang di tangan, makan hanya apa yang ditemukan saja, menjalani hidup dalam kondisi serba pas-pasan bahkan serba kekurangan. Semua dijalani dengan kesabaran dan ketulusan, untuk membangun kekuatan mental lahir dan batin. Hilangnya rasa takut berganti dengan nyali berani hidup dalam gelimang derita dan sengsara (lara lapa). Namun laku prihatin ini efeknya sebatas mematangkan dan menguatkan keadaan mental lahir dan batin si pelaku. Apapun cara laku prihatin yang Anda lakukan tidaklah menjadi soal, yang penting dilakukan dengan sepenuh hati, jangan setengah-setengah karena akan percuma sia-sia saja, tak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Manusia sejati kuat mental lahir dan batin bukanlah orang yang berani mati, tetapi orang yang berani hidup. Yakni hidup dalam gelimang sengsara dan derita (kuat tapa brata; lara lapa, lara wirang). Namun, menjalani laku prihatin seperti itu belumlah cukup untuk meraih suatu kemuliaan yang sejati. Diumpamakan, kita baru memperoleh instrumen atau alat untuk meraih tujuan. Alat itu berupa kematangan sikap, lahir dan batin, solah (perilaku lahir) dan bawa (perilaku batin) yang arif dan bijaksana dalam memahami dan menjalani kehidupan yang teramat kompleks ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level Tinggi (Orientasi Publik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan laku prihatin di atas, yang saya kategorikan sebagai bentuk laku prihatin level bawah, maka laku prihatin ORIENTASI PUBLIK saya kategorikan sebagai laku prihatin level tinggi. Penghayat laku prihatin bukan lagi berorientasi untuk meningkatkan kualitas mental lahir dan batin dengan obyek (sasaran) pribadinya sendiri. Dengan bekal instrumen atau alat berupa kualitas diri lahir dan batin sudah tercapai, maka yang paling utama adalah memanfaatkan instrumen tersebut dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkup “ruang publik”, dengan obyek/sasaran yang lebih luas yakni orang banyak.   Laku prihatin berorientasi publik, dilakukan dengan penuh kesadaran diri akan makna sejatinya kehidupan ini. Termasuk untuk menjawab atas pertanyaan,”untuk apa kita lahir dan berada di planet bumi ini? Bagi saya pribadi, kita hidup bukan untuk MENCARI. Melainkan untuk memberi. Memberi artinya membuat diri kita bermanfaat untuk seluruh makhluk dan lingkungan alam di sekitar kita. Yakni saling memberi kasih sayang (welas asih) kepada seluruh makhluk tanpa kecuali. Welas asih memiliki wujud konkrit, yakni berupa SEDEKAH (donodriyah) atau memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan seluruh makhluk. Meliputi sedekah lahir berupa harta, tenaga, pikiran, sedekah doa (paling lemah). Dan sedekah batin berupa kasih sayang yang menghasilkan rasa nyaman, aman, tenteram. Memberi, atau donodriyah, dalam falsafah hidup Jawa disebut sebagai mulat laku jantraning bumi. Mengikuti sifat tabiat bumi yang selalu memberi kehidupan kepada seluruh makhluk tanpa kecuali, dan tanpa pilih kasih. Untuk menghayatinya, kita terlebih dahulu harus menjadi manusia yang memiliki instrumen lahir dan batin yang cukup ideal. Yakni menjadi manusia yang MERDEKA LAHIR &amp; BATIN, yang manusia yang tidak lagi tersekat-sekat oleh primordialisme agama, golongan, kepentingan politik, suku, dan ras.&lt;br /&gt;Sumber By sabdalangit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-7739692066205909906?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/7739692066205909906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=7739692066205909906' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7739692066205909906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7739692066205909906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2011/08/kritik-terhadap-laku-prihatin.html' title='KRITIK TERHADAP LAKU PRIHATIN'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-6193725463095657180</id><published>2011-05-07T12:44:00.002+07:00</published><updated>2011-05-07T12:49:02.195+07:00</updated><title type='text'>Karakter Orang Menurut  Hari Lahir/ Weton</title><content type='html'>1. Jumat Legi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Konon, mereka yang lahir pada hari ini cenderung bersifat jujur. Bahkan, mereka terkadang mungkin terlalu jujur, sebab mereka adalah tipe orang yang suka mengungkapkan pikiran mereka tanpa tedeng aling-aling! Mereka cukup teguh dengan pendirian mereka, tetapi sikap seperti ini terkadang juga menghambat kemampuan mereka untuk menerima orang lain secara apa adanya. Sebaiknya kita tidak memancing amarah mereka, karena mereka dapat bertindak ekstrim bila sedang naik darah. Meskipun demikian, mereka setia dan murah hati terhadap orang-orang yang dicintainya. Simpati mereka mudah timbul sehingga tidak keberatan untuk bertindak diluar jalur mereka untuk membantu teman atau bahkan orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sabtu Pahing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika anda lahir pada hari Sabtu Pahing, kemungkinan anda bersifat lekas naik darah! Untungnya, secepat anda memuntahkan kemarahan anda secepat itu pula anda melupakan penyebabnya. Semoga orang lain sebaliknya mudah memaafkan anda pula! Perlu diingat, bukanlah suatu hal yang menyakitkan untuk mengakui kesalahan yang kita lakukan. Akan tetapi meskipun anda memiliki semangat hidup yang tinggi yang terkadang berakibat pada kecerobohan, anda akan bersikap lebih waspada bila menyangkut materi. Anda adalah salah satu tipe yang selalu siap membantu teman yang sedang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Minggu Pon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda termasuk tipe yang sensitif. Mungkin karena takut disakiti, anda selalu melindungi perasaan anda. Hati dan pikiran anda mungkin cukup dalam, tetapi terkadang orang lain menganggap anda tertutup. Barangkali anda telah mengembangkan penilaian yang tajam terhadap baik-buruknya watak manusia. Dengan bakat ini, anda dapat menjadi seorang diplomat yang piawai -- atau malahan seorang manipulator yang licik! Yang jelas, anda selalu berusaha terlihat baik didepan teman-teman anda. Walaupun anda mungkin saja mengambil cara yang tidak langsung atau menunggu saat yang tepat, tetapi lama-lama anda pasti merebut kesempatan untuk memamerkan kelebihan anda, entah dari segi material ataupun intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Senin Wage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut kepercayaan Jawa, jika anda lahir pada hari Senin Wage anda jarang terjebak dalam keadaan yang memalukan! Ini dikarenakan anda suka merencanakan dan menimbang pilihan anda dengan hati-hati jauh sebelum mengambil tindakan. Anda cukup jujur dan tidak keberatan mendengarkan permasalahan orang lain. Berkat pendekatan anda yang tenang, anda mampu tampil meyakinkan di depan masyarakat, sehingga anda memiliki bekal menjadi diplomat yang baik. Meskipun demikian, sekali anda marah, anda tidak akan mau menerima alasan apapun. Anda terkadang begitu ndableg sehingga lebih baik anda dibiarkan sendiri saja untuk menjadi tenang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Selasa Kliwon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka yang lahir pada hari Selasa Kliwon terkenal bersifat ramah. Mereka begitu pandai mengungkapkan kata-kata yang tepat dalam berbagai situasi sehingga orang lain cukup mudah menyukainya -- atau malahan cukup mudah diperdayainya bila itu yang mereka inginkan! Anehnya, mereka juga terkenal berpendirian keras, walaupun kesan pertamanya mungkin tidak menunjukkan demikian. Mereka juga dapat bersikap sangat kritis terhadap orang lain pada saat-saat tertentu. Namun, anda tidak perlu berkecil hati bila menjadi sasaran penilaian tajam mereka: menunjukkan kesalahan anda barangkali hanyalah cara mereka membantu anda menjadi orang yang lebih sempurna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rabu Legi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda menghormati tata krama dan berpegang teguh pada falsafah hidup anda. Kejujuran adalah salah satu prioritas anda, sehingga anda membenci ketidakadilan. Anda sangat setia terhadap teman tercinta anda yang sangat banyak. Anda dikagumi oleh banyak orang karena kata-kata anda yang bijaksana. Lantas, apa gunanya selalu ingin mencampuri urusan orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kamis Pahing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda memiliki cita-cita yang besar disertai semangat baja untuk mewujudkannya. Anda selalu siaga mencari kesempatan untuk memajukan kepentingan anda. Tetapi hal itu bukanlah untuk anda semata; anda juga sangat mempedulikan keluarga dan selalu siap membantu saudara yang membutuhkan perlindungan atau pengasuhan. Meskipun demikian, anda mungkin perlu menjaga kecenderungan untuk selalu mengambil kesimpulan tanpa mengetahui fakta-fakta yang lengkap. Khusus dalam pergaulan anda, suatu dorongan untuk membantah tanpa lebih dahulu mengatur pikiran dan kata-kata mungkin akan dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai. Cara penyampaian anda sangat berpengaruh di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jumat Pon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut kepercayaan jawa, orang yang dilahirkan pada hari Jumat Pon perlu banyak bergaul dengan berbagai jenis orang. Konon, mereka berpembawaan tenang, serius dan bijaksana dalam berbicara. Mereka adalah tipe yang berjiwa sosial, murni dan jujur serta mudah bersimpati terhadap mereka yang tertindas. Mereka mudah beradaptasi dengan orang-orang di sekitar mereka dan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai situasi seperti seekor bunglon. Akan tetapi, kelebihan ini juga dapat menjadi kelemahan terbesar mereka, karena jika tidak disertai rasa percaya diri yang kuat mereka dapat dengan mudah dipengaruhi oleh pendapat dan kebiasaan buruk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sabtu Wage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika anda lahir pada hari Sabtu Wage, maka anda akan bersifat teguh pada pendirian dan sangat mudah naik darah jika rencana tidak berjalan sesuai dengan keinginan anda. Barangkali anda akan sedikit banyak bergelut dengan masalah seputar kepercayaan dan rasa memiliki, karena dikatakan bahwa anda bersifat agak cemburuan. Meskipun demikian, anda sangat setia dan murah hati terhadap orang-orang yang anda sukai. Di samping itu, anda memiliki bakat besar dalam mengatur rumahtangga anda agar tetap berjalan tenang. Anda benar-benar menyukai kemewahan dan sangat menghargai barang-barang yang berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Minggu Kliwon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Satu lagi tipe pendiam dengan pendirian tegas dan kemauan keras. Anda sangat pandai dalam membuat orang selalu menduga-duga perasaan anda yang sebenarnya. Anda sebetulnya cukup sensitif, tetapi jangan berharap orang lain akan mempercayainya pada saat mendengar anda beradu pendapat. Anda pandai bersosialisasi, pandai berbicara, dan memiliki bakat politik yang besar. Dengan kelebihan seperti ini, tidak mengherankan tipe-tipe seperti anda sering mencapai kedudukan yang tinggi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Senin Legi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kelompok ini suka berkeliling dan melihat-lihat dunia, entah secara fisik ataupun secara intelektual. Mereka juga suka berdebat. Namun, mereka tidak bersifat antagonis; kalangan ini sebenarnya terlalu sopan bahkan untuk bermimpi menyakiti perasaan orang lain. Konon mereka juga sangat murah hati. Tampaknya, mereka memiliki kepribadian yang cemerlang... jika saja mereka mau berhenti mencampuri urusan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Selasa Pahing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang-orang yang lahir pada hari Selasa Pahing konon bersifat santai dan dapat menerima orang lain apa-adanya. Mereka terampil dengan tangan mereka, suka menolong, dan mau berkorban banyak bagi orang yang mereka sayangi. Tetapi jangan tanya tentang orang-orang yang membuat mereka marah! Kalangan Selasa Pahing mempunyai reputasi terburuk dalam hal membalas dendam secara membabibuta. Meskipun mereka cenderung untuk cukup beruntung, mereka harus belajar untuk mengendalikan suatu kehausan pribadi yang mungkin membuat mereka agak serakah. Lalu di kemudian hari mereka dapat hidup tenang dan berbahagia, dikelilingi banyak teman yang baik dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Rabu Pon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada dasarnya, anda termasuk tipe yang penuh keberuntungan, karena anda selalu merencanakan tindakan anda dengan hati-hati, terbuka terhadap peluang yang baru, dan tidak mudah putus asa. Anda juga memiliki beberapa keterampilan sosial, sehingga sejelek apapun wajah anda, kemungkinan besar anda mudah bergaul dengan orang lain! Sisi buruknya, anda suka sekali pamer. Mungkin anda hanya haus perhatian sewaktu masih kecil, sehingga kini anda merasa harus membuat kagum semua orang dengan kepandaian atau kekayaan anda. Jadilah diri sendiri dan orang lain akan menyukai anda apa adanya. Akan lebih baik juga bila anda berusaha untuk tidak terlalu menyalahkan orang lain yang secara tidak sengaja menyakiti perasaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kamis Wage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang yang lahir pada hari Kamis Wage biasanya memiliki cita-cita setinggi langit. Tentu saja, terkadang harapan mereka terlalu tinggi, tetapi mereka juga berpegang pada aturan dan dapat cukup berhati-hati dalam mewujudkan tujuan mereka sehingga seringkali tercapai. Kalangan ini mungkin saja pandai, tetapi mereka sering terpaku pada jalan mereka dan biasanya tidak menghargai saran yang tidak mereka inginkan. Meskipun demikian, mereka dapat cukup mempesona orang lain dengan sopan-santunnya dan cenderung tampil baik dalam pergaulan. Mereka mungkin tidak suka menunjukkan perasaan mereka yang sebenarnya, tetapi mereka mudah dibujuk dengan rayuan -- beberapa patah kata yang manis dan mereka pasti mulai berpamer!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Jumat Kliwon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Karena sabar dan murah hati, anda mudah membuat orang menyukai anda. Mungkin hal ini juga dikarenakan gaya anda yang halus. Anda dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, karena anda cenderung mempunyai kemampuan, dapat berpikir secara luas, dan dapat mempengaruhi banyak orang dengan lidah anda yang pandai. Mungkin saja anda sedikit malas pada suatu saat, tetapi orang-orang akan tetap mencintai anda. Jelasnya, anda tidak akan pernah kekurangan teman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Sabtu Legi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda adalah salah seorang penggemar gaya hidup yang santai dan mewah. Bagi anda, kualitas selalu lebih penting daripada harga yang murah. Hal ini berlaku juga pada kehidupan sosial anda: Anda ingin berada disekitar orang-orang baik yang ber-IQ tinggi. Anda sendiri tidak kalah dari segi otak. Untungnya anda juga dapat menghargai pandangan orang lain. Tidak bisa dipungkiri, omongan anda terkadang sedikit tajam. Tetapi mengapa orang lain mau bersikap sarkatis terhadap anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Minggu Pahing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut pengertian tradisional, orang yang lahir pada hari Minggu Pahing diakui memiliki kemampuan yang mengagumkan di bidang apa saja yang digelutinya. Mereka adalah pribadi-pribadi kuat yang mampu mempertahankan pendapatnya dalam keadaan sulit sekalipun. Tetapi mereka juga berpikiran luas dan cenderung ditanggapi dengan baik dalam lingkungan sosial. Anehnya, kelompok ini dapat benar-benar ahli dalam menyembunyikan (atau memendam) perasaan-perasaan yang tidak enak seperti kemarahan, kesedihan, atau penyesalan. Kontrol diri semacam itu sangat menguntungkan bagi seorang politikus, doktor UGD, atau agen rahasia. Namun, semoga sifat ini tidak berakibat pula pada terpendamnya perasaan-perasaan yang semestinya ditunjukkan secara terbuka kepada orang-orang yang mereka cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Senin Pon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika anda lahir pada hari Senin Pon, anda adalah seseorang yang penuh kontradiksi. Anda mungkin terlihat sebagai orang yang tangguh, yang suka tampil kuat, bahkan dengan bangga memamerkan kekayaan anda (atau kepandaian anda bila hanya itu yang anda miliki!). Namun, anda sebenarnya adalah seseorang yang sangat perasa. Orang lain akan selalu terkejut bila mendapati betapa ramah, sopan dan bertanggung jawab anda sebenarnya. Tidakkah anda merasa lebih baik sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Selasa Wage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda tidak suka membesar-besarkan diri. Bahkan, anda lebih sering mengalah kepada orang yang lebih cerewet daripada mempersoalkan hal-hal yang remeh. Meskipun demikian, anda bersemangat baja. Beberapa orang mungkin mengatakan anda sedikit kaku. Namun, ada pula yang akan menganggap anda teramat ndableg. Di samping itu, andaikata anda merasa terancam, ego anda yang sensitif akan sangat mudah terusik sehingga anda cenderung bersikap cemburu. Meski demikian, terkadang lawan-lawan anda pun akan mengagumi nafsu anda yang besar akan ilmu pengetahuan dan tekad kuat yang memungkinkan anda menelaah secara mendalam hal-hal yang menarik perhatian anda. Bila keadaan mulai memburuk anda akan tetap bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Rabu Kliwon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda adalah pemikir sejati dengan sikap lembut disertai gaya duniawi yang mempesona yang mudah menarik orang lain kepada anda. Dikarenakan bakat alami anda akan bahasa dan kepekaan terhadap perasaan orang lain, maka anda memiliki potensi untuk menjadi seorang pembicara besar. Banyak di antara orang yang lahir pada hari Rabu Kliwon menjadi orator atau penulis yang handal. Anda berseri-seri bila mendapatkan pujian (sebenarnya siapa yang tidak?), akan tetapi mungkin anda perlu belajar untuk tidak terlalu memasukkan kritikan orang lain ke dalam hati. Waspadalah agar kelemahan anda terhadap kata-kata yang manis tidak membuat anda terlalu mudah diperdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Kamis Legi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka yang lahir pada hari Kamis Legi memiliki cita-cita yang mulia dan nilai-nilai yang tinggi. Mereka terkadang amat bijaksana, dikarenakan kemampuannya untuk melihat prospek jangka panjang dari suatu hal. Walaupun demikian, mereka harus mampu bersikap tabah dan berhati-hati jika ingin melihat keberhasilan ide-ide mereka yang besar. Masalahnya, meskipun kalangan ini cenderung berpandangan luas, mereka sering terjerumus dalam pernik-pernik kehidupan sehari-hari. Mereka termasuk tipe yang selalu membutuhkan pujian. Namun, kemungkinan dukungan tidak terlalu sulit diperolehnya, sebab mereka biasanya dikelilingi oleh banyak teman (kelompok ini terkenal memiliki kemampuan bergaul yang luar biasa). Sementara itu timbul pertanyaan; benarkah hanya keinginan untuk membantu ataukah dorongan tersembunyi untuk menguasai lingkungannya yang selalu membuat mereka mencampuri urusan orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Jumat Pahing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada dasarnya, anda adalah pembicara yang menyenangkan dengan cita-cita tinggi dan hati yang jujur. Apalah artinya jika anda bersikap sedikit boros! Anda bakal memperoleh banyak poin dari mereka yang ingin melihat anda berhasil -- bahkan jika anda tidak selalu memanjakan mereka. Anda kelihatan begitu mudah dimanfaatkan sehingga orang tidak akan menyangka bahwa anda akan mampu bersikap gigih (baca: keras kepala?) atau menduga betapa ganasnya anda bila sedang mengalami hari yang menjengkelkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Sabtu Pon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda memiliki ego yang besar dan selalu ingin menjadi penguasa di dalam lingkungan anda. Meskipun demikian, anda bukanlah tipe orang yang sulit: bila seseorang mengecewakan anda, anda akan memaafkan dan melupakannya dengan cukup mudah -- asalkan mereka mengakui kesalahannya dan memohon maaf di kaki anda! Anda suka membayangkan diri sebagai orang yang kaya dan terkenal. Hal ini tidak berarti secara otomatis anda materialistis. Namun, jika para peramal Jawa dapat dipercaya, anda memang menikmati suasana yang mewah dan tidak sungkan memperlihatkan kelebihan anda dalam hal materi. Mungkin hal ini berhubungan dengan masa kecil yang kurang bahagia dari segi emosional atau ekonomi. Semoga saja anda tidak terlalu pelit untuk membagi keberuntungan dengan teman-teman anda. Ingatlah bahwa mereka yang banyak memberi akan banyak menerima pula!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Minggu Wage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka yang lahir di hari Minggu Wage konon bersifat pemurah dan mudah menaruh iba. Mereka tahu cara-cara untuk menghibur orang yang sedang menderita. Mereka merupakan pekerja keras pula. Akan tetapi, mereka terkadang terlalu teguh dalam pendirian -- bahkan sangat keras kepala! Meskipun mereka pandai menenangkan perasaan orang lain, mereka tidak akan menunjukkan perasaan mereka sendiri dengan mudah. Mungkinkah hal ini merupakan pengendalian emosi dari diplomat, doktor UGD, atau pemadam kebakaran, atau justru kewaspadaan yang berlebihan terhadap kemungkinan disakiti oleh orang-orang yang telah mereka percayai? Mereka sendiri yang harus menjawab pertanyaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Senin Kliwon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Kehormatan keluarga" adalah prinsip kalangan Senin Kliwon. Anda terkenal karena pengabdian anda terhadap orang tua, anak, kakak-adik, bahkan sering pula kerabat jauh. Anda bersedia mengorbankan semuanya untuk membela keluarga anda. Anda memiliki perasaan yang kuat terhadap asal anda, bahkan mungkin juga terhadap negara tempat anda lahir. Sayangnya, segala hal cenderung terlalu dimasukkan hati, sehingga anda mudah tersinggung. Terkadang perlu waktu untuk membuat anda tenang kembali. Meskipun demikian, pada dasarnya anda mudah memaafkan dan tidak suka mendendam. Anda pandai dengan kata-kata dan mungkin dapat menjadi seorang pembicara atau penulis yang baik jika anda tertarik pada pekerjaan semacam itu. Orang lain menghargai keramahan, kesopanan dan kelembutan anda yang terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Selasa Legi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika anda lahir pada hari Selasa Legi, anda akan memiliki kepribadian yang kuat. Anda tidak akan suka melihat orang menghalangi anda, dan tidak akan mau mengalah (walaupun dalam hal yang sebenarnya sepele) agar orang lain tidak merasa sakit hati. Sesungguhnya, popularitas anda tidak akan berkurang jika anda mau belajar sedikit berkompromi. Bila tidak, dorongan anda untuk berkuasa dapat membuat anda membuang banyak tenaga dalam adu kekuatan dengan teman, pasangan, atau majikan. Tetapi bagaimanapun kekurangan tersebut, anda adalah tipe yang jujur dan suka bekerja keras, yang memiliki cita-cita tinggi dan minat yang tak terpuaskan terhadap ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Rabu Pahing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang-orang ini suka mempertimbangkan segala sesuatu sebelum melakukan suatu tindakan. Mereka akan merenungkan segala kemungkinan hingga puas terhadap hasil yang dapat dicapai. Kelompok ini mungkin terlihat cukup santai, tetapi jangan terkecoh! Mungkin dikarenakan sedikit rasa kurang percaya diri yang membuat mereka bersikap angkuh. Namun, tidak dapat dipungkiri banyak peramal Jawa juga mengatakan bahwa mereka memang tidak suka berbagi dengan yang lain. Kewaspadaan mereka mungkin terlihat berlebihan saat rasa curiga mereka timbul. Orang-orang ini sangat perlu belajar untuk bersikap lebih santai dan menurunkan pertahanan mereka. Untungnya mereka memiliki prinsip untuk tidak mencampuri urusan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Kamis Pon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika anda lahir di hari Kamis Pon, anda biasanya memiliki cita-cita tinggi dan tujuan-tujuan mulia yang berusaha anda wujudkan sekuat tenaga. Anda memiliki pikiran yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu, serta suka mempelajari hal-hal baru yang dapat memperluas wawasan anda. Meskipun demikian, dengan kecenderungan untuk berpikir dan bertindak dalam skala besar, kebanggaan serta rasa percaya terhadap kekayaan materi atau kepandaian dapat dengan mudah menjadi kelemahan anda pada suatu saat. Anda bukanlah tipe orang yang suka banyak bergaul dan tidak tertarik pada urusan orang lain. Tampaknya anda cukup puas dengan mengandalkan kemampuan pribadi untuk memahami suatu situasi dan menghindarkan diri dari pengaruh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Jumat Wage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka yang terlahir pada hari Jumat Wage terkenal sangat mengasihi dan mudah menaruh iba kepada sesama manusia. Oleh karena itu, anda berpotensi menjadi Ibu Teresa kecil yang selalu bersedia membantu mereka yang membutuhkan. Anda memiliki karakter yang sangat jujur, kemurnian hati, dan juga kesetian yang sesuai dengan julukan tersebut. Anda tidak pernah membesar-besarkan kemampuan anda sendiri, padahal di dalam hati anda sesungguhnya adalah orang yang tegar. Sangatlah sulit membuat anda mengubah keputusan yang telah anda tetapkan. Keyakinan anda dapat sangat mengagumkan... atau bahkan hanya suatu kebodohan. Anda mungkin perlu belajar untuk menerima saran dari orang lain yang bermaksud baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Sabtu Kliwon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Justru orang seperti ini yang anda perlukan di pesta anda berikutnya, karena mereka begitu ramah, sopan, dan mudah terkesan, sehingga mereka dengan mudah membuat orang lain merasa betah di rumah anda. Mereka juga pintar mengucapkan kata-kata yang menyenangkan. Bahkan, mereka yang terlahir pada hari Sabtu Kliwon termasuk salah satu kalangan yang memiliki bakat alamiah dalam berbicara dan menulis jika mereka memilihnya sebagai pekerjaan. Mereka cenderung memperlakukan semua orang dengan baik, bahkan musuh mereka sendiri! Mereka tidak dikenal sebagai orang tegar yang berpegang pada pendiriannya. Akan sangat berguna jika mereka mau mengembangkan sedikit keberanian dan ketegasan, karena kelompok ini cenderung sangat mudah menyerah pada rintangan pertama. Mereka biasanya memperhitungkan dengan cermat segala tindakan yang akan mereka ambil. Dengan demikian muncullah pertanyaan: mengapa mereka sangat mudah terkecoh oleh penampilan seseorang atau sesuatu? Mereka adalah pelanggan impian para pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Minggu Legi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hanya sedikit orang yang diperkenankan mengetahui isi hati anda yang terdalam. Anda termasuk tipe orang yang tegas dan pendiam. Anda terlihat sangat tenang dan terkendali, bahkan saat anda terbakar amarah, senyuman misterius itu tidak akan pernah lepas dari bibir anda. Maka dari itu, pada saat anda melepaskan perasaan anda, baik cinta ataupun benci, hal itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi orang-orang di sekitar anda. Anda berwatak cerdik, bahkan terkadang licik, dan pandai dalam mengorek rahasia. Anda mudah tertarik pada hal yang aneh, mistis, atau misterius. Mencampuri urusan orang lain sangat menyenangkan bagi anda. Oleh karenanya, anda mungkin bisa menjadi seorang detektif, agen rahasia atau psikiater yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Senin Pahing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda suka menyampaikan pendapat dengan tegas, dan tidak akan terpengaruh oleh omongan orang lain bila tidak menemukan alasan untuk mempercayainya. Meskipun demikian, anda adalah seorang yang perasa, jujur, beriba, dan bercita-cita tinggi. Anda adalah pekerja giat yang tidak suka menghambur-hamburkan hasil jerih payah. Cobalah untuk mengendalikan perasaan anda yang sensitif agar tidak selalu memasukkan dalam hati setiap perkataan atau tindakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Selasa Pon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kalangan ini sangat menyukai kemewahan. Tingkat pemborosan mereka biasanya tergantung pada kemampuan finansial yang ada, tetapi keinginan yang kuat akan kehidupan yang serba mewah akan selalu mereka rasakan. Meskipun cenderung untuk melindungi perasaan mereka sendiri, mereka dapat menjadi sangat setia dan murah hati kepada orang-orang yang sesuai dengan standar pribadi mereka. Akan tetapi, sekali anda dekat berarti anda telah menjadi milik mereka seutuhnya, dan karena kalangan ini sering terbawa kekhawatiran akan ancaman (nyata maupun khayalan) maka tidak mengherankan jika rasa cemburu selalu menyertai mereka dalam setiap hubungan. Meskipun mereka yang dilahirkan pada hari Selasa Pon terkenal bersifat tertutup, mereka dapat bersikap cukup ramah dalam kehidupan sosial. Barangkali anda tidak akan menduga bahwa mereka berpendirian sangat kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Rabu Wage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Secara umum, mereka yang lahir pada hari Rabu Wage bersifat baik hati dan ramah. Meskipun terkadang kata-kata mereka agak keras, mereka biasanya mudah bergaul dengan orang lain serta menjunjung tinggi kejujuran dan niat baik. Mereka suka menimbang pilihan mereka dengan cermat sebelum melaksanakannya, dan dalam hal ini mereka memiliki cukup banyak kebijaksanaan. Bisa saja mereka suka menikmati barang-barang dan pelayanan yang mewah, tetapi mereka bukan tipe pemboros. Mereka sangat menghargai uang mereka, dan terkadang beberapa dari mereka dapat bersikap sangat irit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Kamis Kliwon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda memiliki rencana-rencana besar dalam hidup anda. Bahkan, terkadang cita-cita anda sedikit terlalu besar sehingga anda menjadi korban dari imajinasi anda yang terlalu aktif saat keadaan berada diluar jangkauan anda. Meskipun demikian, anda tidak mudah menyerah, dan sikap anda yang optimis dan terhormat akan membuat anda diterima dengan baik oleh kebanyakan orang. Anda suka menjadi pemimpin, akan tetapi terlebih dulu anda harus mengendalikan kecenderungan anda untuk terlalu memasukkan hati ide dan tindakan orang lain yang mungkin berbeda dari sudut pandang anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: spiritual.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-6193725463095657180?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/6193725463095657180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=6193725463095657180' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/6193725463095657180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/6193725463095657180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2011/05/karakter-orang-menurut-hari-lahir-weton.html' title='Karakter Orang Menurut  Hari Lahir/ Weton'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-7747031556073959627</id><published>2011-05-07T12:40:00.001+07:00</published><updated>2011-05-07T12:42:12.543+07:00</updated><title type='text'>Wariga Gemet - Dina Ala : Nopember 2011</title><content type='html'>a. Dina Ala # 1 :   Rebo Wage - 2 Nopember 2011&lt;br /&gt;b. Tanggal Jawa :   06 Besar 1944&lt;br /&gt;c. Sadwara - Wuku :   Tungle . Kulawu&lt;br /&gt;d. Dina Ala :   - - - - Bangas Padewan 06 Besar -&lt;br /&gt;a. Dina Ala # 2 :   Jemuwah Legi - 4 Nopember 2011&lt;br /&gt;b. Tanggal Jawa :   08 Besar 1945&lt;br /&gt;c. Sadwara - Wuku :   Wurukung . Kulawu&lt;br /&gt;d. Dina Ala :   - Sengkan Wurukung Legi - - - -&lt;br /&gt;a. Dina Ala # 3 :   Minggu Pon - 6 Nopember 2011&lt;br /&gt;b. Tanggal Jawa :   10 Besar 1945&lt;br /&gt;c. Sadwara - Wuku :   Uwas . Dukut&lt;br /&gt;d. Dina Ala :   Kaladite Dukut Minggu Pon - - - Naasing Tanggal 10 Besar - -&lt;br /&gt;a. Dina Ala # 4 :   Selasa Kliwon - 8 Nopember 2011&lt;br /&gt;b. Tanggal Jawa :   12 Besar 1945&lt;br /&gt;c. Sadwara - Wuku :   Tungle . Dukut&lt;br /&gt;d. Dina Ala :   - - - Naasing Tanggal 12 Besar - -&lt;br /&gt;a. Dina Ala # 5 :   Rebo Pon - 16 Nopember 2011&lt;br /&gt;b. Tanggal Jawa :   20 Besar 1945&lt;br /&gt;c. Sadwara - Wuku :   Wurukung . Watugunung&lt;br /&gt;d. Dina Ala :   - - - - Bangas Padewan 20 Besar -&lt;br /&gt;a. Dina Ala # 6 :   Kemis Wage - 17 Nopember 2011&lt;br /&gt;b. Tanggal Jawa :   21 Besar 1945&lt;br /&gt;c. Sadwara - Wuku :   Paningron . Watugunung&lt;br /&gt;d. Dina Ala :   - Sengkan Paningron Wage - - - -&lt;br /&gt;a. Dina Ala # 7 :   Jemuwah Kliwon - 18 Nopember 2011&lt;br /&gt;b. Tanggal Jawa :   22 Besar 1945&lt;br /&gt;c. Sadwara - Wuku :   Uwas . Watugunung&lt;br /&gt;d. Dina Ala :   - Sengkan Uwas Kliwon - - - -&lt;br /&gt;a. Dina Ala # 8 :   Senen Pon - 21 Nopember 2011&lt;br /&gt;b. Tanggal Jawa :   25 Besar 1945&lt;br /&gt;c. Sadwara - Wuku :   Aryang . Sinta&lt;br /&gt;d. Dina Ala :   Samparwangke Sinta Senen Pon - - - - - Naasing Nabi 25 Besar&lt;br /&gt;a. Dina Ala # 9 :   Rebo Pahing - 30 Nopember 2011&lt;br /&gt;b. Tanggal Jawa :   04 Suro 1945&lt;br /&gt;c. Sadwara - Wuku :   Uwas . Landhep&lt;br /&gt;d. Dina Ala :   Taliwangke Landhep Rebo Pahing - - - - -&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: KDM Wetan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-7747031556073959627?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/7747031556073959627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=7747031556073959627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7747031556073959627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7747031556073959627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2011/05/wariga-gemet-dina-ala-nopember-2011.html' title='Wariga Gemet - Dina Ala : Nopember 2011'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-7987085491801394606</id><published>2009-07-15T10:09:00.001+07:00</published><updated>2009-07-15T10:16:26.588+07:00</updated><title type='text'>Tahun Masehi</title><content type='html'>Pengaruh kebudayaan Hindu yang sangat kuat di tanah Jawa akhirnya mendapat saingan dengan datangnya kebudayaan Islam. Pengaruh Islam semakin kuat sampai akhirnya pada abad ke-16 masehi Kerajaan Jawa mulai menggunakan sistem penanggalan Arab yang disebut Tahun Hijriah. Sistem penanggalan ini secara resmi digunakan oleh kerajaan Jawa Islam, tetapi sebagian masyarakat masih tetap menggunakan perhitungan Saka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tahun Hijriah adalah termasuk tahun Komariah, yaitu mengikuti perputaran bulan. Dalam satu tahun Hijriah berarti bulan mengitari bumi sebanyak 12 kali. Jumlah hari dalam sebulan pada tahun Hijriah berjumlah 29 dan 30 hari. Sehingga satu tahun Hijriah berjumlah 354 atau 355 hari (bulan Zulhijjah berumur 29 atau 30 hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tahun Hijriah perlu diberlakukan di Jawa pada masa itu karena kerajaan-kerajaan Islam harus menyamakan kalender kerajaan dengan peringatan-peringatan penting dalam agama Islam. Pada masa itu, hari-hari besar Islam diperingati sebagai acara resmi kerajaan, misalnya Idul Fitri setiap tanggal 1 Syawal, Idul Adha setiap tanggal 10 Zulhijjah, dan Mauludan setiap 12 Rabi’ul Awal yang sampai saat ini selalu diperingati secara besar-besaran dalam acara Sekaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tahun Arab (Hidjrah) dimulai dari tahun Masehi 622 ialah hijrahnya Nabi Muhammad S.A.W. dari Mekah ke Madinah. Perhitungan tahun Arab itu menurut jalannya bulan. Tahun Wastu umurnya 354 hati. Tahun Kabisat umurnya 355 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tahun Arab itu berkelompok 30 tahun. Tiap-tiap 30 tahun ada tahunnya Kabisat 11, ialah tahun ke 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, dan 29.        Bagi hari yang perlu dirayakan, umpamanya hari mulai bulan puasa dan hari Idul Fitri, sering tidak cocok dengan penanggalan, hal ini sering terjadi perbedaan rukjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Sumber By semarasanta.wordpress dotcom&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-7987085491801394606?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/7987085491801394606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=7987085491801394606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7987085491801394606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7987085491801394606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/07/tahun-masehi_15.html' title='Tahun Masehi'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-4095946403596366856</id><published>2009-07-15T10:09:00.000+07:00</published><updated>2009-07-15T10:16:23.691+07:00</updated><title type='text'>Tahun Masehi</title><content type='html'>Pengaruh kebudayaan Hindu yang sangat kuat di tanah Jawa akhirnya mendapat saingan dengan datangnya kebudayaan Islam. Pengaruh Islam semakin kuat sampai akhirnya pada abad ke-16 masehi Kerajaan Jawa mulai menggunakan sistem penanggalan Arab yang disebut Tahun Hijriah. Sistem penanggalan ini secara resmi digunakan oleh kerajaan Jawa Islam, tetapi sebagian masyarakat masih tetap menggunakan perhitungan Saka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tahun Hijriah adalah termasuk tahun Komariah, yaitu mengikuti perputaran bulan. Dalam satu tahun Hijriah berarti bulan mengitari bumi sebanyak 12 kali. Jumlah hari dalam sebulan pada tahun Hijriah berjumlah 29 dan 30 hari. Sehingga satu tahun Hijriah berjumlah 354 atau 355 hari (bulan Zulhijjah berumur 29 atau 30 hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tahun Hijriah perlu diberlakukan di Jawa pada masa itu karena kerajaan-kerajaan Islam harus menyamakan kalender kerajaan dengan peringatan-peringatan penting dalam agama Islam. Pada masa itu, hari-hari besar Islam diperingati sebagai acara resmi kerajaan, misalnya Idul Fitri setiap tanggal 1 Syawal, Idul Adha setiap tanggal 10 Zulhijjah, dan Mauludan setiap 12 Rabi’ul Awal yang sampai saat ini selalu diperingati secara besar-besaran dalam acara Sekaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tahun Arab (Hidjrah) dimulai dari tahun Masehi 622 ialah hijrahnya Nabi Muhammad S.A.W. dari Mekah ke Madinah. Perhitungan tahun Arab itu menurut jalannya bulan. Tahun Wastu umurnya 354 hati. Tahun Kabisat umurnya 355 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tahun Arab itu berkelompok 30 tahun. Tiap-tiap 30 tahun ada tahunnya Kabisat 11, ialah tahun ke 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, dan 29.        Bagi hari yang perlu dirayakan, umpamanya hari mulai bulan puasa dan hari Idul Fitri, sering tidak cocok dengan penanggalan, hal ini sering terjadi perbedaan rukjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Sumber By semarasanta.wordpress dotcom&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-4095946403596366856?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/4095946403596366856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=4095946403596366856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/4095946403596366856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/4095946403596366856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/07/tahun-masehi.html' title='Tahun Masehi'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-4138019338520722937</id><published>2009-07-15T09:56:00.000+07:00</published><updated>2009-07-15T10:06:12.400+07:00</updated><title type='text'>Tahun Jawa</title><content type='html'>Berdirinya kerajaan Mataram Islam memberi warna baru dalam sejarah penanggalan di Jawa. Tepatnya ketika pemerintahan Sri Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma, ditetapkanlah pemberlakuan Tahun Jawa. Adapun sistem penanggalan Tahun Jawa adalah mengikuti penanggalan Hijriah, yaitu berdasarkan perputaran bulan, atau disebut Komariah. Sistem penanggalan ini disepakati berlaku di seluruh wilayah Mataram, yaitu pulau Madura dan seluruh Jawa (kecuali Banten yang bukan kekuasaan Mataram). Hari itu Jum’at Legi tanggal 1 Muharram 1043 Hijriah bertepatan dengan tahun Saka 1555, dan tahun 1633 Masehi, ditetapkan sebagai awal Tahun Jawa 1555 (melestarikan peninggalan penanggalan Saka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada tiga hal penting dalam pemberlakuan Tahun Jawa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Mempertahankan kebudayaan asli Jawa dengan mewadahi Pawukon dan sebangsanya yang diperlukan dalam memperingati hari kelahiran orang Jawa, mengerti watak dasar manusia dan prediksi peruntungan menurut Primbon Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Melestarikan kebudayaan Hindu yang kaya akan kesusasteraan, kesenian, arsitektur candi dan agama. Hal ini sangat penting karena kebudayaan Hindu telah berhasil menghiasi dan memperindah budaya Jawa selama berabad-abad sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Menyelaraskan kebudayaan Jawa dengan kebudayaan Arab. Sistem penanggalan Tahun Jawa yang serupa dengan penanggalan Hijriah yaitu Komariah, akan memudahkan masyarakat Islam di Jawa untuk menjalankan ibadahnya berkaitan dengan hari-hari suci/besar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan begitu, penanggalan Tahun Jawa mampu mengakomodasi tiga golongan utama masyarakat Jawa ketika itu, yaitu golongan orang Jawa kuno (asli), golongan masyarakat Hindu, dan golongan umat Islam.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Jawa yang berlaku sekarang ini menurut perhitungan tahun Saka, ialah tahun ketika raja Saliwahana (Adji Saka) di Hindustan naik tahta kerajaan. Tahun kenaikan raja itu diperingati tahun 1. Ketika itu tahun masehi kebetulan tahun 78.   Ketika tahun masehi 1633, perhitungan tahun Saka disesuaikan dengan tahun Hijriyah (tahun Arab), hanya angka tahun yang masih tetap, ialah tahun 1555. Cara menyesuaikan itu tidak seluruhnya, masih banyak hal-hal yang terus dipakai hingga sekarang. Nama hari dan bulan meniru nama Arab hanya ucapannya yang berubah. Tahun Jawa itu dibagi menjadi kelompok-kelompok. Tiap-tiap kelompok umurnya 8 tahun. Tiap-tiap 8 tahun dinamakan 1 windu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Windu itu ada 4. Satu windu dinamakan: tumbuk satu kali. Empat windu adalah tumbuk 4 kali (32 tahun). Demikian seterusnya. Tumbuk ini biasanya untuk memperingati umur orang. Umpamanya: lahir pada hari Sabtu Pahing tanggal 25 Rajab 1878. Delapan tahun kemudian ialah pada tahun 1886 pada bulan Rajab tanggal 25 tepat pada hari Sabtu Pahing, ialah hari kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windu empat itu mempunyai arti dan watak sendiri-sendiri ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Windu Adi    =          utama (banyak tingkah laku baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kunthara     =          kelakuan (banyak tingkah laku baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Sengara      =          banjir (banyak air, sungai banjir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Sanjaya      =          kekumpulan (banyak teman biasa menjadi teman karib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Jawa dalam 1 windu itu ada namanya sendiri-sendiri ialah Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Dalam 1 windu (8 tahun) ada tahunnya Kabisat 3 ialah pada tahun ke 2 (Ehe), ke 4 (Je) dan ke 8 (Jimakir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena menurut perhitungan tahun Jawa dalam 1 windu ada tahunya Kabisat 3, dalam 120 tahun (15 x 8 tahun), tahunnya Kabisat ada 15 x 3 = 45. Sedang menurut perhitungan tahun Arab tiap-tiap 30 tahun, tahunnya Kabisat ada 11. Dalam 120 tahun, tahunnya Kabisat ada 11 x 4 = 44. Jadi perhitungan tahun Jawa dalam 120 tahun, tahunnya Kabisat lebih satu dari pada tahun Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Agar perhitungan tahun Jawa sama dengan perhitungan tahun Arab, tiap-tiap 15 windu (120 tahun), ada tahunnya kabisat Jawa 1 yang dihilangkan. Hilangnya tahun kabisat 1 itu menyebabkan gantinya huruf, ialah hari pertama pada windu. Jadi huruf itu gantinya tiap-tiap 120 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Perhitungan tahun Jawa 120 tahun itu rupa-rupanya tidak begitu ditaati. Buktinya dalam tahun 1674 (tahun masehi 1748/49) tahun Jawa telah disesuaikan lagi dengan tahun Arab, ialah dengan membuang tahun kabisat 1. Pada tahun 1748 (tahun masehi 1820/210), jadi belum 120 tahun, telah disesuaikan lagi dengan membuang satu hari lagi (hari mulai windu-churup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu yang berlaku ialah churup Jamngiah. Pada tanggal 11 Desember 1749 churup itu dijadikan churup Kamsiah dan pada tanggal 28 September 1821 disesuaikan lagi jadi churup Arbangiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tahun Jawa telah disesuaikan dengan tahun Arab tiap-tiap 120 tahun sekali, akan tetapi tanggalnya tidak tentu berbarengan. Karena, kecuali beda kelompoknya, tahun Kabisat Jawa itu jalannya tidak berbarengan dengan tahun Kabisat Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dari pada itu ada pula yang harus kita ingatkan, ialah umur bulan dalam tahun Je dan Dal. Mulai tahun 1547 (churup Jamngiah) hingga tahun 1674 (akan ganti churup Kamsiah), tahun Je belim dijadikan tahun Kabisat, masih jadi tahun wastu. Umurnya bulan tidak berganti-ganti 30 dengan 29 hari, akan tetapi: 30, 30, 29, 29, 29, 29, 30, 29, 30, 29, 30, 30 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak churup Kamsiah, tahun Je baru dijadikan tahun Kabisat. Sebab demikian, agar tanggal 12 Mulud dalam tahun Dal (grebeg Mulud) jatuh pada hari Senin Pon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tahun Dal dalam churup Jamngiah (1547-1674) dijadikan tahun Kabisat. Akan tetapi mulai churup Kamsiah (1677-1748) tahun Dal lalu dijadikan tahun Wastu. Mulai churup Arbangiah (1749) umur bulan dalam tahun itu dirobah lagi, tidak berganti-ganti 30 dengan 29 hari, akan tetapi: 30, 30, 29, 29, 29, 29, 30, 29, 30, 29, 30, 30 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai churup Salasiah (1867), menurut perhitungan, tanggal 12 Mulud dalam tahun Dal sudah tidak jatuh pada hari Senin Pon. Nama tahun Jawa itu kecuali seperti yang tersebut di atas, masih ada namanya lain. Nama tahun seperti yang tersebut dibawah ini adalah untuk mengetahui banyak sedikitnya hujan dalam tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui nama tahun itu, ialah jika tanggal 1 Sura jatuh pada hari:&lt;br /&gt;Jumat, dinamakan tahun Sukraminangkara (tahun udang). Wataknya: sedikit hujan.&lt;br /&gt;Sabtu, dinamakan tahun Tumpak-maenda (tahun kambing). Wataknya: sedikit hujan.&lt;br /&gt;Ahad, dinamakan tahun Ditekalaba (tahun kalabang). Wataknya: sedikit hujan.&lt;br /&gt;Senin, dinamakan tahun Somawertija (tahun cacing). Wataknya: sedikit hujan.&lt;br /&gt;Selasa, dinamakan Anggarawrestija (tahun kodok). Wataknya: banyak hujan.&lt;br /&gt;Rabu, dinamakan Buda-wiseba (tahun kerbau). Wataknya: banyak hujan.&lt;br /&gt;Kamis, dinamakan Respati-mituna (tahun mimi). Wataknya: banyak hujan.&lt;br /&gt;Bulan/Mangsa &lt;br /&gt;Tarikh Jawa Versi 1 &lt;br /&gt;Tarikh Jawa Versi 2 &lt;br /&gt;Jawa &lt;br /&gt;Saka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pebruari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember &lt;br /&gt;Srawana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhadrapada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aswina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margasira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Phalguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caitra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waishaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jyestha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asadha &lt;br /&gt;Suro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakdo Mulud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumadil Awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumadil Akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rejeb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hapit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar &lt;br /&gt;Kaso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katigo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaptu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawolu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasongo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasadaso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhestho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodho &lt;br /&gt;Kasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawolu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasanga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara sumber semarasanta.wordpress dot com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-4138019338520722937?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/4138019338520722937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=4138019338520722937' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/4138019338520722937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/4138019338520722937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/07/tahun-jawa.html' title='Tahun Jawa'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-975781617924921047</id><published>2009-06-23T11:55:00.003+07:00</published><updated>2009-06-23T12:13:48.332+07:00</updated><title type='text'>Kayu, Kegunaan &amp; Daya Yang Dipunyainya</title><content type='html'>Kayu, Kegunaan &amp; Daya Yang Dipunyainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikalangan masyarakat kita, terutama yang ada di Pulau Jawa, ada yang mempunyai keyakinan bahwa untuk beberapa jenis kayu tertentu, ada yang memiliki daya gaib dan khasiat tertentu. Asal kayu tersebut bisa saja karena berasal dari pohon atau kayu bekas tempat keramat atau yang dikeramatkan seperti makam leluhur, para Wali atau karena langka, susah mendapatkannya atau bisa juga karena memiliki sifat khusus yang tidak dimiliki kayu lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat tuah kayu tergantung dari tempat tumbuh, lingkungan dan tata cara pengambilannya yang kadangkala memerlukan sesajian. Selain itu gambar yang ada pada kayu karena proses alam atau pembusukan atau penyakit pohon kadangkala diyakini memiliki pengaruh gaib juga, contohnya Pelet Kendhit pada warangka keris dari kayu Timaha dipercaya memiliki daya mengikat tamu hingga mereka tidak meninggalkan tempat hajatan sebelum acara selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kepercayaan ini terdapat juga dibeberapa suku bangsa lain, bukan hanya bangsa kita saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengacu beberapa sumber, a.l. Drs. Budihardono, Ir. Bambang W.B. , R. Oesodo, Ir. Wibatsu HS dan sumber lainnya diuraikan dibawah beberapa jenis kayu yang secara tradisional dianggap bertuah. Penyertaan nama latin untuk menambah informasi mengenai jenis kayu tersebut, untuk beberapa nama latin yang dirasa kurang tepat diberi tanda (?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Asam Jawa, Celagi, Tangkal Acem (Tamarindus Indicus Linn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon Asam sangat popular di Indonesia dengan tinggi mencapai 30 m dan diameter mencapai 60 – 70 cm. Daun dan buahnya banyak digunakan untuk obat. Asam Kawak adalah buah asam yang telah dibersihkan dari biji dan seratnya kemudian dikukus sekitar 10 menit, diberi sedikit garam, dibentuk seperti bola dan dijemur disinar matahari. Asam kawak ini digunakan untuk obat macam macam, diantaranya penyakit tenggorokan. Bijinya disebut Klungsu, diyakini dapat menolak roh jahat, khususnya dari Kerajaan Kidul. Biji asam yang hitam legam sebanyak 3-9 biji jika ditaruh dalam lampu mobil/motor dipercaya dapat menghindari kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh mahluk halus. Bagian hitam dari teras asam dinamakan Galih Asam, bertuah untuk keselamatan, menolak Jin jahat dan anti tenung. Jika dipukulkan pada seseorang yang mempunyai daya magic hitam maka biasanya akan punah kesaktiannya. Galih Asam hanya baik dipakai oleh pemimpin berhati “Satriya Pandita”, kayu ini juga bagus untuk Warangka Keris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Awar-awar, Dausalo, Bar-abar, Sirih Popar (Ficus Septica Burm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdu yang banyak tumbuh di tempat agak basah ini hampir tumbuh diseluruh Nusantara, dari akar sampai daun mempunyai kegunaan. Akarnya ditumbuk dengan Adas Pulowaras dan airnya diperas dapat digunakan untuk mengobati keracunan ikan, gadung (Dioscorea hispida dennst.) dan kepiting. Jika ditumbuk dengan segenggam akar alang-alang dan airnya diperas merupakan obat muntah yang sangat manjur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun awar-awar sering digunakan untuk menolak setan. Jaman dulu daunnya banyak dimanfaatkan untuk membuat tikee, yaitu daun awar-awar diiris halus kemudian dicampur candu. Dalam bentuk bulatan kecil ini tikee dibakar didalam alat penghisap madat khusus yang dinamakan "bedhutan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali pohon awar-awar yang sudah tua bagian terasnya memperlihatkan gambar seperti pelet timaha, bagian ini banyak dicari pecinta keris untuk warangka karena diyakini kayu ini dapat meredam keris/tombak yang panas serta menjauhkan dari gangguan jin jahat dan black magic. Yang perlu diingat kayu ini sangat lunak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bambu Buntet, Bambu Pethuk (Bambusa Sp, Phyllostachys Sp, Schizostachum Sp, dsb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambu buntet adalah bambu yang buluhnya tidak kosong. Dipercaya tongkat atau potongan bambu ini bertuah menghalau pengaruh roh jahat dari rumah. Bambu pethuk adalah bambu yang kedua ruasnya saling bertemu. Dipercaya siapa saja yang membawa potongan bambu ini akan kesampaian maksudnya, tidak mendapat gangguan dari siapa saja. Rotan pethuk adalah rotan yang buku ruasnya saling berhadapan, khasiatnya sama dengan bambu pethuk. Bambu Carang Gantung adalah bambu yang tumbuh dari rebung dan keluar sebagai pohon bambu kecil kecil, diyakini anti jin jahat dan santet, banyak ditaruh diatas pintu masuk rumah dan jika dipukulkan pada ular akan mati seketika, juga dipercaya bertuah menghindari wabah penyakit menular dan ilmu hitam yang hendak mengganggu pemiliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Boga (Ficus Toxicaria Linn ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu ini menyerupai kayu Kebak (Ficus Alba Reinw), warnanya putih dan diyakini berkhasiat menglariskan dagangan. Caranya : taruh sepotong kayu ini didalam almari / etalase barang yang dujual, atau dapat juga disimpan dalam peti uang. Jika ditaruh didalam rumah dipercaya pemiliknya tak pernah kekurangan sandang pangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bambu Apus Pringgolayan, Wulung &amp; Ori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambu Apus (Gigantochloa Apus Kurz) yang tumbuh dibelakang makam Pangeran Pringgoloyo dkampung Pringgalayan, Kotagede, Yogyakarta sejak jaman dulu dipercaya memiliki tuah membuat pekarangan menjadi angker, karena itu sering digunakan untuk mengusir penyewa yang bandel, tidak mau pindah. Biasanya sepotong bambu apus ditanam atau ditaruh dekat pintu rumah, tetapi setelah tujuannya tercapai segera dikembalikan ke Pringgolayan. Menurut juru kunci makam, semua bambu apus di Pringgolayan mempunyai sifat demikian, tetapi sifat baiknya juga ada termasuk jimat penglaris dagang, tumbal keselamatan, menolak jin jahat. Semua tergantung dari permohonannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambu wulung (Gigantochloa verticillata Munru) dan bambu Ori (Bambusa Bambos Miq) juga dipercaya memiliki tuah menolak setan. Untuk keperluan ini, ambil sepotong buluh bambu yang satu ruasnya tertutup kemudian taruh disisi pintu masuk dan isi buluh bambu itu dengan air cucian beras, potong dlingo bangle, garam dan rumput alang-alang. Setiap kali, misal setiap minggu, isi dengan air cucian beras, sarana ini selain menolak jin jahat juga menolak tuju, tenung dan santet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain, ambil bambu ini dalam bentuk tusuk sate (diruncingkan). Masing-masing disudut perkarangan atau rumah tusukan bambu ini kedalam tanah. Taburi garam dan irisan dlingo bangle disekitar tusukan sate ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lingsar (Pterocarpus Sp ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohonnya tinggi besar, tumbuh ditempat kramat Lingga Manik, barat daya desa Kayangan, Kulonprogo, sebelah utara Samigaluh. Dipercaya bisa menolak jin jahat dan memperlancar permohonan yang bersifat kesucian. Kayu Lingsar sepintas seperti Kayu Sengon (Albizzia falcate), bersifat mudah retak karena penggantian cuaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Klumpit, Klumprit (Terminalia Edulis Blanco ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohonnya tinggi besar, banyak terdapat dihutan jati, namun kini hampir punah digunakan untuk bahan bangunan yang tidak menuntuk keawetan. Salah satu pohon Klumpit yang masih alami terdapat di Goa Ngrancang Kencono, 7 km barat daya kecamatan Playen termasuk kawasan desa Manggoran Kidul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu ini dipercaya bertuah memudahkan permohonan yang bersifat duniawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wergu (Rhapis Flabelliformis l’Herit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palma kipas atau Wergu biasanya tumbuh dalam rumpun yang padat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang berbuku-buku lurus keatas dengan daun daun seperti kipas. Pohon ini berasal dari China, Vietnam, Laos dan Kamboja. Biasanya tumbuh liar atau sebagai tanaman pagar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang yang berat biasanya berasal dari yang berumur 20 th lebih, dijaman dulu kayunya banyak dieksport ke Hongkong dan China. Nama dagangnya Cannes de laurier atau jones du Tonkin. Kualitasnya dibedakan : (1) diameter lebih dari 20 mm, (2) diameter 13-20 mm, (3) diameter 8 – 13 mm. Semua kualitas ini mempunyai panjang 125 mm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu Wergu dipercaya bertuah menjauhkan ular dan binatang berbisa, selain itu juga memiliki daya menambah kekuatan bagi pemakainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Songgo Langit (Ochrosia oppositifolia K.Schum &amp; Tridax procumbens Linn.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu Songgo Langit yang dianggap bertuah adalah kayu Ochrosia oppositifolia K.Schum. yang sudah amat langka, tingginya bisa mencapai 13 – 14 m dengan diameter 30 sm, biasanya tumbuh didaerah pantai atau tepi pantai. Akarnya keras, dari luar tampak kuning tetapi dalamnya tampak kuning pucat. Kayunya berbau untuk obat dan biasanya digunakan untuk obat terutama sakit perut, kejang perut dan rasa tidak enak setelah makan ikan atau udang. Sementara ada yang beranggapan kayu Songgo langit yang berkhasiat ghaib adalah jenis perdu Tridax procumbens Linn. Biasa tumbuh dikarang karang pegunungan kapur. Pohon ini banyak bercabang dan akar batangnya kuat. Berasal dari Amerika Tengah. Tuahnya menolak niat jahat dari orang atau mahluk halus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pule, Pulai (Alstonia Scholaris R. Br)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon yang bisa mencapai tinggi 49 m, terdapat diseluruh nusantara, yang baik biasanya tumbuh dibawah 900 m d.p.l dan didekat air. Ada 2 macam varietas, yang bertangkai dan tulang daun berwarna hijau dan satunya berwarna ungu. Keduanya memiliki kegunaan sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu Pule lunak dan berwarna kuning keputihan, ada jenis kayu pule yang keras, tetapi umumnya lunak. Dalam dunia pengobatan dikenal sebagai obat demam, malaria, penyakit gula darah dan kurang nafsu makan, rasanya pahit seperti Bratawali. Getah pohon Pule sering digunakan untuk mematangkan abses (bengkak) di kulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menganggap Pule bertuah untuk menolak unsur jahat dalam rumah atau pekarangan, kadang digunakan untuk mengobati kesurupan, untuk ini ambil cabang yang masih ada daunnya dan cabang pohon awar-awar serta segenggam tumbuhan alang-alang. Cambukanlah pelan-pelan punggung orang yang sedang kemasukan roh jahat itu. Biasanya dia akan segera sadar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Rumput Fatimah (Calligonum Sp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput fatimah banyak diambil kaum muslim dari Tanah Suci Mekah dipercaya memiliki tuah memudahkan menagih hutang, permohonan pekerjaan, melunakan hati orang dan sebagainya. Ada juga kegunaan lain untuk memperlancar persalinan, caranya : masukan rumput itu kedalam air, biasanya akarnya mengembang, bacalah Al-Fatihah atau Al-Ikhlas sebanyak 100 x selama merendam itu, minumkan segelas ke ibu yang bersangkutan sambil memohon petunjuk Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput ini juga dapat mengobati kanker, stroke ringan dan tekanan darah tinggi, hanya disini digunakan air panas (thermos), bacaannya Al-Fatihah dan Ayat Kursi masin masing minimal 200 x sesudah itu mohon penyembuhan pada Allah dan minumkan satu gelas 3 x sehari sampai sembuh. Oleskan air rendamannya kepada sisakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Minging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak jaman dulu pohon ini diyakini membuat ular mabuk, disebut juga pohon ular. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering disimpan sebagai penghalau ular atau dibuat tongkat kalau masuk hutan, warnanya coklat kehitaman dan agak berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Cendana (Santalum Album L.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslinya berwarna kuning agak kemerahan, berbau wangi, kayu ini diyakini bertuah didekati arwah leluhur, jangan membawa pusaka yang berwarangka Cendana bilamana menengok orang sakit karena dipercaya dapat mempercepat ajalnya. Tosan aji yang diberi warangka Cendana akan berbau harum dan lebih awet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Drini, Sentigi (Pemphis Acidula Forst)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu Drini dulu banyak dijumpai dipantai selatan Jawa khususnya dipantai Krakal sebelah timur Baron, Gunung Kidul. Menurut beberapa orang, kayu ini juga ditemukan didaerah pantai lain. Karena banyak dicarai maka kayu ini terancam punah karena diyakini bertuah untuk keselamatan, anti black magic, anti gigitan ular dan dijauhi ular. Selain itu rendaman kayu dalam air juga berkhasiat mengobati penyakit perut. Kayu yang kering akan berbau harum bila digosok dengan ujung jari. Jenis Drini dari Pulau Kangean oleh penduduk setempat dinamakan SETIGI, CANTINGGI atau MENTIGI, kayu ini juga banyak dicari untuk pengobatan, karena langka maka harganya sangat mahal, biasanya pohon Drini tumbuh ditanah kapur yang banyak mendapat angin laut atau sering terendam air laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Dewadaru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu amat langka ini dulu banyak ditemukan di pulau Karimunjawa sebelah utara Jepara, diyakini bertuah menolak hewan buas dan ular, menyembuhkan gigitan ular berbisa dan menjaga keselamatan. Kayu ini kurang baik dibawa dalam perjalanan berperahu karena sifatnya mendatangkan angin taufan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 macam kayu Dewandaru, yang dipercaya asli tumbuh didesa Nyamplung, konon jelmaan dari tongkat yang ditinggalkan Sunan Kudus, seorang wali Kerajaan Demak. Sedangkan Kayu Dewandaru dari Gunung Kawi, walau jenisnya lain dengan yang ada di Karimunjawa tetapi dipercaya berkhasiat sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Kayu Itam, Kayu Arang, Kayu Ebony (Diospyros spp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu berwarna hitam atau kelabu berserat serat hitam. Kayu ini, khususnya yang hitam seluruhnya, bertuah menangkal roh jahat dan menciptakan suasana ketentraman. Ruang tamu yang diberi hiasan kayu ebony akan terasa teduh dan damai sehingga kerasan tinggal diruang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kebak (Ficus Sp, Macaranga Sp, Acalypha Sp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon Kebak umumnya semacam pohon beringin hutan tetapi tidak bisa besar, namun adapula yang beranggapan pohon ini sejenis waru tetapi daunnya agak muda, sering disebut Tutup (Macaranga sp, Acalypha sp). Kayunya yang ringan dipercaya melariskan dagangan dengan menaruhnya ditempat dagangan atau uang. Kayu ini mudah kena pelapukan / jamur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Kelor, Maronggi, Celor, Keloro (Moringa Olefera Lamk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bagian pohon ini dipercaya bisa untuk obat. Jika ada orang yang kejang-kejang atau kesurupan atau kena hawa jahat (sawan) dari jenazah, cobalah tengkuknya dan semua persendian tubuhnya digosok dengan remasan daun kelor, biasanya ia segera siuman. Orang yang punya kesaktian tertentu (Black Magic) biasanya juga akan punah bilamana dipukul dengan cabang pohon kelor. Tidak semua pohon kelor memiliki bagian teras yang berwarna hitam yang biasa disebut GALIH KELOR, bagian kayu ini sering dicari sebagai jimat karena dipercaya dapat menunjang ilmu kanuragan dan kebal terhadap senjata tajam. Galih Kelor tidak dianjurkan dibawa oleh mereka yang berpembawaan lekas naik darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Kengkeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dijumpai dilereng Gunung Lawu, dicari karena dapat menyadarkan orang yang kesurupan. Sepotong kayu ini jika ditaruh dekat bayi atau anak kecil bisa menolak roh jahat, roh halus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Krangeyan (Litsea Cubeba Pers)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon setinggi 5 – 15 m dengan batang yang paling besar hanya berdiameter 25 cm ini banyak dijumpai di daerah pegunungan. Mulai dari kulit, daun dan bunganya berbau harum. Kayunya diyakini memiliki daya menolak santet, tenung dan gangguan setan jahat. Untuk pengobatan umumnya baik bagi sakit pernapasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Liwung (Arenga Pinnata Merr ?, Calyptrocalyk Spicatus ?, Cycas Sp ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu ini ditemukan didaerah Gunung Lawu, biasnya berbentuk tongkat atau potongan yang banyak ditawarkan oleh penduduk setempat. Warnanya hitam seperti teras kayu aren, bedanya seratnya agak kasar. Kayu Liwung berasal dari pohon Liwung yang tidak lain adalah pohon Aren laki-laki karena tidak mempunyai bunga betina. Pohon ini amat jarang, sementara ada kayu sejenis yang dipercaya sebagai kayu liwung namun asalnya berbeda. Kayu Liwung dipercaya mempunyai tuah kekebalan terhadap senjata tajam dan tumpul, sangat baik untuk mereka yang mendalami ilmu kanuragan. Sifatnya agak panas, tidak baik untuk mereka yang mudah terpancing emosinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Lotrok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas mirip kayu Kebak atau Boga, namun agak kemerahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayunya ringan dan berasal dari lereng gunung berapi. Dipercaya kayu ini dapat memperlancar pesalinan dan anti black magic namun kadar tuahnya rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Mimang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diketahui nama latinnya, akar mimang menonjol dipermukaan tanah, konon siapa yang melangkahinya akan bingung dan tersesat. Akar mimang ditanam ditanah dibawah pintu masuk dan bagian belakang rumah. Baik akar maupun kayunya dipercaya memiliki khasiat membingungkan orang siapa saja yang melangkahinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Pamrih &amp; Ringin Sepuh (Ficus Spp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu Pamrih berasal dari pohon Pamrih yang tumbuh dibekas pertapaan Sri Sultan Hamengku Buwono I di Beton Kampung Sewu ditepi Bengawan Solo, Surakarta. Menurut legenda dibawah pohon itulah baliau berteduh setiap hari sampai ada bisikan gaib untuk melawan Kompeni Balanda. Kayu Pamrih dipercaya bertuah kepangkatan, kewibawaan dan keberanian, cocok bagi mereka yang berkecimpung di pemerintahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringin sepuh disini adalah pohon yang tumbuh dihalaman makam raja-raja Mataram di Kota Gede, Yogyakarta. Dinamakan juga “Waringin Tuwo” atau Ringin Sepuh, sejak jaman dulu dipercaya memiliki kekuatan gaib. Daunnya yang jatuh “mlumah kurep” artinya satu jatuh terlentang pada satu sisi sedang satunya pada sisi lain ditambah akar dan sedikit kulit pohon, semuanya dimasukan kedalam kantong kain putih kecil banyak digunakan sebagai zimat keselamatan. Bagi yang mujur, kadang kejatuhan sebuah cabang pohon ini. Kayunya dipercaya memiliki tuah keselamatan, kewibawaan dan derajat kepangkatan. Dijaman dahulu, hampir semua warga Yogya yang akan merantau keluar daerah dibekali bungkusan daun ini. Kalau maju perang atau pergi kedaerah lain, akan kembali dalam keadaan selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Nagasari, Penaga Putih, Nagakusuma (Mesua Ferrea Linn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini asalnya dari India, banyak ditanam dihalaman atau kebun dibawah 1300 m dpl didaerah Jawa dan Bali, bisa mencapai tinggi 20 m dengan diameter 50 cm. Yang dianggap bertuah umumnya terdapat di makam-makam tokoh sejarah, misal Raja, Ulama seperti di Imogiri, Kotagede, Kudus dan Gunung Muria. Daun yang muda berwarna merah, duduk berhadapan, bunga besar dengan 4 helai daun mahkota yang berwarna putih, berbau wangi. Sedang buahnya berkulit keras disebut Gandhek berisi 1 – 4 biji. Mulai akar, daun, bunga sampai kulit dan kayu dimanfaatkan untuk obat dan azimat penangkal bahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncup bunga yang masih tertutup disebut sari kurung atau cangkok kurung. Sedang kuncup bunga yang telah terbuka disebut sari mekar atau cangkok mekar. Benang sarinya harum, dinamakan podhisari atau sari naga / sari cangkok. Bunga yang telah diambil benang sarinya ditumbuk halus menjadi obat-obatan disebut sari cangkok. Semua ini menjadi bahan campuran pelbagai obat racikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji Nagasari juga banyak dimanfaatkan untuk obat luar, caranya biji ditumbuk halus setelah dihilangkan kulit kerasnya, kemudian ditaruh dalam minyak kelapa atau wijen (sesam oil) dan dipanasi. Minyak ini sangat baik untuk luka infeksi, eksim menahun, bengkak bahkan bisul dan segala macam penyakit kulit. Untuk pengobatan sebaiknya dalam keadaan hangat larutan nogosari dalam minyak itu dioleskan pada bagian yang sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji Nagasari juga dapat digunakan untuk pengobatan infeksi dalam. Caranya, ambil 3 –5 nogosari, pecah dan tumbuk lalu taruh dalam gelas berikut kulitnya lalu seduh dengan air setengah panas (air termos), diamkan sekitar 5 menit dan setelah dingin diminumkan pada si sakit. Isinya jangan dibuang tetapi isi dengan air panas lagi dan lima jam kemudian diminumkan lagi kemudian ditambah air panas lagi dan minumkan 5 jam kemudian. Air nogosari ini sangat baik untuk mengobati haid yang selalu sakit, pendarahan lambung dan keputihan. Menurut pengalaman banyak orang, segala penyakit yang mempunyai efek panas badan dapat disembuhkan dengan nogosari, baik dengan seduhan dalam air mulai dari biji, serpihan kayu, daun, bunga atau kulit kayunya. Kulit kayu Nogosari berwarna coklat, jika sudah tua menjadi coklat kehitaman atau coklat dengan serat serat hitam. Kayu yang dianggap mempunyai daya gaib istimewa terutama yang dari makam leluhur. Untuk mendapatkannya dianjurkan puasa mutih (hanya makan nasi dan minum air putih) selama beberapa hari. Sebelum memotong kayu, seyogyanya melakukan sesaji selamatan menurut petunjuk penjaga makam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu Nogosari termasuk keras dan ulet, sebaiknya setelah dipotong jangan dijemur, tetapi setelah agak kering buatlah barang yang diinginkan, misal tongkat, pipa, stick dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu ini sangat berbahaya jika untuk memukul. Secara spiritual kayu ini bersipat mengembalikan daya yang dilontarkan kepada pemakai. Diyakini kayu ini merupakan kayu yang paling unggul diantara kayu bertuah lainnya. Tuahnya : keselamatan, kewibawaan, pengobatan, perlindungan terhadap orang jahat/jin jahat, binatang berbisa, anti tenung dan black magic. Pemakai kayu ini diharapkan berlaku jujur dan suci, jika tidak maka tindakan negatif nya akan berbalik memukul diri sendiri. Kayu Nagasari mudah dikenal karena jika ujungnya dibakar tidak menyala dan jika direndam air sekitar 10 menit maka permukaannya akan keluar bulu-bulu halus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantangan : Kayu ini jangan sekali-kali dilangkahi wanita atau pria dan seyogyanya kayu ini jangan dilekati benda logam(emas, kuningan, perak) atau gading. Biarkan seperti adanya. Kayu yang tua sangat bagus untuk dibuat mata cincin, khasiatnya sama dengan membawa kayu Nagasari dalam ukuran besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Rotan Poleng, Rotan Pethuk (Daemonorops Spp, Gleichenia Spp)&lt;br /&gt;Batang rotan yang poleng (bintik hitam) dipercaya bertuah membuat orang kuat berjalan jauh, karenanya dicari untuk dibuat tongkat. Begitu juga dengan rotan pethuk, artinya dua ruas yang saling berhadapan, dipercaya memiliki daya gaib, diantaranya bisa menghilang, kebal terhadap senjata tajam dan menghalau unsur jahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita Pangeran Mangkubumi pernah diberi rotan pethuk dan apabila diajunkan maka musuhnya seakan melihat orang dalam jumlah banyak sehingga melarikan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Secang (Caesalpinia Bonducella Flemm / C. Sappan Linn)&lt;br /&gt;Pohon secang tumbuh dimana-mana, ditanam sebagai pagar hidup atau pohon liar, pohonnya penuh duri, kayu gubal berwarna putih sedang bagian terasnya berwarna merah darah. Rendaman atau seduhan air panas kayu secang ini berwarna merah dikenal sebagai obat manjur penyakit yang ditandai keluarnya darah seperti demam berdarah, mimisan, muntah darah, berak darah bahkan penyakit darah tinggi, juga untuk menyembuhkan penyakit gula darah (DM), jantung, infeksi ginjal dan lever. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyakit jantung, seduhan ini ditambah daun Dewandaru dari Gunung Kawi, anak yang panas dapat didinginkan dengan mengompresnya dengan seduhan air secang. Penyakit stroke yang belum terlambat dapat diberi minuman rebusan kayu secang yang ditambah dengan pohon ceplukan dan sedikit adas pulowaras. Untuk pengobatan penyakit kanker, rebusan secang ditambah serpihan tatal kayu setigi, nogosari dan segenggam rumput lidah ular atau jika tidak ada dapat diganti dengan buah Makutha Dewa. Kayu secang bertuah anti roh jahat, pelarisan dagangan dan menolak santet. Untuk pelarisan seyogyanya semua tempat barang dagangan dan lantai took dipel dengan air rebusan secang dan bagian depan tempat usaha disiram dengan seduhan secang setiap pagi sebelum toko buka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Sempu (Dillenia Sp ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu berwarna putih seperti kebak, dipercaya menyembuhkan orang kesurupan, caranya dengan membawa kayu sempu rabalah orang tersebut dan dengan ijin Allah SWT berdoalah agar orang tersebut sadar, atau rendamlah sepotong kayu sempu kedalam air putih, basahilah kepalanya dengan air tersebut dan berdoalah menurut keyakinan anda, semoga orang tersebut bisa sadar. Hal yang sama bisa dilakukan juga dengan menggunakan potongan kayu nogosari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Setigi, Kastigi, Sentigi, Kayu Sulaiman&lt;br /&gt;Banyak ditemukan didaerah berdekatan dengan pantai laut dan biasanya tumbuh ditanah berkapur. Pohon ini daunnya menyerupai daun sawo beludru atau duren yaitu hijau dengan bagian bawah berwarna merah tembaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu ini bersifat perempuan, sebaiknya jangan dipakai oleh wanita terlebih yang belum menikah. Kayu ini yang masih segar berwarna putih kemerahan namun lama kelamaan berubah coklat tua dan jika memukul orang hanya menyebabkan pingsan, tidak mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuah kayu antara lain anti gigitan binatang berbisa, caranya ditempelkan potongan kayu setigi ke bekas gigitan atau sengatan beberapa lama. Juga menolak hama tumbuhan, penyakit menular dan tanah sangar karena pengaruh jin jahat/black magic. Kayu ini bisa juga untuk mengobati penyakit kanker. Ambil serpihan (tatal) kayu setigi, rebus bersama rumput lidah ular-ularan, segenggam daun tapak dara dan adas pulowaras, penderita diminta minum 3 x sehari masing masing 1 gelas. Kayu Setigi relatif ringan namun tenggelam dalam air. Pemakai kayu setigi atau tesek atau pembawa kayu setigi jangan sekali kali masuk air karena bisa tenggelam. Kayu ini banyak terdapat dipantai-pantai khususnya pegunungan kapur yang setiap hari mendapat angin laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Sodo Saren, Sodo Lanang (Arenga Pinnata Merr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidi daun aren dipercaya memiliki khasiat menghalau jin/setan dan melumpuhkan orang-orang yang memiliki kesaktian karena ilmu hitam. Mereka akan hilang kesaktiannya bila dipukul dengan lidi daun aren, jangan sekali-kali memukul anak dengan lidi daun aren karena salah-salah bisa kena penyakit jiwa yang sulit disembuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang angker atau banyak dihuni hewan pengganggu seperti tikus, ular, kelabang dll, bisa dibersihkan dengan satu ikat lidi aren yang dikebutkan keseluruh penjuru ruangan, lebih baik lagi bila disertai dengan membakar daun trembesi (johar, Cassia siamea Lamk) yang kering dicampur sedikit belerang, biasanya dalam beberapa waktu sudah bebas dari segala gangguan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodo Saren disebut juga sodo lanang, penamaan ini juga diberikan kepada lidi daun kelapa yang jatuh menancap ditanah secara alamiah. Khasiatnya sama dengan lidi pohon aren. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sodo lanang tidak digunakan, taruhlah diatas pintu masuk rumah sebagai penolak bala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Sulastri, Slastri, Sletri, Sulastri, Bintangur Bunut (Calophyllum Soulatri Burm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini bisa mencapai tinggi 30 m dengan diameter 50 cm. Dipelihara orang karena bunganya harum, pohon ini dianggap bertuah yang ditanam di petilasan pemandianLangenharjo, Sukoharjo, Surakarta sebagai peninggalan Sri Sunan PBX. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak jaman dulu daunnya dipercaya dapat merukunkan pasangan suami istri yang selalu cekcok atau tidak rukun, begitu juga kayunya dapat disimpan untuk maksud yang sama. Daun Sulastri sering digunakan untuk penyakit rheumatik sedang kulit kayunya banyak dimanfaatkan untuk campuran jamu penguat badan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Tesek, Tengsek (Rhynchocarpa Monophylla Backer ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayunya amat keras dan awet, banyak ditemukan dilereng gunung berapi dengan tinggi mencapai 40 m dan diameter 50 cm, batangnya lurus dan bulat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyak diburu orang, sekarang makin langka, dibedakan antara Tesek biasa dan Tesek Wulung, yang pertama kayunya putih, disana sini diwarnai cerat-cerat atau poleng hitam. Tesek lainnya wulung, kulitnya berwarna coklat tapi lama lama menjadi hitam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kepustakaan, kayu ini tenggelam di air dan jika diletakan diair mengalir maka ia akan berjalan melawan arus, kayu ini bagus disimpan orang yang sabar dan tidak mudah marah karena bila digunakan untuk memukul walau hanya digunakan sebagai mata cincin, bahayanya tetap ada, orang bisa pingsan sampai mati. Kayu ini biasa dibuat cincin, pipa, tangkai tombak, gantungan kunci dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuahnya : tahan lama dalam air, diwaktu banjir mengamuk ia bisa tahan jika memakai kayu ini, juga dipercaya anti tanah sangar, anti hama tumbuhan dan anti ilmu hitam, anti upas atau entup (sengatan lebah). Wanita dan Pria boleh memakai kayu ini dan kayu ini bersifat laki-laki, jodoh kayu ini adalah kayu setigi. Kayu Setigi yang terkenal dari Gunung Lawu atau Merapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Timaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu Timaha yang berkhasiat adalah yang mengandung pelet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pelet Kendhit, pelet yang melingkar pada kayu dengan warna yang lebih gelap dari kayu asalnya dan kelihatan mengkilap seperti bara api. Pelet jenis iniberkhasiat membawa kebahagiaan, kemudahan, kekayaan dan melindungi diri dari bahaya dan penyakit bagi pemiliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pelet Tulak, membentuk garis tebal dari atas kebawah dengan warna yang menkilap hitam/coklat tua dan gambar yang ditengah lebih menyala dari gambar yang lain, khasiatnya melindungi pemilik dari senjata tajam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pelet Pudhak Sinumpet, menyerupai pelet tulak hanya tidak mempunyai gambaran hitam, khasiatnya seperti pelet tulak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pelet Pulas Kembang, pelet yang menyerupai awan ber-arak dan berkhasiat menolak bahaya dilaut dan sebagai penolak binatang buas disungai (buaya, ular dll). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pelet Dhoreng, gambarnya seperti loreng harimau, berkhasiat pemiliknya menjadi angker/tegar dan disegani. Banyak dicari dengan harga cukup tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pelet Ngamal, pelet dengan bentuk bintik-bintik besar (ceplok) dengan jarak sedikit jarang satu sama lain. Khasiatnya memberikan kepuasan hidup dan selalu gembira. Pelet ini sedikit memilih dan hanya pejabat yang memakainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Pelet Pulas Groboh, gambarnya bintik-bintik besar dan kecil. Khasiatnya hampir sama dengan pelet ngamal hanya tidak pemilih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Pelet Beras Wutah, bergambar titik-titik kecil merata pada seluruh kayu, khasiatnya untuk pengasihan (dicintai manusia dan binatang), banyak dicari dan mahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pelet Ngirim (Ngingrim) Kembang, gambarnya berbentuk besar dan panjang, khasiatnya dihormati orang, dicintai lawan jenis dan biasanya dipakai oleh yang belum berkeluarga (bisa jejaka, duda). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Pelet Gandrung, bentuknya bulat bulat dan tidak teratur dengan warna lebih mengkilat dan terang, pemiliknya hidup hemat dan cermat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K. Pelet Ceplok Kelor, gambarannya bulat telur dan besar seperti daun kelor, khasiatnya memberi keselamatan pada pemilik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Pelet Ceplok Bantheng, pelet yang hampir menutup seluruh kayu tetapi masih terlihat disana-sini kayu aslinya. Pemiliknya akan selalu dalam keadaan sehat wal-afiat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Pelet Segara Winotan, pelet yang terdiri dari satu, dua, tiga bintik-bintik yang teratur. Khasiatnya dihormati setiap orang dan pelet ini pemilih, hanya pejabat tinggi yang pantas memakainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O. Pelet Gana, pelet yang bergambar seperti batu arca, khasiatnya memberi kesejahteraan dan menghimpun semua kebaikan dan kebahagiaan. Dulu hanya dipakai raja atau pejabat tertinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. Pelet Sembur, pelet dengan gambar titik-titik kecil tersebar diseluruh permukaan kayu, khasiatnya dapat menundukan manusia atau binatang, menghindarkan kemarahan orang lain dan umumnya pelet ini mempunyai kekuatan gaib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q. Pelet Nyerat, jenis ini bergambar garis-garis tipis seperti gambar pada marmer, kadang seperti hurup/tulisan. Khasiatnya pemiliknya dapat hidup mandiri, percaya diri dan selalu beruntung serta jaya, dalam berusaha selalu berhasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R. Pelet Dewadaru, seperti pelet nyerat, hanya garisnya lebih tebal dan tajam sehingga kadang-kadang sulit membedakan dengan pelet nyerat. Khasiatnya melindungi keluarganya dari mara bahaya, melindungi harta benda dan biasanya pusaka yang memakai pelet ini ditaruh dalam tempat penyimpanan harta. Pelet ini terdapat pada pohon beringin dan mempunyai nilai cukup tinggi dan sangat dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber by Primbon dot com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-975781617924921047?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/975781617924921047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=975781617924921047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/975781617924921047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/975781617924921047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/06/kayu-kegunaan-daya-yang-dipunyainya.html' title='Kayu, Kegunaan &amp; Daya Yang Dipunyainya'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-1151948832179265185</id><published>2009-06-16T13:04:00.001+07:00</published><updated>2009-06-16T13:15:19.329+07:00</updated><title type='text'>Penanggalan Jawa</title><content type='html'>Sistim Penanggalan Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim Penanggalan Jawa lebih lengkap dan komprehensif apabila dibandingkan dengan sistim penanggalan lainnya, lengkap dan komprehensifnya adalah suatu pembuktian bahwa ketelitian Jawa dalam mengamati kondisi dan pengaruh seluruh alam semesta terhadap planet bumi seisinya termasuk pengaruh kepada pranatan kehidupan manusia, dapat disampaikan antara lain adanya rumusan tata penanggalan jawa sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pancawara – Pasaran; Perhitungan hari dengan siklus 5 harian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kliwon/ Kasih&lt;br /&gt;2. Legi / Manis&lt;br /&gt;3. Pahing / Jenar&lt;br /&gt;4. Pon / Palguna&lt;br /&gt;5. Wage / Kresna/ Langking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sadwara – Paringkelan, Perhitungan hari dengan siklus 6 harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tungle / Daun&lt;br /&gt;2. Aryang / Manusia&lt;br /&gt;3. Wurukung/ Hewan&lt;br /&gt;4. Paningron / Mina/Ikan&lt;br /&gt;5. Uwas / Peksi/Burung&lt;br /&gt;6. Mawulu / Taru/Benih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saptawara – Padinan, Perhitungan hari dengan siklus 7 harian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Minggu / Radite&lt;br /&gt;2. Senen / Soma&lt;br /&gt;3. Selasa / Anggara&lt;br /&gt;4. Rebo / Budha&lt;br /&gt;5. Kemis / Respati&lt;br /&gt;6. Jemuwah / Sukra&lt;br /&gt;7. Setu / Tumpak/Saniscara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hastawara – Padewan, Perhitungan hari dengan siklus 8 harian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sri&lt;br /&gt;2. Indra&lt;br /&gt;3. Guru&lt;br /&gt;4. Yama&lt;br /&gt;5. Rudra&lt;br /&gt;6. Brama&lt;br /&gt;7. Kala&lt;br /&gt;8. Uma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sangawara – Padangon, Perhitungan hari dengan siklus 9 harian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dangu / Batu&lt;br /&gt;2. Jagur / Harimau&lt;br /&gt;3. Gigis / Bumi&lt;br /&gt;4. Kerangan / Matahari&lt;br /&gt;5. Nohan / Rembulan&lt;br /&gt;6. Wogan / Ulat&lt;br /&gt;7. Tulus / Air&lt;br /&gt;8. Wurung / Api&lt;br /&gt;9. Dadi / Kayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wuku, Perhitungan hari dengan siklus mingguan dari 30 wuku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sinta……..11. Galungan……..21. Maktal&lt;br /&gt;2. Landhep……12. kuningan……..22. Wuye&lt;br /&gt;3. Wukir……..13. Langkir………23. Manahil&lt;br /&gt;4. Kurantil…..14. Mandhasiya……24. Prangbakat&lt;br /&gt;5. Tolu………15. Julungpujud…..25. Bala&lt;br /&gt;6. Gumbreg……16. Pahang……….26. Wugu&lt;br /&gt;7. Warigalit….17. Kuruwelut…….27. Wayang&lt;br /&gt;8. Warigagung…18. Marakeh………28. Kulawu&lt;br /&gt;9. Julungwangi..19. Tambir……….29. Dhukut&lt;br /&gt;10. Sungsang….20. Medhangkungan…30 Watugunung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sasi Jawa – ada 12 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sura………5. Jumadilawal…9. Poso&lt;br /&gt;2. Sapar……..6. Jumadilakhir..10. Sawal&lt;br /&gt;3. Mulud……..7. Rejeb………11. Dulkangidah&lt;br /&gt;4. Bakdomulud…8. Ruwah………12. Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tahun Jawa – ada 8 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alip……..4. Je….7. Wawu&lt;br /&gt;2. Ehe………5. Dal…8. Jimakir&lt;br /&gt;3. Jimawal…..6. Be&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Windu – umurnya 8 tahun :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adi / Linuwih&lt;br /&gt;2. Kuntara / Ulah&lt;br /&gt;3. Sengara / Panjir&lt;br /&gt;4. Sancaya / Sarawungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Lambang – umurnya 8 tahun jumlahnya ada 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lambang Langkir&lt;br /&gt;2. Lambang Kulawu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kurup – umurnya 15 windu atau 120 tahun, ada 7 kurup (menurut tanggal 1 Suro tahun Alip) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Senen /Isananiyah….5. Jemuah / Jamngiyah&lt;br /&gt;2. Selasa Salasiyah…..6. Setu / Sabtiyah&lt;br /&gt;3. Rebo / Arbangiyah….7. Akad / akdiyah&lt;br /&gt;4. Kemis / Kamsiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mangsa- jumlahnya 12 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kasa / Kartika&lt;br /&gt;2. Karo / Pusa&lt;br /&gt;3. Katiga / Manggasri&lt;br /&gt;4. Kapat / Setra&lt;br /&gt;5. Kalima / Manggala&lt;br /&gt;6. Kanem / Maya&lt;br /&gt;7. Kapitu / Palguna&lt;br /&gt;8. Kawolu / Wisaka&lt;br /&gt;9. Kasanga / Jita&lt;br /&gt;10. Kasepuluh / Srawana&lt;br /&gt;11. Kasewelas / Sadha&lt;br /&gt;12. Karolas / Asuji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim Penanggalan Jawa disebut juga Penanggalan Jawa Candrasangkala atau perhitungan penanggalan bedasarkan peredaran Bulan mengitari Bumi. Petungan penanggalan Jawa sudah dicocokkan dengan penanggalan Hijriah.&lt;br /&gt;namun demikian pencocokkan ini bukanlah menjiplak sepenuhnya juga memperhunakan perhitungan yang rumit oleh para leluluhur kita.&lt;br /&gt;Ada perbedaan yang hakiki antara sistim perhitungan penanggalan Jawa dengan penanggalan Hijriah, perbedaan yang nyata adalah pada saat penetapan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan.&lt;br /&gt;Candrasangkala Jawa menetapkan bahwa pergantian hari ketika pergantian sasi waktunya adalah tetap yaitu pada saat matahari terbenam (surup – antara pukul 17.00 sampai dengan 18.00), sedangkan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan pada penanggalan Hijriah ditentukan melalui Hilal dan Rukyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari hari baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan hajat perkawinan, mendirikan rumah, bepergian dan sebagainya. Kebanyakan orang jawa dahulu, mendasarkan atas hari yang berjumlah 7(senin-minggu) dan pasaran yang jumlahnya ada 5, tiap hari tentu ada rangkapannya pasaran, jelasnya : tiap hari tentu jatuh pada pasaran tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut peritungan Jawa pada umumnya dikenal 7 hari yang masing-masing mempunyai jumlah berlainan;&lt;br /&gt;•Akad (Minggu) jumlah naptu 5&lt;br /&gt;•Senen (Senin) jumlah naptu 4&lt;br /&gt;•Selasa (selasa)jumlah naptu 3&lt;br /&gt;•Rebo (Rabu) jumlah naptu 7&lt;br /&gt;•Kemis (Kamis) jumlah naptu 8&lt;br /&gt;•Jumuah (Jum’at)jumlah naptu 6&lt;br /&gt;•Setu (Sabtu) jumlah naptu 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hari, orang Jawa juga sangat percaya adanya watak yang diakibatkan dari pengaruh Dasaran. dikenal adanya 5 pasaran yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Kliwon jumlah naptunya 8&lt;br /&gt;•Legi jumlah naptunya 5&lt;br /&gt;•Pahing jumlah naptunya 9&lt;br /&gt;•Pon jumlah naptunya 7&lt;br /&gt;•Wage jumlah naptunya 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neptu hari atau pasaran kelahiran untuk perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari dan pasaran dari kelahiran dua calon temanten yaitu anak perempuan dan anak lelaki masing-masing dijumlahkan dahulu, kemudian masing masing dibuang (dikurangi) sembilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran anak perempuan adalah hari Jumat (neptu 6) wage (neptu 4) jumlah 10, dibuang 9 sisa 1&lt;br /&gt;Sedangkan kelahiran anak laki-laki ahad (neptu 5) legi (neptu 5) jumlah 10 dikurangi 9 sisa 1.&lt;br /&gt;Menurut perhitungan dan berdasarkan sisa diatas maka perhitungan seperti dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sisa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 dan 4 : banyak celakanya&lt;br /&gt;1 dan 5 :bisa&lt;br /&gt;1 dan 6 : jauh sandang pangannya&lt;br /&gt;1 dan 7 : banyak musuh&lt;br /&gt;1 dan 8 : sengsara&lt;br /&gt;1 dan 9 : menjadi perlindungan&lt;br /&gt;2 dan 2 : selamat, banyak rejekinya&lt;br /&gt;2 dan 3 : salah seorang cepat wafat&lt;br /&gt;2 dan 4 : banyak godanya&lt;br /&gt;2 dan 5 : banyak celakanya&lt;br /&gt;2 dan 6 : cepat kaya&lt;br /&gt;2 dan 7 : anaknya banyak yang mati&lt;br /&gt;2 dan 8 : dekat rejekinya&lt;br /&gt;2 dan 9 : banyak rejekinya&lt;br /&gt;3 dan 3 : melarat&lt;br /&gt;3 dan 4 : banyak celakanya&lt;br /&gt;3 dan 5 : cepat berpisah&lt;br /&gt;3 dan 6 : mandapat kebahagiaan&lt;br /&gt;3 dan 7 : banyak celakanya&lt;br /&gt;3 dan 8 : salah seorang cepat wafat&lt;br /&gt;3 dan 9 : banyak rejeki&lt;br /&gt;4 dan 4 : sering sakit&lt;br /&gt;4 dan 5 : banyak godanya&lt;br /&gt;4 dan 6 : banyak rejekinya&lt;br /&gt;4 dan 7 : melarat&lt;br /&gt;4 dan 8 : banyak halangannya&lt;br /&gt;4 dan 9 : salah seorang kalah&lt;br /&gt;5 dan 5 : tulus kebahagiaannya&lt;br /&gt;5 dan 6 : dekat rejekinya&lt;br /&gt;5 dan 7 : tulus sandang pangannya&lt;br /&gt;5 dan 8 : banyak bahayanya&lt;br /&gt;5 dan 9 : dekat sandang pangannya&lt;br /&gt;6 dan 6 : besar celakanya&lt;br /&gt;6 dan 7 : rukun&lt;br /&gt;6 dan 8 : banyak musuh&lt;br /&gt;6 dan 9 : sengsara&lt;br /&gt;7 dan 7 : dihukum oleh istrinya&lt;br /&gt;7 dan 8 : celaka karena diri sendiri&lt;br /&gt;7 dan 9 : tulus perkawinannya&lt;br /&gt;8 dan 8 : dikasihi orang&lt;br /&gt;8 dan 9 : banyak celakanya&lt;br /&gt;9 dan 9 : liar rejekinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, ditambah neptu pasaran hari perkawinan dan tanggal (bulan Jawa) semuanya dijumlahkan kemudian dikurangi/ dibuang masing tiga, apabila masih sisa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 = berarti tidak baik, lekas berpisah hidup atau mati&lt;br /&gt;2 = berarti baik, hidup rukun, sentosa dan dihormati&lt;br /&gt;3 = berarti tidak baik, rumah tangganya hancur berantakan dan kedua-duanya bisa mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, dijumlah kemudian dikurangi / dibuang empat-empat apabila sisanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 = Getho, jarang anaknya,&lt;br /&gt;2 = Gembi, banyak anak,&lt;br /&gt;3 = Sri banyak rejeki,&lt;br /&gt;4 = Punggel, salah satu akan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kelahiran mempelai laki-laki dan mempelai wanita, apabila :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad dan Ahad, sering sakit&lt;br /&gt;Ahad dan Senin, banyak sakit&lt;br /&gt;Ahad dan Selasa, miskin&lt;br /&gt;Ahad dan Rebo, selamat&lt;br /&gt;Ahad dan Kamis, cekcok&lt;br /&gt;Ahad dan Jumat, selamat&lt;br /&gt;Ahad dan Sabtu, miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senen dan Senen, tidak baik&lt;br /&gt;Senen dan Selasa, selamat&lt;br /&gt;Senen dan Rebo, anaknya perempuan&lt;br /&gt;Senen dan Kamis, disayangi&lt;br /&gt;Senen dan Jumat, selamat&lt;br /&gt;Senen dan Sabtu, direstui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa dan Selasa, tidak baik&lt;br /&gt;Selasa dan Rebo, kaya&lt;br /&gt;Selasa dan Kamis, kaya&lt;br /&gt;Selasa dan Jumat, bercerai&lt;br /&gt;Selasa dan Sabtu, sering sakit&lt;br /&gt;Rebo dan Rebo, tidak baik&lt;br /&gt;Rebo dan Kamis, selamat&lt;br /&gt;Rebo dan Jumat, selamat&lt;br /&gt;Rebo dan Sabtu, baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis dan Kamis, selamat&lt;br /&gt;Kamis dan Jumat, selamat&lt;br /&gt;Kamis dan Sabtu, celaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat dan Jumat, miskin&lt;br /&gt;Jumat dan Sabtu celaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu dan Sabtu, tidak baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI-HARI UNTUK MANTU DAN IJAB PENGANTIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(baik buruknya bulan untuk mantu):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bulan Jw. Suro : Bertengkar dan menemui kerusakan (jangan dipakai)&lt;br /&gt;2. Bulan Jw. Sapar : kekurangan, banyak hutang (boleh dipakai)&lt;br /&gt;3. Bulan Jw Mulud : lemah, mati salah seorang (jangan dipakai)&lt;br /&gt;4. Bulan jw. Bakdamulud : diomongkan jelek (boleh dipakai)&lt;br /&gt;5. Bulan Jw. Bakdajumadilawal : sering kehilangan, banyak musuh (boleh dipakai)&lt;br /&gt;6. Bulan Jw. Jumadilakhir : kaya akan mas dan perak&lt;br /&gt;7. Bulan Rejeb : banyak kawan selamat&lt;br /&gt;8. Bulan Jw. Ruwah : selamat&lt;br /&gt;9. Bulan puasa : banyak bencananya (jangan dipakai)&lt;br /&gt;10. Bulan Jw. Syawal : sedikit rejekinya, banyak hutang (boleh dipakai)&lt;br /&gt;11. Bulan Jw. Dulkaidah : kekurangan, sakit-sakitan, bertengkar dengan teman (jangan dipakai)&lt;br /&gt;12. Bulan Jw. Besar : senang dan selamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BULAN TANPA ANGGARA KASIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari anggara kasih adalah selasa kliwon, disebut hari angker sebab hari itu adalah permulaan masa wuku. Menurut adat Jawa malamnya (senin malam menghadap) anggara kasih orang bersemedi, mengumpulkna kekuatan batin untuk kesaktian dan kejayaan. Siang harinya (selasa kliwon) memelihara, membersihkan pusaka wesi aji, empu mulai membikin keris dalam majemur wayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan – bulan anggoro kasih tidak digunakan untuk mati, hajat-hajat lainnya dan apa saja yang diangggap penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bulan-bulan tanpa anggara kasih adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. dalam tahun Alib bulan 2 : Jumadilakhir dan besar&lt;br /&gt;2. dalam tahun ehe bulanl 2 dan : jumadilakhir&lt;br /&gt;3. dalam tahun jimawal bulan 2 : Suro dan rejeb&lt;br /&gt;4. dalam tahun Je bulan 2 : Sapar&lt;br /&gt;5. dalam tahun Dal bulan 2 : yaitu sapar dan puasa&lt;br /&gt;6. dalam tahun Be bulan 2 : mulud dan syawan&lt;br /&gt;7. dalam tahun wawu bulan 2 : Bakdomulud/syawal&lt;br /&gt;8. dalam tahuin Jimakir bulan 2 : Jumadilawal dan Dulkaidkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAAT TATAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tatal dibawah ini untuk memilih waktu yang baik untuk mantu juga untuk pindah rumah, berpergian jauh dan memulai apa saja yang dianggap penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan saat itu jatuh pada pasaran (tidak pada harinya ) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. pasaran legi : mulai jam 06.00 nasehet.mulai jam 08.24 Rejeki : mulai jam 25.36 rejeki mulai dri jam 10 48 selamat, mulai jam 13.12 pangkalan atau (halangan) mulai jam 15.36 pacak wesi&lt;br /&gt;2. pasaran pahing : mulai jam 06.00 rejeki, jam 08.24 selamat, jam 10.48 pangkalan, jam 13.12 pacak wesi, jam 15.36 nasehat.&lt;br /&gt;3. pasaran pon : mulai jam 06.00 selamat, jam 08.24 pangkalan, jam 10.48 pacak wesi, jam 13.12 nasehat, jam 15.36 rejeki&lt;br /&gt;4. pasaran wage mulai jam 06.00 pangkalan, jam 08.24 pacak wesi, jam 13.12 nasehat jam 15.36 selamat.&lt;br /&gt;5. pasaran kliwon, mulai jam 06.00 pacak wesi, jam 08.24 nasehat, jam 10.48 rejeki, jam 13-12 selamat jam 13.36 pangkalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI PASARAN UNTUK PERKAWINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neptu dan hari pasaran dijumlah kemudian dikurangi/dibuang enam-enam apabila tersisa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 jatuh, mati, (tidak baik) asalnya bumi&lt;br /&gt;2 jatuh, jodoh (baik) asalnya jodoh dengan langit&lt;br /&gt;3 jatuh , selamat atau baik asalnya barat&lt;br /&gt;4 jatuh, cerai atau tidak baik asalnya timur&lt;br /&gt;5 jatuh, prihatin (tidak baik) asalnya selatan&lt;br /&gt;6 jatuh, mati besan (tidak baik) asalnya utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berdagang orang jawa mempunyai petungan (prediksi) khusus untuk mencapai sukses atau mendapatkan angsar (pengaruh nasib) yang baik, sehingga menjadikan rezekinya mudah. Diantaranya petungan tersebut sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam “kitab primbon” (pustaka kejawen) terdapat berbagai cara dan keyakinan turun-temurun yang harus dilakukan orang yang akan melakukan kegiatan usaha perdagangan. Untuk memulai suatu usaha perdagangan orang jawa perlu memilih hari baik, diyakini bahwa berawal dari hari baik perjalanan usahapun akan membuahkan hasil maksimal, terhindar dari kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar ilmu kejawen abdi dalem Karaton Kasunanan Surakarta, Ki KRM TB Djoko MP Hamidjoyo BA bahwa berdasarkan realita supranatural, menyiasati kegagalan manusia dalam usaha perlu diperhatikan. Prediksi menurut primbon perlu diperhatikan meski tidak sepenuhnya diyakini. Menurut Kitab Tafsir Jawi, dina pitu pasaran lima masing-masing hari dan pasaran karakter baik. Jika hari dan pasaran tersebut menyatu, tidak secara otomatis menghasilkan karakter baik. Demikian juga dengan bulan suku, mangsa, tahun dan windu, masing-masing memiliki karakter baik kalau bertepatan dengan hari atau pasaran tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golek dina becik (mencari hari yang baik) untuk memulai usaha dagang pada hakekatnya adalah mencari perpaduan hari, pasaran, tahun, windu dan mangsa yang menghasilkan penyatuan karakter baik. Misalnya pada hari rebo legi mangsa kasanga tahun jimakir windu adi merupakan penyatuan anasir waktu yang menghasilkan karakter baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap karya akan berhasil sesuai dengan kodrat, jika dilakukan dalam kondisi waktu yang netral dari pencemaran, sengkala maupun sukerta. Manusia diberi kesempatan oleh Tuhan untuk beriktiar menanggulangi sukerta dan sengkala dengan melakukan wiradat. Misalnya dengan ruwatan atau dengan ajian rajah kalacakra, sehingga kejadian buruk tidak menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang akan membuka usaha pun dapat melakukan upaya sendiri pada malam hari sebelum memulai usaha, yaitu berdoa mendasari doa kepada Tuhan sambil mengucapkan mantera rajah kalacakra Salam, salam, salam Yamaraja jaramaya, yamarani niramaya, yasilapa palasiya, yamidora radomiya, yamidasa sadamiya, yadayuda dayudaya, yasilaca silacaya, yasihama mahasiya. Kemudian menutup dengan mantera Allah Ya Suci Ya Salam sebanyak 11 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk usaha perdagangan orang jawa yang masih percaya pada petung, akan menggunakannya baik untuk menentukan jenis barang maupun tempat berdagang dan sebagainya. Petung tersebut didasarkan weton (kelahiran dari yang bersangkutan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang merupakan filsafat kosmosentris bahwa manusia dan alam tidak dapat dipisahkan. Manusia merupakan bagian dari alam semesta sehingga geraknya tidak dapat lepas dari gerak alam, sebagaimana waktu dan arah mata angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang jawa mempunyai keyakinan bahwa saat dilahirkan manusia tidak sendirian karena disertai dengan segala perlengkapannya. Perlengkapan itu merupakan sarana untuk bekal hidup dikemudian hari, yaitu bakat dan jenis pekerjaan yang cocok. Di dalam ilmu kejawen kelengkapan itu dapat dicari dengan petung hari lahir, pasaran, jam, wuku tahun dan windu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Usman petung sekedar klenik atau gugon tuhon melainkan merupakan hasil analisa dari orang-orang jawa pada masanya. Hasil analisa itu ditulis dalam bentuk primbon. Dengan petungan jawa, orang dapat membuat suatu analisa tentang anak yang baru lahir berdasarkan waktu kelahirannya. Misalnya anak akan berhasil jika menjadi wartawan, atau sukses jika menjadi pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petung yang demikian itu juga digunakan di dalam dunia perdagangan. Orang jawa masih mempercayainya, akan menggunakan petung dengan cermat. Dari menentukan jenis dagangan waktu mulai berdagang diperhitungkan. Semua sudah ada ketentuannya berdasar waktu kelahiran yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan petung untuk usaha perdagangan akan menambah kemungkinan dan percaya diri untuk meraih sukses. Kepercayaan diri akan membuat lebih tepat dalam mengambil keputusan. Prediksi menurut petung di dalam perdagangan bukan hanya ada pada budaya orang jawa saja. Dalam budaya Cina misalnya, hingga kini perhitungan itu masih berperan besar, sekali pun pengusaha Cina itu sudah menjadi konglomerat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cina petung itu ada dalam Kitab Pek Ji atau Pak Che (delapan angka) yang juga berdasarkan kelahiran seseorang, yaitu tahun kelahiran memiliki nilai 2, bulan nilai 2, hari memiliki nilai 2 dan jam kelahiran nilai 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun orang lahir bersamaan waktu, rezeki yang diperoleh tidak sama karena yang satu menggunakan petung sedangkan yang lainnya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pula orang yang tidak mempercayai petung. Mereka menganggapnya klenik atau tahayul. Mereka berpendapat dengan rasionya dapat manipulasi alam. Anggapan demikian belum pas, meskipun manusia dapat merekayasa, alam ternyata akan berjalan sesuai dengan mekanismenya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perhitungan mendirikan / pindahan rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pertama-tama yg diperhitungakan adalah Bulan Jawa, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bulan Sura = tidak baik&lt;br /&gt;2. Bulan Sapar = tidak baik&lt;br /&gt;3. Bulan Mulud (Rabingulawal) = tidak baik&lt;br /&gt;4. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir) = baik&lt;br /&gt;5. Bulan Jumadilawal = tidak baik&lt;br /&gt;6. Bulan Jumadilakir = kurang baik&lt;br /&gt;7. Bulan Rejeb = tidak baik&lt;br /&gt;8. Bulan Ruwah (Sakban) = baik&lt;br /&gt;9. Bulan Pasa (Ramelan) = tidak baik&lt;br /&gt;10. Bulan Sawal = sangat tidak baik&lt;br /&gt;11. Bulan Dulkaidah = cukup baik&lt;br /&gt;12. Besar = sangat baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perhitungan diatas, bulan yg baik adalah : Bakdamulud, Ruwah, Dulkaidah, dan Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Langkah kedua yaitu menghitung jumlah hari dan pasaran dari suami serta istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Suami = 29 Agustus 1973&lt;br /&gt;- Rabu = 7&lt;br /&gt;- Kliwon = 8&lt;br /&gt;- Neptu (Total) = 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Istri = 21 Desember 1976&lt;br /&gt;- Selasa = 3&lt;br /&gt;- Kliwon = 8&lt;br /&gt;- Neptu (Total) = 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Neptu Suami + Istri = 15 + 11 = 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Langkah ketiga, menghitung Pancasuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah ((Neptu suami + Neptu Istri + Hari Pindahan/Pendirian Rumah) : 5). Bila selisihnya 3, 2, atau 1 itu sangat baik. Cara ini disebut PANCASUDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANCASUDA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sri = Rejeki Melimpah&lt;br /&gt;2. Lungguh = Mendapat Derajat&lt;br /&gt;3. Gedhong = Kaya Harta Benda&lt;br /&gt;4. Lara = Sakit-Sakitan&lt;br /&gt;5. Pati = Mati dalam arti Luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengurutkan angka hari pasaran mulai dari jumlah yang paling kecil yaitu (selasa (3) + wage (4) = 7), hingga sampai jumlah yang paling besar yaitu (Sabtu (9) + Pahing (9) = 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 + 36 = 43 : 5 sisa 3 = Cukup Baik&lt;br /&gt;8 + 36 = 44 : 5 sisa 4 = Tidak Baik&lt;br /&gt;9 + 36 = 45 : 5 sisa 5 (yg habis dibagi 5 dianggap sisa 5) = Jelek Sekali&lt;br /&gt;10 + 36 = 46 : 5 sisa 1 = Baik Sekali&lt;br /&gt;11 + 36 = 47 : 5 sisa 2 = Baik&lt;br /&gt;12 + 36 = 48 : 5 sisa 3 = Cukup Baik&lt;br /&gt;13 + 36 = 49 : 5 sisa 4 = Tidak Baik&lt;br /&gt;14 + 36 = 50 : 5 sisa 5 = Jelek Sekali&lt;br /&gt;15 + 36 = 51 : 5 sisa 1 = Baik Sekali&lt;br /&gt;16 + 36 = 52 : 5 sisa 2 = Baik&lt;br /&gt;17 + 36 = 53 : 5 sisa 3 = Cukup Baik&lt;br /&gt;18 + 36 = 54 : 5 sisa 4 = Tidak Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan tersebut diketahui hari baik untuk mendirikan rumah tinggal, khusus bagi pasangan suami–istri yang hari-pasaran-lahir keduanya berjumlah 36 adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbaik 1 :&lt;br /&gt;a. hari-pasaran berjumlah 10 ( Selasa Pon, Jumat Wage dan Minggu Legi)&lt;br /&gt;b. hari-pasaran berjumlah 15 (Rabu Kliwon, Kamis Pon dan Jumat Pahing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbaik 2 :&lt;br /&gt;a. hari-pasaran berjumlah 11 (Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage dan Jumat legi)&lt;br /&gt;b. hari-pasaran berjumlah 16 (Rabu Pahing, Kamis Kliwon dan Sabtu Pon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbaik 3 :&lt;br /&gt;a. hari-pasaran berjumlah 7 (Selasa Wage)&lt;br /&gt;b. hari-pasaran berjumlah 12 (Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Wage dan Minggu Pon)&lt;br /&gt;c. hari-pasaran berjumlah 17 (Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon)&lt;br /&gt;D. Selanjutnya pilih salah satu dari 21 hari baik yang berada dalam bulan Bulan Bakdamulud, Bulan Ruwah, Bulan Dulkaidah dan Bulan Besar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir)&lt;br /&gt;Bulan baik untuk mendirikan sesuatu termasuk rumah tinggal. Keluarga yang bersangkutan mendapat wahyu keberuntungan, apa yang diinginkan terlaksana, cita-citanya tercapai, selalu menang dalam menghadapi perkara, berhasil dalam bercocok-tanam, berkelimpahan emas dan uang, mendapat doa restu Nabi, dan lindungan dari Allah.&lt;br /&gt;2. Bulan Ruwah (Sakban)&lt;br /&gt;Bulan baik untuk mendirikan rumah tinggal. Rejeki melimpah dan halal, disegani, dihormati dan disenangi orang banyak, mendapat doa Rasul.&lt;br /&gt;3. Bulan Dulkaidah&lt;br /&gt;Cukup baik, dicintai anak istri, para orang tua, saudara, dan handaitaulan. Dalam hal bercocok-tanam lumayan hasilnya. Banyak rejeki dan cukup uang. Keadaan keluarga harmonis, tentram, damai dan mendapatkan doa dari Rasul.&lt;br /&gt;4. Bulan Besar.&lt;br /&gt;Baik, banyak mendapat rejeki, berkelimpahan harta-benda dan uang. Anggota keluarga yang berdiam di areal rumah-tinggalnya yang dibangun pada bulan Besar merasakan ketentraman lair batin, serta dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbaik 1 :&lt;br /&gt;1. Selasa Pon,&lt;br /&gt;2. Jumat Wage,&lt;br /&gt;3. Minggu Legi,&lt;br /&gt;4. Rabu Kliwon,&lt;br /&gt;5. Kamis Pon,&lt;br /&gt;6. Jumat Pahing,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbaik 2 :&lt;br /&gt;7. Senin Pon,&lt;br /&gt;8. Selasa Kliwon,&lt;br /&gt;9. Rabu Wage,&lt;br /&gt;10. Jumat legi,&lt;br /&gt;11. Rabu Pahing,&lt;br /&gt;12. Kamis Kliwon,&lt;br /&gt;13. Sabtu Pon,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbaik 3 :&lt;br /&gt;14. Selasa Wage,&lt;br /&gt;15. Senin Kliwon,&lt;br /&gt;16. Selasa Pahing,&lt;br /&gt;17. Rabu Legi,&lt;br /&gt;18. Kamis Wage,&lt;br /&gt;19. Minggu Pon,&lt;br /&gt;20. Kamis Pahing,&lt;br /&gt;21. Sabtu Kliwon,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Jum’at Pahing&lt;br /&gt;- 20 April 2007&lt;br /&gt;- 07 September 2007&lt;br /&gt;- 21 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam astrologi Jawa juga dikenal adanya bintang, yang biasa disebut Wuku; ada 30 wuku yang masing-masing mempunyai Dewa (Betara) pelindung (yang kemudian sering dijadikan simbol dari wuku tersebut, seperti misalnya dalam zodiak Sagitarius disimbolkan manusia dengan badan kuda sedang memanah), hari baik, hari sial, dan watak serta bakat sendiri-sendiri. Ke 30 wuku tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 . Sinta dewa pelindung Dewa Betara Jamadipati&lt;br /&gt;2. Landep dewa pelindung Dewa Betara Mahadewa&lt;br /&gt;3. Wukir dewa pelindung Dewa Betara Mahajekti&lt;br /&gt;4. Kurantil dewa pelindung Dewa Betara Langsur&lt;br /&gt;5. Tolu dewa pelindung Dewa Betara Baju&lt;br /&gt;6. Gumbreg dewa pelindung Dewa Betara Tjandra&lt;br /&gt;7. Warigalit dewa.pelindung Dewa Betara Asmara&lt;br /&gt;8. Warigagung dewa pelindung Dewa Betara Maharesi&lt;br /&gt;9. Djulungwangi dewa pelindung Dewa Betara Sambu&lt;br /&gt;10. Sungsang dewa pelindung Dewa Betara Gana&lt;br /&gt;11. Galungan dewa pelindung Dewa Betara Kamadjaja&lt;br /&gt;12. Kuningan dewa pelindung Dewa Betara Indera&lt;br /&gt;13. Langkir dewa pelindung Dewa Betara Kala&lt;br /&gt;14. Mandasija dewa pelindung Dewa Betara Brama&lt;br /&gt;15. Djulungpudjud dewa pelindung Dewa Betara Guritna&lt;br /&gt;16. Pahang dewa pelindung Dewa Betara Tantra&lt;br /&gt;17. Kuruwelut dewa pelindung Dewa Betara Wisnu&lt;br /&gt;18. Marakeh dewa pelindung Dewa Betara Surenggana&lt;br /&gt;19. Tambir dewa pelindung Dewa Betara Siwah&lt;br /&gt;20. Medangkungan dewa pelindung Dewa Betara Basuki&lt;br /&gt;21. Maktal dewa pelindung Dewa Betara Sakri&lt;br /&gt;22. Wuje dewa pelindung Dewa Betara Kuwera&lt;br /&gt;23. Manahil dewa pelindung Dewa Betara Tjitragotra&lt;br /&gt;24. Prangbakat dewa pelindung Dewa Betara Bisma&lt;br /&gt;25. Bala dewa pelindung Dewa Betari Durga&lt;br /&gt;26. Wugu dewa pelindung Dewa Betara Singdjalma&lt;br /&gt;27. Wajang dewa pelindung Dewa Betari Sri&lt;br /&gt;28. Kuwalu dewa pelindung Dewa Betara Sadana&lt;br /&gt;29. Dukut dewa pelindung Dewa Betara Sakri&lt;br /&gt;30. Watugunung dewa pelindung Dewa Betara Anantaboga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperhitungkan perjodohan seorang harus menghitung jumlah naptu dari hari pasaran kedua calon pengantin tersebut. Menurut kepercayaan di jawa, apabila naptu dari dua orang yang akan dijodohkan berjumlah 25 maka hubungan kedua belah tersebut tidak bisa dilanjutkan. Hal ini disebabkan 25 apabila dikurangi 24 tinggal satu (1) angka I ini tidak bisa dibagi dua (perkawinan melibatkan dua orang). Angka 24 ini diambil dari angka 3 dikalikan 8, jadi pada pokoknya angka yang paling dihindari adalah tiga (3). Angka tiga dianggap angka sial, karena angka ini adalah angka pati, tali yang mengikat orang mati (Jawa=Pocongan) berjumlah tiga, jumlah tali itulah yang kemudian dianggap sebagai jumlah angka yang membawa sial. Dan nampaknya orang Jawa pada umumnya masih sangat mempercayai perhitungan ini.&lt;br /&gt;Selain perhitungan jumlah hari pasaran, perkawinan pada masa lalu juga mempunyai pantangan tertentu, seseorang tidak boleh menikah dengan orang yang RUBUH KARANG yaitu:&lt;br /&gt;- Orang yang tinggal saling berhadapan&lt;br /&gt;- Orang yang tinggal saling membelakangi (ketemu punggung)&lt;br /&gt;- Orang yang tinggal tepat bersebelahan di kanan kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian keterangannya, semoga bermanfa’at…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber By mesencha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-1151948832179265185?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/1151948832179265185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=1151948832179265185' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/1151948832179265185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/1151948832179265185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/06/penanggalan-jawa.html' title='Penanggalan Jawa'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-7152456671902090197</id><published>2009-02-17T09:42:00.000+07:00</published><updated>2009-02-17T09:51:54.720+07:00</updated><title type='text'>Paribasan, Bebasan, Saloka</title><content type='html'>Paribasan yaiku unen-unen kang wis gumathok racikane lan mawa teges tartemtu. Dhapukaning paribasan awujud ukara utawa kumpulaning tembung (frase), lan kalebu basa pinathok. Racikaning tembung ora owah, surasa utawa tegese uga gumathok, lumrahe ateges entar. Tegese tembung lumereg, gumantung surasa lan karep kang kinandhut ing unen-unen. Paribasan ngemu teges: tetandhingan, pepindhan, utawa pepiridan (saemper pasemon). Kang disemoni manungsa, ulah kridhaning manungsa, utawa sesambunganing manungsa lan alam uripe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paribasan ana kang sinebut bebasan lan saloka. Diarani bebasan Manawa lereging teges nggepok sesipatan utawa kaanan kang sambung rapet karo ulah kridhaning manungsa. Diarani saloka menawa lereging teges magepokan karo sing disemoni, disanepani, utawa dipindhakake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakan timun = wong kang ngepek bojo anake pupon&lt;br /&gt;Andaka atawan wisaya = wong kang kena prakara banjur minggat amarga duwe pangira bakal kalah prakarane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaka ina tan wrin upaya = wong kang didakwa nyolong nanging ora ngaku, wasana kajibah nggoleki barang kang ilang&lt;br /&gt;Awak pendhek budi ciblek = wong cilik tur asor bebudene&lt;br /&gt;Abag-abang lambe = guneme mung lamis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adol lenga kari busik = dum dum barang, nanging sing andum ora oleh bagean&lt;br /&gt;Akadang saksi = wong prakaran akeh sadulure kang dadi seksine&lt;br /&gt;Ana bapang sumimpang = nyingkiri sakehing bebaya&lt;br /&gt;Anirna patra = ngungkiri tulisane dhewe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin silem ing warih = tumindak ala kanthi sesidheman&lt;br /&gt;Angon kosok = ngreti ulah kridhaning wong liya lan bisa empan papan tumindake&lt;br /&gt;Asor kilang munggwing gelas = gunem manis tur marak ati lan bisa mranani sing krungu&lt;br /&gt;Adhang-adhang tetese embung = nJagakake barang mung sakoleh-olehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aji godhong garing = wis ora ana ajine (asor banget)&lt;br /&gt;Ana adulate ora ana begjane = arep nemu kabegjan, ning ora sida&lt;br /&gt;Ana gula ana semut = panggonan sing akeh rejekine, mesti akeh sing nekani.&lt;br /&gt;Anggenthong umos = wong kang ora bisa nyimpen wewadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angon mangsa = golek wektu kang prayoga kanggo tumindak.&lt;br /&gt;Angon ulat ngumbar tangan = ngulatake kaanan, yen limpe banjur dicolong&lt;br /&gt;Arep jamure emoh watange = gelem kepenake ora gelem rekasane&lt;br /&gt;Asu belang kalung wang = wong asor nanging sugih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asu gedhe menang kerahe = wong kang dhuwur pangkate mesthi wae luwih dhuwur panguwasane&lt;br /&gt;Asu munggah ing papahan = wong ngrabeni tilas bojone sadulur tuwa&lt;br /&gt;Ati bengkong oleh oncong = wong duwe niyat ala oleh dalan&lt;br /&gt;Ana catur mungkur = ora seneng nyampuri urusaning liyan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak molah bapa kepradhah = wong tuwa melu repot amarga tumindake anake&lt;br /&gt;Arep nengkane emoh pulute = gelem kepenak emoh nglakoni rekasane&lt;br /&gt;Adigang, adigung, adiguna = seneng ngendelake kekuwatane, panguwasae, lan kepinterane&lt;br /&gt;Ancik-ancik pucuking eri = tansah was sumelang&lt;br /&gt;Asu marani gebug = njarag bebaya&lt;br /&gt;Asu rebutan balung = rebutan utawa padudon sing ora mumpangati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baladewa ilang gapite = wong gagah kang ilang kakuwatane, kaluhurane (ora duwe panguwasa)&lt;br /&gt;Banyu pinerang ora bakal pedhot = pasulayane sedulur ora bakal medhotake pasedulurane&lt;br /&gt;Bapa kesolah anak molah = yen wong tuwa oleh prakara, anak uga melu ngrasakae lan melu tanggung jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mBarung sinang = nyela-nyela wong guneman&lt;br /&gt;mBalithuk kukum = mbudidaya ucul saka ing kukum utawa angger-angger&lt;br /&gt;mBaguguk ngutha waton = mbangkang marang pamarentah&lt;br /&gt;mBondhan tanpa ratu = mbangkang marang nagara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mBuru kidang lumayu = nguyak samubarang kang durung karuwan wekase&lt;br /&gt;mBuwang rase nemu kuwuk = nyingkiri piala, nanging malah nemu piala kang luwih saka ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mBuwang tilas = rewa-rewa ora mentas tumindak pagawe ala&lt;br /&gt;Bathang lelaku = lunga ijen ngambah panggonan kang mbebayani&lt;br /&gt;Beras wutah arang bali menyang takere = barang kang wis owah ora bakal bali kaya maune&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mBidhung api rowang = ethok-ethok nulung nanging sejatine arep ngrusuhi&lt;br /&gt;Blilu tau pinter durung nglakoni = wong bodho nanging sering nglakoni iku luwih pinter tinimbang wong pinter nanging durung tau nglakoni&lt;br /&gt;Balung tinumpuk = anak loro dimantu tunggal dina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bathang lelaku = wong lungan ijen liwat dalan kang gawat, ngemu baya pati&lt;br /&gt;Bathang ucap-ucap = wong loro lungan liwat dalan kang gawat, ngemu baya pati&lt;br /&gt;Bubuk oleh leng = wong duwe niyat ala oleh dalan&lt;br /&gt;Bung pring petung = bocah kang longgor (gelis gedhe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buntel kadut, ora kinang ora udut = wong nyambut gawe borongan, ora oleh opah dhuwit, mangan, lan udut&lt;br /&gt;Busuk ketekuk, pinter keblinger = sing bodho lan sing pinter padha nemu cilaka&lt;br /&gt;Becik ketitik ala ketara = sing becik bakal tinemu, sing ala bakale ketara&lt;br /&gt;Belo melu seton = bisane mung melu-melu, ora ngerti sing dikarepake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mburu uceng kelangan deleg = nguyak barang sepele kelangan barang sing aji&lt;br /&gt;Bathok bolu isi madu = dianggep wong lumrah nanging sugih kepinteran, utawa wong ala rupane nanging manis bebudene&lt;br /&gt;Bebek diwuruki nglangi = wong pinter diwulang mesthi gelis bisa&lt;br /&gt;Bebek mungsuh mliwis = wong loro padha dene pintere mungsuhan, nanging sing siji luwih trengginas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima akutha wesi = wong gedhe kang kukuh panguwasane&lt;br /&gt;Bramara mangun lingga = wong lanang gumagusan ing ngarepe wong wadon kang disiri&lt;br /&gt;Brekithi angkara madu = wong kacilakan marga barang kang banget dikaremi&lt;br /&gt;Byung-byung tawon kambu = wong ela-elu, senengane padha kumpul tanpa ana prelune&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calak cangkol kendhali bol, cemethi tai = nyela-nyela gunem kang ora ana pedahe&lt;br /&gt;Carang canthel = ora diajak guneman nanging melu-melu ngrembug&lt;br /&gt;Car-cor kaya kurang janganan = ngomong ceplas-ceplos ora dipikir dhisik&lt;br /&gt;Cathok gawel = seneng cawe-cawe mesthi ora diajak guneman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cecak nguntal elo = gegayuhan sing ora jumbuh karo kahanane&lt;br /&gt;Cebol nggayuh lintang = wong duwe panggayuh kang mokal kecandhake&lt;br /&gt;Cebol nggayuh langit = wong duwe panjangka kang tanpa ana kawusanane&lt;br /&gt;Cecak nguntal cagak = gegayuhan kang ora imbang kekuwatane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cedhak celeng boloten = cedhak karo wong ala bakal katut ala&lt;br /&gt;Cengkir ketindhihan kiring = wong lanang didhisiki anggone rabi dening adhine&lt;br /&gt;Cikal apupus limar = wong oleh kabegjan kang luwih saka mesthine&lt;br /&gt;Cobolo mangan teki = wong bodho banget tur tumindak asor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cocak nguntal elo = wong tumandang gawe kang ora laras karo kaanane&lt;br /&gt;Cumbu laler = wong kang teka lunga pamanggone&lt;br /&gt;Ciri wanci lalai ginawa mati = pakulinan ala ora bisa diowahi yen durung nganti mati&lt;br /&gt;Cincing-cincing meksa klebus = karepe ngirid nanging malah entek akeh, karepe mung climen wekasan entek wragat akeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Criwis cawis = seneng maido nanging ya seneng menehi (muruki)&lt;br /&gt;Cuplak andheng-andheng, yen tan pernah panggonane = wong kang tansah sulaya karo rembuge wong akeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crah gawe bubrah, rukun gawe santosa = pasulayan njalari ringkih, karukunan njalari kuwat.&lt;br /&gt;Cedhak kebo gupak = sesrawungan karo wong ala bisa melu-melu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahwen ati open = nacad nanging mbenerake wong liya&lt;br /&gt;Digarokake dilukokake = dikongkon nyambut gawe abot&lt;br /&gt;Dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan = senajan wong liya yen nemoni rekasa bakal dibelani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka yayah sinipi, jaja bang mawinga-winga = wong kang nesu banget&lt;br /&gt;Dhandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dhandhang = bab ala dikandhakke becik, bab becik dikandhakkke ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derman golek momongan = wong wis akeh kewajibane isih golek gawean kang ngimbuhi ribed&lt;br /&gt;Desa mawa cara negara mawa tata = saben panggonan duwe tata car dhewe-dhewe&lt;br /&gt;Dadia godhong moh nyuwek, dadia banyu moh nyawuk = wis emoh sapa aruh&lt;br /&gt;Dhalang kerubuhan panggung = wong tanpa bisa kumecap marga nemu wiring&lt;br /&gt;Dhandhang diunekake kuntul = wong ala dikira becik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhandhang ngelak = wong kang ngajab patining liyan&lt;br /&gt;Dhadhap ketuwuhan cangkring = kumpulane wong becik kaworan wong ala atine&lt;br /&gt;Dhayung oleh kedhung = wong tumandang gawe kanthi kepenak jalaran cocog lan saranane&lt;br /&gt;Dhemit ora ndulit, setan ora doyan = ana ngendi papan tansah slamet&lt;br /&gt;Dibeciki mbalang tai = mbeciki wong liya oleh pinwales piala&lt;br /&gt;Dikempit kaya wade, dijuju kaya manuk = banget ditresnani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dolanan ula mandi = njarag tumindak gawe kang ngemu bebaya&lt;br /&gt;Dudu berase ditempurake = nyambungi guneman, nanging ora cundhuk karo sing dirembug&lt;br /&gt;Durung cundhuk, acandhak = ora ngerti perkarane melu urun gunem&lt;br /&gt;Dhadhakan anglayoni = mementahi rembug sing wis mateng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dudutan lan anculan = wong loro padha kethikan: sing siji ethok-ethok ora ngerti&lt;br /&gt;Durung ilang pupuk lempuyange = dianggep isih kaya bocah cilik&lt;br /&gt;Durung pecus keselak betus = durung sembada wis duwe kekarepan neka-neka&lt;br /&gt;Duk sandhing geni = wong lanang jejer turu karo wong wadon dudu bojone&lt;br /&gt;Diwenehi ati ngrogoh rempela = diwenehi sithik isih kurang panarima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipalangana mlumpat, ditalenana medhot = arepa dikaya ngapa yen wis takdhire bisa kalakon&lt;br /&gt;Dom sumuruping banyu = telik sandi (mata-mata), laku sesidheman kanggo meruhi wewadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eman-eman ora keduman = karepe eman malah awake dhewe ora keduman&lt;br /&gt;Embuh nila embuh etom = wong kang nyaruwe alaning liyan, nanging dheweke ugamelu nglakoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embat-embat celarat = wong nyambut gawe kanthi ngati-ati banget&lt;br /&gt;Emprit abuntut bedhug = wong kang nggedhekake perkara sing maune sepele&lt;br /&gt;Enggon welut diedoli udhet = wong pinter dipameri kepinteran sing ora sepiraa&lt;br /&gt;Endhas gundhul dikepeti = wong sing wis kepenak uripe oleh kamukten&lt;br /&gt;Esuk dhele, sore tempe = ora antep, atine molah-malih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emban cindhe, emban siladan = tumindak ora adil&lt;br /&gt;Entek amek, kurang golek = diuneni akeh-akeh&lt;br /&gt;Entek jarake = wis entek kasugihane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah alingan teki = wong gedhe sendhen prekarane wong cilik&lt;br /&gt;Gajah marani wantilan = wong kang njarag nemoni bebaya&lt;br /&gt;ngGajah elar = wong kang sarwa kasembadan kekarepane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah ngidak rapah = wong gedhe (agung) nrajang wewalere dhewe&lt;br /&gt;Gajah perang karo gajah, kancil mati ing tengah = wong gedhe padha pasulayanwong cilik sing dadi korban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galuga sinalusur sari = wong becik rupane, utama bebudene&lt;br /&gt;Gambret singgang mrakatak ora ana sing ngeneni = wong wadon kenes ora ana wong lanang sing nakokake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagak nganggo laring merak = wong cilik tumindak kaya-kaya wong gedhe&lt;br /&gt;Garang garing = wong semugih nanging sejatine kekurangan&lt;br /&gt;Gayuk-gayuk tuna, nggayuh-nggayuh luput = samubarang kang dikarepake ora bis keturutan&lt;br /&gt;Gliyak-gliyak tumindak, sareh pikoleh = senajan alon-alon anggone tumindak nanging bisa kelakon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golek banyu bening = meguru golek kawruh sing becik&lt;br /&gt;Nggutuk lor kena kidul = ngarani/ndakwa sing ora bener&lt;br /&gt;Nggenthong umos = wong kang ora bisa nyimpen wewadi&lt;br /&gt;Gawe luwangan, ngurugi luwangan = utang kana, nyaur kene&lt;br /&gt;nGGayuh tawang = tumandang gawe kang tanpa pituwas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gecul ngumpul bandhol ngrompol = wong ala padha saiyeg tumindak ala&lt;br /&gt;Gedhang apupus cindhe = wong duwe kamelikan kang ora salumrahe&lt;br /&gt;Geguyon dadi tangisan = gegojegan, wasana gawe susah&lt;br /&gt;Gemblung jinurung, edan kawarisa = tumindak nekad, nanging malah nemu kabegjan&lt;br /&gt;Gendhon rukon = tumindak bebarengan amrih padha kepenake&lt;br /&gt;Geni guntur nila bena = dhawuhing nagara kudu linakonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nGgenteni watang putung = nglungsur kalungguhane wong kang wis mati&lt;br /&gt;nGgepuk kemiri kopong = tumindak gawe kang tanpa kasil&lt;br /&gt;nGgered ori saka pucuk = tumandang tanpa petung, wasana gawe rekasa awake dhewe&lt;br /&gt;Giri lusi janma tan kena ingina = wong katone bodho jebul sugih kawruh&lt;br /&gt;Golek-golek ketanggor wong luru-luru = arep tumindak ala, wasana kepergok wong kang uga tumindak ala&lt;br /&gt;Gondhelan poncoting tapih = nggantungake urpe marang bojo&lt;br /&gt;Gotong mayit = lungan mung wong telu ngliwati papan sing mbebayani&lt;br /&gt;Greget-greget suruh = nggregetake ati nanging ngemu rasa seneng&lt;br /&gt;ngGugat kayu aking = mrakarakake wong kang wis mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumembrang ora adang = kelangan barang tanpa ana sing weruh&lt;br /&gt;Gumendheng ora nggoreng = kelangan barang tanpa ana sing weruh&lt;br /&gt;ngGutuk api lamur = mitenah wong liya kanthi ethok-ethok ora ngerti wong sing dipitenah&lt;br /&gt;Gupak pulute ora melu mangan nangkane = melu rekasa nanging ora melu ngrasakake kepenake&lt;br /&gt;Glugu ketlusuban ruyung = kumpulane wong becik kecampuran wong ala bebudene&lt;br /&gt;Glundhung semprong = wong wadon omah-omah ora nggawa bandha mapan ing omahe sing lanang&lt;br /&gt;Gong lumaku tinabuh = wong geleme omong mung yen ditakoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idu geni = sakuni-unine kelakon&lt;br /&gt;Idu didilat maneh = njabel rembug sing wis kawetu&lt;br /&gt;Iwak kecemplung wuwu = kena diapusi kanthi gampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani = yen ana ngarep nyontoni, ana tengah menehi greget (karep), ana mburi menehi daya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jer basuki mawa beya = sakabehing gegayuhan mbutuhake wragad (pengorbanan)&lt;br /&gt;nJabung alus = ngapusi kanthi tembung manis&lt;br /&gt;nJaring langit = tumindak gawe kang tanpa asil&lt;br /&gt;nJaring angin = tumindak gawe kang tanpa asil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jinjang api goyang = ora nggugu kandhaning liyan nanging malah gawe kapitunan&lt;br /&gt;Jalma tan kena kinira = manungsa iku ora kena diremehake&lt;br /&gt;Jati ketlusuban ruyung = kumpulane wong becik kelebon wong ala&lt;br /&gt;Njagakake endhoge si blorok = ngarep-arep barang sing durung mesthi&lt;br /&gt;Njajah desa milangkori = wis tekan ngendi-endi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalma angkara mati murka = nemoni cilaka jalaran angkara murkane&lt;br /&gt;Jamur tuwuh ing sela = wong kang uripe memelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nJalukan ora wewehan = seneng njaluk ora gelem menehi&lt;br /&gt;Jaran kerubuhan empyak = wong kang wis kanji (kapok, wedi) banget marga lelakon sing wis tau gawe wedi&lt;br /&gt;Jarit luwas ing sampiran = wong duwe kepinteran nanging ora ana sing nganggo utawa ngangsu kapinterane, lawas-lawas wong iku tanpa guna&lt;br /&gt;nJujul muwul = prakara kang nambah-nambahi rekasa, utawa wis sarwa akeh lan torah (kecukupan) isih oleh wuwuh (tambahan) maneh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nJunjung ngantebake = ngalembana nanging duwe niyat ngasorake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaduk wani kurang deduga = watak wong enom sing grusa-grusu kurang petung&lt;br /&gt;Kalah cacak menang cacak = samubarang pagawean luwih becik dicoba dhisik bisa lan orane&lt;br /&gt;Karna binandhung = kabar kang lumembar sarana gethok tular&lt;br /&gt;Kebak sundukane = wis akeh anggone gawe piala&lt;br /&gt;Kebak sundukane = kakehan dosa, akeh sing disulayani&lt;br /&gt;Kebanjiran segara madu = nemu kabegjan kang gedhe banget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebat kliwat, gancang pincang = tumindak kang kesusu mesthi ora kebeneran&lt;br /&gt;Kebo bule mati setra = wong pinter ning ora ana sing merlokake&lt;br /&gt;Kebo ilang tombok kandhang = wis kelangan ngetokake wragat maneh kanggo nggoleki malah ora ketemu&lt;br /&gt;Kebo lumumpat ing palang = wong gedhe nggagahi prakarane sadulur utawa kaluwargane dhewe&lt;br /&gt;Kebo kabotan sungu = wong ngrekasa uripe marga kabotan butuh, kakehan anak&lt;br /&gt;Kebo lumaku dipasangi = wong kang gelem tumandang gawe yen dituntun (diwarahi)&lt;br /&gt;Kebo nusu gudel = wong tuwa njaluk wuruk marang wong enom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebo mulih nyang kandhange = wong sing wis suwe lelana bali nyang asale&lt;br /&gt;Kebo mutung ing pasangan = wong ninggal pagaweane sing durung sida ditandangi&lt;br /&gt;Kecing-kecing diraupi = tumindak gawe kanthi wani njejaluk tanpa ngrasa isin&lt;br /&gt;Keduwung nguntal wedhung = wis kebanjur tumindak, arep mundur wis lumaku, arep maju wis rekasa&lt;br /&gt;Kepaten obor = kelangan aluran pasedulurane&lt;br /&gt;Keri tan pinecut = gelem tumindak gawe tanpa diprentah&lt;br /&gt;Kulak warta adol prungon = oleh kabar banjur ditularake marang liyan&lt;br /&gt;Kumrisik tan kanginan = rumangsa tanpa disaruwe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuping budheg dikoroki = ora ngreti kathik dikandhani, wasana kepengin ngreti prekarane&lt;br /&gt;Kakehan gludhug kurang udan = akeh sing diomongake ananging ora nyata&lt;br /&gt;Kaya banyu karo lenga = paseduluran kang ora bisa rukun&lt;br /&gt;Kadang konang = wong kang diaku sedulur yen wonge sugih (duwe pangkat)&lt;br /&gt;Kacang atinggal lanjaran = anak kang ora memper bebudene wong tuwane&lt;br /&gt;Kacang mangsaa ninggal lanjaran = anak iku lumrahe bebudene memper wong tuwane&lt;br /&gt;Kandhang langit, bantal ombak, kemul mega = ora duwe papan (omah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katepang ngrangsang gunung = wong asor pengin nggayuh pangkat luhur&lt;br /&gt;Katon cempaka sewakul = wong kang manjila dhewe, beda klawan pepadhane&lt;br /&gt;Kajugrukan gunung menyan = oleh kabegjan gedhe banget&lt;br /&gt;Kawuk ora weruh slira = wong cilik ambeke kaya wong gedhe&lt;br /&gt;Kebanjiran segara madu = nemu kebegjan (rejeki) sing gedhe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegedhen empyak kurang cagak = wong kang duwe panjangka ning ora sembada&lt;br /&gt;Kekudhung walulang macan = ngapusi nganggo jenenge wong kang diwedeni&lt;br /&gt;Kelacak kepathak = ora bisa mungkir jalaran wis kebukti&lt;br /&gt;Kemladhean ngajak sempal = wong mondhok gawe rusak sing dipondhoki&lt;br /&gt;Kendhit miming kadang dewa = wong kang ora pasrah ing paeka&lt;br /&gt;Keplok ora tombok = melu seneng ananging ora melu wragad, utawa wong kang senengane maido ning ora gelem melu cawe-cawe&lt;br /&gt;Kerot ora duwe untu = duwe kekarepan ananging ora sembada&lt;br /&gt;Kena iwake aja nganti butheg banyune = ngrampungi prakara kanthi ngati-ngati&lt;br /&gt;Kejugrukan gunung madu = nemu kanugrahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kethek saranggon = grombolane wong ala&lt;br /&gt;Kencana katon wingka = arepa becik disawang ora becik&lt;br /&gt;Kendel ngringkel, dhadhag ora godhak = ngakune kendel tur pinter jebule jirih tur bodho&lt;br /&gt;Kenes ora ethes = wong sing sugih nanging ora disenengi&lt;br /&gt;Kriwikan dadi grojogan = prakara sepele dadi prakara gedhe&lt;br /&gt;Kere munggah bale = wong asor diprecaya dadi panguwasa (wong pangkat)&lt;br /&gt;Kere nemoni malem = wong miskin kinembong ing pangan&lt;br /&gt;Kere menangi Mulud = wong miskin kinembong ing pangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerot ora duwe untu = duwe kekarepan ning ora duwe wragad&lt;br /&gt;Kerubuhan gunung = wong nemoni kesusahan sing gedhe banget&lt;br /&gt;Kesandhung ing rata kebentus ing tawang = oleh cilaka sing ora dinyana-nyana&lt;br /&gt;Ketula-tula ketali = wong kang tansah nandhang sengsara&lt;br /&gt;Kethek saranggon = kumpulane wong kang tindake ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinjeng tanpa soca = wong tandang gawe ora ngerti ancas tujuwane&lt;br /&gt;Kaleyang kabur kanginan, ora sanak ora kadang = wong sing ora duwe panggonan utawa omah tetep&lt;br /&gt;Klenthing wadhah masin = wong ala sanajan tumindak becik, tabet-tabete wong ala isih ketara (angel ninggalake pakulinane tumindak ala&lt;br /&gt;Kodhok nguntal gajah = wong duwe trekah sing mokal kalakone&lt;br /&gt;Kongsi jambul uwanen = nganti tumekan tuwa banget&lt;br /&gt;Kriwikan dadi grojogan = prakara kang maune cilik dadi gedhe&lt;br /&gt;Krokot ing galeng = wong kang mlarat banget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing-kucing diraupi = wong duwe gawe kanthi nekad, sanajan direwangi wiring isin&lt;br /&gt;Kudhi pacul singa landhepa =wong adu kapinteran, sing pinter sing bakal nemu kabegjan&lt;br /&gt;Kudhung walulang macan = wong golek utangan nganggo sendhen asmane wong gedhe utawa wong kuwasa&lt;br /&gt;Kumenthus ora becus = seneng umuk nanging ora mrantasi karya (sembada)&lt;br /&gt;Kuntul diunekake dhandhang = wong becik dianggep wong ala&lt;br /&gt;Kurung munggah lumbung = wong rena dipek bojo sing duwe omah&lt;br /&gt;Kutuk nggendhong kemiri = wong kang nganggo kang sarwa aji (apik) liwat dalan kang mbebayani&lt;br /&gt;Kutuk marani sunduk, ula marani gebuk = wong kang njarag (marani) bebaya&lt;br /&gt;Kuncung nganti tumekan gelung = suwe banget anggone ngenteni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ladak kecangklak = wong kang angkuh nemoni pakewuh marga tumindake dhewe&lt;br /&gt;Lahang karoban manis = wong kang rupane bagus-ayu tur luhur bebudene&lt;br /&gt;Lanang kemangi = wong lanang kang jirih&lt;br /&gt;Lawas-lawas kawongan godhong = wis lawas pangabdine, nanging ora banjur dibuwang, tanpa oleh pangkat&lt;br /&gt;Lebak ilining banyu = wong asor kanggo tiban-tiban yen ana prakara&lt;br /&gt;Ledhang-ledhang nemu pedhang = nemu kabegjan tanpa kanyana-nyana&lt;br /&gt;Legan golek momongan = wong kang wis kepenak malah njarag golek gawean (rekasa)&lt;br /&gt;Lambe satumang kari semerang = menehi pitutur nganti kesel, ora digubris&lt;br /&gt;Lumpuh ngideri jagad = duwe gegayuhan sing mokal kelakon&lt;br /&gt;Lungguh klasa gumelar = ora melu rekasa nanging nemu kepenak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macan guguh = wong gedhe (kuwasa) wis ora kajen keringan&lt;br /&gt;Madu balung tanpa isi = rebutan samubarang kang tanpa guna&lt;br /&gt;Malang-malang tanggung = ngewuhake, arep ditinggal nggrundel, yen dilokake ora mrantasi gawe&lt;br /&gt;Mancak wadhah tulupan = wis suwe nyambut gawe nanging tanpa duwe celengan&lt;br /&gt;Mecel manuk miber = sarwa kasembadan, sabarang tindake mawa kasil&lt;br /&gt;Mendhak alingan, wekasan katon = tumindak nylamur, nanging wekasan ngaku, jalaran konangan wong akeh&lt;br /&gt;Maju tatu mundur ajur = prakara kang sarwa ndadekake pakewuh, utawa mbudi daya kepiye wae nanging ora kasil&lt;br /&gt;Matang tuna numbak luput = tansah luput kabeh panggayuhane&lt;br /&gt;Mbuwang tilas = ethok-ethok ora ngerti marang tumindake kang ala kang dilakoni&lt;br /&gt;Meneng widara uleren = katone anteng nanging sejatine ala atine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menthung koja kena sembagine = rumangsane ngapusi, nanging sejatine malah kena apus&lt;br /&gt;Merangi tatal = mentahi rembug kang wis mateng&lt;br /&gt;Micakake wong melek = ora nganggep wong sing meruhi dhewe&lt;br /&gt;Midak sikil, njawil mungkur = kethikan ora ngetarani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midak tembelek ora penyek = ora duwe kekuwatan kanggo tandang gawe&lt;br /&gt;Mirong kampuh jingga = mbalela marang nagara&lt;br /&gt;Mrojol ing akerep = nyebal saka kalumrahaning wong akeh&lt;br /&gt;Milih-milih tebu boleng = kakehan milih, wekasan oleh kang ora becik&lt;br /&gt;Mikul dhuwur mendhem jero = bisa njunjung drajade wong tuwa&lt;br /&gt;Mubra-mubru mblabar madu = wong kang sarwa kecukupan&lt;br /&gt;Meneng kitiran = ora bisa anteng&lt;br /&gt;Mbrojol saselaning garu = ora ana sing madhani kepinterane, utawa wong kang luput saka bebaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabok nyilih tangan = tumindak ala kanthi kongkonan wong liya&lt;br /&gt;Naga mangsa tanpa cala = wong kang mrana-mrana ngrasani alaning liyan&lt;br /&gt;Ngagar metu kawul = ngojok-ojoki supaya dadi pasulayan, nanging sing diojok-ojoki ora mempan&lt;br /&gt;Ngajari bebek nglangi = panggawean sing ora ana paedahe&lt;br /&gt;Ngalasake Negara = wong sing ora manut pranatane Negara&lt;br /&gt;Ngalem legining gula = ngalembana kapinterane wong kang pancen pinter (sugih)&lt;br /&gt;Ngaturake kidang lumayu = ngaturake barang kang wis ora ana&lt;br /&gt;Nagara mawa tata, desa mawa cara = saben papan duwe adapt lan aturan dhewe-dhewe&lt;br /&gt;Nampel puluk = mitenah kabegjane wong liya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nandur wiji keli = ngopeni turune wong kasrakat&lt;br /&gt;Nasabi dhengkul = nutup-nutupi kekurangane sadulur supaya oleh kauntungan&lt;br /&gt;Natas tali gumantung = putusan kang ora ana kawusanane&lt;br /&gt;Nebak wong mangan = gawe rugine wong kang oleh kamukten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nemu kuwuk = wong njaluk tulung marang liyan ora nganggo mara ing omahe&lt;br /&gt;Ninggal bocah ing waton = nyumelangake samubarang sing wis kelakon&lt;br /&gt;Nitipake daging serep = titip anak wadon marang besan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nucuk ngiberake = wis disuguh mulihe isih mbrekat suguhan&lt;br /&gt;Nulung menthung = karepe aweh welas, nanging malah gawe rekasane&lt;br /&gt;Nuntumake balung pisah = bebesanan karo sedulur kang wis adoh alurane&lt;br /&gt;Nututi baling wis tiba = njabel wicara kang wis kawetu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nututi kidang lumayu = nguyak samubarang kang durung cetha lan durung mesthi olehe&lt;br /&gt;Ngadu singating andaka = gawe dukaning panggedhe&lt;br /&gt;Ngadhepi celeng boloten = cedhak-cedhak wong ala bebudene&lt;br /&gt;Nglungguhi klasa gumelar = nindakake pegawean kang wis tumata&lt;br /&gt;Ngotragake gunung = wong cilik-asor bisa ngalahake wong gedhe-luhur, nganti gawe kagete wong akeh&lt;br /&gt;Nguthik-uthik macan dhedhe = njarag wong kang wis lilih nepsune&lt;br /&gt;Nguyahi segara = weweh marang wong sugih kang ora ana pituwase&lt;br /&gt;Nyangoni kawula minggat = ndandani barang kang tansah rusak&lt;br /&gt;Nguthik-uthik macan turu = gawe nesu (golek gaweyan)&lt;br /&gt;Nyolong pethek = luput saka pangira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngobak banyu bening = gawe rerusuh ing papan kang tentrem&lt;br /&gt;Nguyahi segara = nulung wong sing kecukupan&lt;br /&gt;Nandur pari jero = gawe ngamal kabecikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nututi layangan pedhot = nggoleki barang sing angel ketemune&lt;br /&gt;Ngaji mumpung = ngatogake kekarepan mumpung ana wektu becik&lt;br /&gt;Ngalem legining gula = ngalem kepinterane wong winasis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngandel tali gedebog = mrecaya barang kang ora mitayani&lt;br /&gt;Ngantuk nemu kethuk = enak-enak ora nyambut gawe nanging oleh kabegjan&lt;br /&gt;Ngangsu banyu ing kranjang = golek ngelmu nanging ora pinter marga ngelmune&lt;br /&gt;Ngaub ngawar-awar = golek pangayoman marang wongmiskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nguwod gedebog = wong nemu kacilakan merga panggawene wong liya&lt;br /&gt;Nguyang lara nempur pati = njarag marang kacilakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nguyuh aling-alingan sada = ngumpetake kekurangane, nanging ora murwat lan sranane&lt;br /&gt;Ngabuk wong meteng = milara wong kang tanpa daya&lt;br /&gt;Ngemping lara nggenjah pati = njarag marang kasangsaran&lt;br /&gt;Ngempukake watu item = nganggep remeh prakara abot&lt;br /&gt;Ngemut legining gula = ngrumat baranging liyan, bareng ngreti yen ana gunane banjur dipek dhewe, ora diwenehake sing duwe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngenteni timbale watu item = ngarep-arep samubarang kang ora bakal teka&lt;br /&gt;Ngetutake poncoting tapih = melu sapari lungane bojo&lt;br /&gt;Nggepuk kemiri kopong = tumandang gawe kang tanpa pituwas&lt;br /&gt;Nglancipi singating andaka = natang wong kang kawasa&lt;br /&gt;Nglangi ing tengah mati ing pinggir = apa kang digarap tanpa karampungan&lt;br /&gt;Nglumahake, ngurepake = bebesanan anak loro lanang wadon padha nggawa lan padha olehe&lt;br /&gt;Ngarebake sikut = nenonton mung kanggo golek sukan-sukan&lt;br /&gt;Ngrampek-ngrampek kethek = yanak marang wong ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngrangsang-ngrangsang tuna = samubrang kang ginayuh ora kena&lt;br /&gt;Ngrusak oager ayu = ndhemeni bojoning liyan&lt;br /&gt;Nrenggiling api mati = wong ethok-ethok ora ngrungu guneme liyan, nanging sabenere niling-nilingake&lt;br /&gt;Numpal keli = wong lelungan mung nunut kancane&lt;br /&gt;Nusup ngayam alas = wong lelungan kanthi mlebu metu padesan lan ngliwati omah-omahe wong akeh&lt;br /&gt;Nyambung watang putung = ngruunake sedulur kang cecongkrahan&lt;br /&gt;Nyawat mbalang wohe = duwe panpgangkah sarana pitulungane sedulur sing diangkah&lt;br /&gt;Nyeret pring saka pucuk = pagawean gampang malah dingel-ngel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyundhang bathang bantheng = ngangkat priyayi turunane bangsa luhur kang wis ora duwe pangawasa&lt;br /&gt;Nyunggi lumpang kentheng = rabi ayu turune wong luhur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obor blarak = mung sawetara wae&lt;br /&gt;Obah owah = barang dadi becik mbutuhake wragad&lt;br /&gt;Obah mamah = yen gelem makarya, bakale akeh rejeki&lt;br /&gt;Obah ngarep kobet mburi = wani rekasa dhisik, mbesuke bakal kepenak&lt;br /&gt;Opor bebek, mentas dhewek = rampungae saka reka dayane dhewe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ora ana banyu mili mandhuwur = watak iku tumurun marang anak&lt;br /&gt;Ora ana kukus tanpa geni = ora ana akibta tanpa sebab&lt;br /&gt;Ora gonja ora unus = wis rupane ala, bebudene uga ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ora jaman ora makam = ora genah asal kamulane&lt;br /&gt;Ora mambu enthong irus = ora ana sambung rapete bab aluran paseduluran&lt;br /&gt;Ora ngerti kenthang kimpule = ora weruh prakara sing dirembug&lt;br /&gt;Ora polo ora uteg = bodho banget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ora tembung ora lawung = njupuk barange liyan tanpa jawab&lt;br /&gt;Ora weruh alip bengkonge = ora ngreti aksara&lt;br /&gt;Othak-athik didudut angel = katone sarwa ganpang bareng ditemenani ora ana nyatane&lt;br /&gt;Ora kingan ora udut = ora mangan apa-apa&lt;br /&gt;Ora uwur ora sembur = ora gelem cawe-cawe (aweh pitulung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palang mangan tandur = wong kang diwenehi kapercayan njaga nanging malah ngrusak&lt;br /&gt;Pandengan karo srengenge = memungsuhan karo panguwasane&lt;br /&gt;Pandhitane antake = laire katon suci batine ala&lt;br /&gt;Pecruk tunggu bara = wong kang dipasrahi tunggu barang kang dimelik (dadi kesenengane)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupur sadurunge benjut = becik jaga-jaga utawa tumindak ngati-ati&lt;br /&gt;Pupur sawise benjut = ngati-ati sawise nemu bebaya&lt;br /&gt;Pinter keblinger busuk ketekuk = sarwa cilaka, tansah kena paeka&lt;br /&gt;Pitik trondhol diumbar ing padaringan = wong miskin dipracaya manggon ing papan kang mubra-mubru pangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupur sawise benjut = tumindak ngati-ati bareng wis ketaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raga tanpa mule = rana-rene mung disawiyah, ora kajen&lt;br /&gt;Rupak jagade = ora duwe papan pasrawungan&lt;br /&gt;Rame ing gawe, sepi ing pamrih = gelem tandang gawe ora amarga golek opah&lt;br /&gt;Ramban-ramban tanggung = wong ngira alaning liyan, nanging isih ragu-ragu&lt;br /&gt;Rawe-rawe rantas, malang-malang putung = sakehing pepalang bisa disingkirake&lt;br /&gt;Rampek-rampek kethek = wong kang nyedhak-nyedhak wong ala, ora wurung oleh piala saka wong iku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rebut balung tanpa isi = pasulayan marga barang kang sepele&lt;br /&gt;Regem-regem kemarung = wong kang ngrangkani wong liya kang sok nglarani (gawe cilaka)&lt;br /&gt;Renggang gula kumepyur pulut = wong kang raket banget anggone kekancan&lt;br /&gt;Rindhik asu digitik = dikongkon nindakake pegawean kang ora cocog karo kekarepane&lt;br /&gt;Rupa nggendhong rega = merga barange apik mula regane ya larang&lt;br /&gt;Rukun agawa santosa, crah agawe bubrah = yen padha rukun mesthi padha santosa, yen padha congkrah mesthi bakal rusak&lt;br /&gt;Rubuh-rubuh gedhang = wong kang ela-elu tumindake liyan (melu-melu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing salah seleh = sing salah bakal nampa akibate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembur-sembur adas, siram-siram bayem = bisa kaleksanan marga pandongane wong akeh&lt;br /&gt;Sadumuk bathuk sanyari bumi = pasulayan dilabuhi toh pati&lt;br /&gt;Satru munggwing cangklakan = wong kang dadi mungsuh ing lingkungan sanak sedulur&lt;br /&gt;Satu munggwing rimbagan = wong loro kang anggone kekancan padha cocoge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suduk gunting tatu loro = nampa kesusahan (kasangsaran) bareng-bareng (ngiwa nengen)&lt;br /&gt;Sabar sareh mesthi bakal pikoleh = tumindak samubrang aja kesusu&lt;br /&gt;Sabaya pati sabaya mukti = kerukunan nganti tekaning pati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadumuk bathuk senyari bumi = pasulayan nganti dilabuhi tekan pati&lt;br /&gt;Sandhing kirik gudhigen = wong kang srawung karo wong ala, ora wurung ketularan alane&lt;br /&gt;Sandhing kebo gupak = wong kang cedhak wong tumindak ala, bisa-bisa katut ala&lt;br /&gt;Sanggar waringin = wong kang dadi pangayomane wong akeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi ing pamrih rame ing gawe = nindakake pagawean kanthi ora duwe kamelikan apa-apa&lt;br /&gt;Sluman-slumun slamet = sanajan kurang ngati-ati nanging isih diparingi slamet&lt;br /&gt;Sumur lumaku tinimba, gong lumaku tinabuh = wong kang geleme tumandang gawe yen diajak utawa dikancani wong sing wis pinter&lt;br /&gt;Sadawa-dawane lurung isih dawa gurung = kabar iku mesthi sumebar adoh, lan adoh karo kanyatane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapikul sagendhongan = andum barang kanthi kukum kang murwat lan kaanane&lt;br /&gt;Sendhen kayu aking = prakaran gondhelan wong kang wis mati&lt;br /&gt;Singidan nemu macan = dhelikan marga tumindak ala nanging malah kawruhan panggedhene&lt;br /&gt;Si gedheg lan si anthuk = wong loro kang wis padha kangsen tumindak ala bebarengan&lt;br /&gt;Simbar tumrap sela = wong kang uripe ngrekasa, awit ora duwe sumber pangan sing gumathok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebu tuwuh socane = wong sing alus lan mans tembunge nanging ala aten-atenane&lt;br /&gt;Tekek mati ulone = wong kang nemoni cilaka marga saka gunemane dhewe&lt;br /&gt;Tembang rawat-rawat, bakul sinambewara = kabar kang durung mesthi salah lan benere&lt;br /&gt;Tulung menthung = katone aweh pitulungan, nanging gawe susah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tega larane ora tega patine = arepa kaya ngapa sedulur iku perlu dibelani&lt;br /&gt;Tigan kaapit sela = wong kang ana ing sajroning bebaya, tansah was-sumelang atine&lt;br /&gt;Timun jinara = prakara gampang banget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timun wungkuk jaga imbuh = wong kang kanggo genep-genep (jaga-jaga yen kekurangan)&lt;br /&gt;Timun mungsuh duren = wong ringkih mungsuh wong kuwat&lt;br /&gt;Tuna satak bathi sanak = rugi petung (bandha) nanging tambah sedulur&lt;br /&gt;Tunggal banyu – tunggal guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal glanggang colong playu = ora wani tanggung jawab (keplayu ing peperangan)&lt;br /&gt;Tumbak cucukan = wong kang seneng pradul (adu-adu) marang liyan&lt;br /&gt;Tumbu oleh tutup = wong loro sing cocog aten-atenane&lt;br /&gt;Tumper cinawedan, wedang lelaku = wong kang angger duwe bojo, bojone mati (wong kang diseriki kanca-kancane)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggak jarak mrajak, tunggak jati mati = turune wong cilik bisa dadi wong gedhe, turune wong gedhe ora bisa oleh kalungguhan dhuwur, utawa prakara ala ngambra-ambra dene prakara becik kari sethithik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggak kalingan rone = tilas wong gedhe wis ora katon gedhene utawa luhur pangkate&lt;br /&gt;Tunggak kemadhuh = wong kang maune dadi mungsuh&lt;br /&gt;Tunjung tuwuh ing sela = wong kang maune dadi mungsuh&lt;br /&gt;Thenguk-thenguk nemu kethuk = nyambutgawe sakpenake nanging meksa nemu kabegjan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucul saka kudangan = luput karo gegayuhane&lt;br /&gt;Ula marani gitik (gebug) = wong kang njarag marang bebaya&lt;br /&gt;Ulat madhep ati kareb = wis manteb banget kekarepane&lt;br /&gt;Ungak-ungak pager arang = duwe melik marang bojoning liyan&lt;br /&gt;Ulangan cumbon = angger lunga, ora suwe bali maneh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uyah kecemplung segara = menehi barang sethithik marang wong sugih banget&lt;br /&gt;Undhaking pawarta sudaning kiriman = kabar sing sumebar beda nyatane&lt;br /&gt;Udan tangis = akeh wong sing kesusahan amarga ketaman bencana&lt;br /&gt;Uwod gedebog = wong kang ora kena diprecaya kanggo lantaran rembug&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wastra bedhah kayu pokah = wong nandhang tatu, babak kulite, putung balunge (wong ketula-tula uripe)&lt;br /&gt;Watra lungset ing sampiran = wong pinter ora diguroni wong liya nganti tuwa&lt;br /&gt;Wedi rai wani silit = wanine mung saka mburi, wedi yen adhep-adhepan&lt;br /&gt;Wedhus diumbar ing pakacangan = wong mlarat dipercaya njaga barang pakaremane&lt;br /&gt;Weruh ing grubyug, ora weruh ing rembug = melu-melu tumindak nanging ora ngerti kang dikarepake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwit kuncung nganti gelung = nuduhake wektu sing suwe banget (saka bocah nganti tuwa)&lt;br /&gt;Welsa tanpa alis = arep tetulung (melasi) wong liya nanging malah dadi bilaine&lt;br /&gt;Waras-wiris = sehat&lt;br /&gt;Wong wadon cowek gopel = drajating wong wadon kang ora pangaji&lt;br /&gt;Wis kebak sundukane = wis akeh banget kaluputane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuwana mati lena = wong becik nemu cilaka jalaran ora ngati-ati&lt;br /&gt;Yitna yuwana, lena kena = sing ngati-ati bakal slamet, sing sembrana cilaka&lt;br /&gt;Yuyu rumpung mbarong ronge = wong kang nyantosani omahe, amarga wedi diganggu gawe wong liya kang ala pakartine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yiyidan munggwing rampadan = biyene wong durjana saiki dadi wong alim&lt;br /&gt;Yoga anyangga yogi = murid nirokake piwulange guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Sumber: DNR,kaki langit dot com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-7152456671902090197?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/7152456671902090197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=7152456671902090197' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7152456671902090197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7152456671902090197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/02/paribasan-bebasan-saloka.html' title='Paribasan, Bebasan, Saloka'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-5602289723074098189</id><published>2009-01-20T10:59:00.004+07:00</published><updated>2009-02-17T09:42:49.400+07:00</updated><title type='text'>WUKU DAN KELAHIRAN</title><content type='html'>Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuku punika petangan kangge nyumerepi watek sarta lampahing ngagesang tumrap bayi lahir. Wuku wau lampahipun saben 7 dinten sapisan, wiwit dinten Ngahad dumugi  dinten  Saptu.   Dene  sasarenganing wuku kalihan dinten pekenan sarta paringkelan, punika kawrat ing pananggalan saben wulanipun. Cacahipun wuku wau sadaya wonten 30, sarta naminipun kados ing ngandap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sinta&lt;br /&gt;dewanya sangyang Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita,  banyak kemauan, keras, cepat bahagia, bakat kaya harta benda. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang susah, dan orang minggat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya : Berada di pertengahan  umur. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang, membelinya tidak menawar. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Tolak bilahi. Candranya : Endra = gemar bertapa brata, angkuh, suka kepada kepanditan. Ketika kala wuku berada ditimu laut, selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Landep&lt;br /&gt;dewanya sangyang Mahadewa = bagus rupanya, terang hatinya, gemar bersemadi. Kakinya direndam dalam air  = perintahnya keras didepan dingin dibelakang, kasih sayang. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para agung, jika menghambakan diri jadi kesayangan. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayannya : korobohan pohon. Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya, dapat mengerjakan segala pekerjaan, dapat menggrirangkan hati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wukir&lt;br /&gt;dewanya sangyang Mahayekti = besar hatinya, menghendaki lebih dari sesama. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya, sopan-santun, jika bekerja dicintai oleh majikannya. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama, dapat mengerjakan segala pekerjaan. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya : dianiaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkalnya : selamatan nasi uli, beras sepritah dikukus, daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. Selawatnya 4 keteng. Doanya rajukna. Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan. Ketika kolo wuku berada ditenggara, dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kurantil&lt;br /&gt;dewanya sangyang Langsur = pemarah. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung, karena panas. Burungnya : Salinditan = tangkas. Gedungnya terbalik didepan = murah hati. Bahayanya : jatuh memanjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam lereng dipecal. Selawatnya 7 keteng. Doanya : rajukna dan pina. Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya.Ketika kolo wuku berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tolu&lt;br /&gt;dapat menyenangkan hati orang lain, kalau marah berbahaya, tak dapat dicegah, Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya, tajam roman mukanya, tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya. Burungnya : Branjangan = riang tangan, cepat bekerjanya. Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya = ditanduk atau disiung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dimasak dengan santan. Selawatnya 3 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Wangkawa = angkuh, tidak tetap, suka bohong.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gumbreg&lt;br /&gt;.dewanya sangyang cakra = keras budinya, segala yang dikehendakinya segera tercapai, tak mau dicegah, pengasih. Kakai sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan, panas dibelakang. Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi. Burungnya : ayam hutan = liar, dicintai oleh para agung, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya dikirikan = penyayang, jika marah taka sayang kepada harta bendanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan dalam. Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Rajukna. Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya, perkataannya nyata redhoan.Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara, dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Warigalit&lt;br /&gt; dewanya sangyang asmara = bagus rupanya,senang asmara, cemburuan, hatinya mudah tersentuh, Pohonnya : sulastri = bagus rupanya, banyak yang cinta. Burungnya : kepodong – cemburuan, tak suka berkumpul dengan orang banyak. Bahayanya : tersangkut suatu perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama), dimasak getjok. Selawatnya 8 keteng. Doanya : tolak bilahi. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat tumbuh. Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Warigagung&lt;br /&gt; dewanya sanghyang mahajekti = berat tanggungannya, berkeinginan. Tunggulnya : dibelakang – rejekinya dibelakang hari. Pohonnya : cemara = rame bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati. Burungnya : betet = keras kemauannya, pandai mencari kehidupan. Gedungnya dua buah dibelakang  dan didepan = ichlasnya hanya setengah. Bahayanya : dimarahi temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus, lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. Selawatnya 5 keteng. Doanya : rasul. Candranya : Ketug lindu = menepati perkataannya, jika marah menakutkan, tidak mau menerima takdir. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan, dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Julungwangi&lt;br /&gt; dewanya sanghyang sambu = tinggi perasaannya, tidak boleh disamai. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan, akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak. Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang, dicintai para pembesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya : diterkam harimau. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/- 81 ½ sen). Selawatnya : kucing. Doanya Tolak bilahi. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Sungsang&lt;br /&gt; dewanya sanghyang gana = pemaranh, gelap hati. Air dijebung didepannya +/- pradah, ikhlasan, harus diperlihatkan pemberiannya, banyak rejekinya. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur, keras budinya, suka kepada kepunyaan orang lain. Burungnya : nori = pemboros, jauh kebahagiaannya, murka. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya : kena besi. Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah, daun-daunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. Selawatnya 10 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya, tetapi mudah dicegah. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Galungan&lt;br /&gt; dewanya sangyang Komajaya = teguh hatinya, dapat melegakan hati orang susah, cinta pada perbuatan baik, jauh kepada perbuatan jahat. Memangku air dalam bokor =suka bersedekah, pengasih, namun sedikit rejekinya. Pohonnya : Tanganan  = ringan tangan, keras budinya, gampang suka pada kepunyaan orang lain. Burungnya : Bido = besar nafsunya, murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya : berselisih.Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus, lauknya daging kambing. Doanya : Selamat pina. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala, sebab gora-goda. Ketika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Kuningan&lt;br /&gt; dewanya sangyang Indra = melebihi sesama, tinggi derajatnya. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah, sangat puaka, tinggi budinya dan teliti, menghindari keramaian, selamat hatinya. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya, lekas marah, pemalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedungnya dibelakang, jendelanya tertutup = hemat. Bahayanya = diamuk..Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai, digoreng. Selawatnya 11 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Garojogan = rame bicaranya, banyak bohong.Ketika kolo wuku berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Langkir&lt;br /&gt; dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya, tidak sayang kepada badannya sendiri, yang melihat takut, buruk adat-istiadatnya, tidak mau menurut, murka, banyak larangan. Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati, tak boleh didekati orang, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan, sayuran secukupnya. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Slametpina. Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan, tetapi tidak mengapa.Ketika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Mandasia&lt;br /&gt;dewanya sangyang Brama, kuat budinya, pemaran, tak mau memberi ampun, jika marah tak dapat dicegah, tegaan. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak, jadi pelindung sengsara. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya, cepat pekerjaannya, tidak sabaran. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus, sayur bayam merah, daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. Selawatnya uang baru 40 keteng. Doanya : Slamat. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar, tetapi jika marah kejam.Ketika kolo wuku berada diatas, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Djulungpujut&lt;br /&gt; dewanya sangyang guretno, = suka kepada keramaian, tersiar baik, mempunyai kedudukan yang lumayan. Menghendaki bukit = besar kemaunnya, tak suka diatasi, menghendaki memerintah. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya, tidak berbau, dimana-mana jadi kunjungan orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung : Prijohan = besar kemauannya, halus budinya. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, daging ayam merah dipanggang, daun- daunan 9 macam. Selawatnya 30 keteng. Doanya : Balasrewu dan Kunut. Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah, rejekinya tidak kurang.Ketika kolo wuku, berada di utara dan selatan, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Pahang&lt;br /&gt; dewanya sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama, tidak sabaran menepati janji. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong. Memanggul senjata tajam = waspada, kasar perkataannya, panas hati, suka bertikai. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burung : Cocak = gelatak bicaranya. Gedung telentang = boros. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya : dianiaya.Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah, lauknya daging ayam dimasak sansan, daun-daunan 11 macem. Selawatnya 9 keteng. Doanya : Rasul.Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya, lahirnya suci, batinnya kotor, angkuh, selalu susah.Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kuruwelut&lt;br /&gt; dewanya sanhyang wisnu : tajam ciptanya, tinggi dan selamat budinya, melebihi sesama dewa. Memanggul : cakra = tajam hatinya, berhati-hati. Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah, akhirnya menang, tidak pernah bohong, tidak suka terhadap perkataan yang remeh. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, puaka tak dapat dipermudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya : kena racun daun. Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran, jajan pasar, sekar boreh, tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya, suci hatinya, diturut perintahnya, jadi tempat pengungsian. Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Mrakeh&lt;br /&gt; dewanya sangsyang surenggana = tawakal hatinya, agak ingatan, berkesanggupan, berani kepada kesulitan. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh, tentu mendapat bahaya. Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. Bahayanya : tenggelam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangkalnya : selamatan nasi uduk, daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. Selawatnya 100 keteng.Doanya : tolak bilahi. Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal, mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. Ketika “kala wuku” berada di utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Tambir&lt;br /&gt; dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan, tajam perkataannya. Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib, suka membuat perkabaran yang mengherankan, . Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya  Bahayanya : terkena pasangan. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet, lauknya daging bebek dan ayam dipindang, kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. Doanya : slamet dina. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya. Ketika “kala wuku” berada di barat daya, dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Madangkungan&lt;br /&gt; dewanya sanghyang basuki : ahli bicara, tawakal, tetap hatinya. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan, tidak ada gunanya. Burungnya : pelug = suka tinggal di air, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya, tawakal, hemat. Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. Tangkalnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun, digoreng, jenang merah pada waktu hari kelahirannya. Selawatnya : 5 keteng. Doanya : ngumur. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataan, dan dapat menyenangkan hati orang lain. Ketika “kaa wuku” berada di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Maktal&lt;br /&gt; dewanya sanghyang sakri = lurus hatinya, baik pekerjaannya. Pohonnya : nagasari = bagus rupanya, lemah lembut tutur katanya, dicintai oleh pembesar. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya, banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati. Bahayanya = bertikai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangkalnya : selamatan nasi uduk, daging ayam dan bebek dimasak 2 macam, dipindang dan dimasak dengan santan, niatnya : ngrasul. Selawatnya 4 keteng. Doanya : rasul. Candranya : lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya, dalam pikirannya. Ketika “kala wuku” berada di timur laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Wuje&lt;br /&gt; dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain, perkataannya lurus dan mengherankan, singkat hati, tetapi sebentar baik. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar tanda kebahagiannya, kuat dan tetap hatinya. Burungnya : gogik = cemburuan, tak suka kepada keramaian. Gedungnya terlentang didepan = pengasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya : diteluh. Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/- 10 sen). Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum = peteng hati, sukar dijalani, suka kepada bau harum, besar kehendaknya. Ketika “kala wuku “ berada di barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Manahil&lt;br /&gt; dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri, dapat berkumpul ditempat ramai, bakat angkuh, selalu bersedia-sedia untuk membela diri. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya, akan tetapi tak mempunyai pangkat. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya, liat hatinya. Burungnya : Sepahan = liar budinya, tajam pikirannya. Bahayannya : terkena senjata tajam.Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah, lauknya daging ayam dan ikan, sayuran secukupnya, sambal gepeng. Selawatnya 8 keteng. Doanya : Selamat tolak bilahi. Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya, tak suka menganggur, banyak kemauannya.Ketika kala wuku berapa di Tenggara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Prangbakat&lt;br /&gt; dewanya sangyang Bisma = pemarah, tangkas, pemalu, memperlihatkan watak prajurit, menghendaki jadi pemimpin orang, lurus pembicaraannya, segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya, cukup rejekinya, tetap pikiranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri. Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah, lauknya daging sapi, dimasak bumbu manis, sayuran secukupnya. Selawatnya : pacul. Doanya : aelamat pina. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya, cepat kerjanya, pemberi, jujur, belas kasihan. Ketika “kala wuku” berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Bala&lt;br /&gt; dewanya batari Durga = suka berbuat huru-hara,membuat berita, jahil, suka bercampur dengan kejahatan, tak ada yang ditakuti, pandai sekali bertindak jahat. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burungnya : Ayam hutan = liar budinya, dicintai oleh pembesar, tinggi budinya, banyak tanda-tanda akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat yang sunyi. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah dilahir. Bahayanya : diteluh dan kena upas.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, sayur 7 macam, panggang ayam hitam. Selawatnya 40 keteng. Doanya : Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli.Ketika kala wuku berada di Barat-Laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Wugu&lt;br /&gt; dewanya sangyang Singajala = banyak akal, lekas mengerti, baik budinya. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam, akan tetapi jika telah makan, sering mencela, banyak rejekinya. Burungnya : Podang = cemburuan, tidak suka berkumpul. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendia. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan, jajan pasar, lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. Selawatnya 10 keteng. Doanya: Selamat. Candranya : awang-uwung = baik budinya.Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Wayang&lt;br /&gt; dewanya batari Sri = banyak rejekinya, pradah, bakti, teliti, dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya, sabar, rela hati, akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan, sukar dibelakang. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar, liar budinya, berbakat angkuh, senang tinggal ditempat yang sunyi. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan, ayam dimasak sesukanya, sayuran secukupnya. Selawatnya 40 keteng. Doanya : selamat. Candranya : damar murub, bumi langit = selamat, banyak ilmunya.Ketika kolo wuku berada diatas, dalam 7 hari tak boleh naik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Kulawu&lt;br /&gt; dewanya sangyang Sadana = kuat budinya, besar harapannya. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya, dingin perintahnya. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang, kurang pandai. Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar harapannya, kuat budinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burungnya : Nori, boros, murka. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya : terkena bisa. Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah, ikan dan daging burung, dimasak sekehendahnya. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Kabula. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin, akhirnya besar kebahagiannya, banyak rejekinya.Ketika kala wuku berada di Utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Dukut&lt;br /&gt; dewanya sangyang Sakri = keras hatinya. Menghadapi keris terhunus = waspada, tajam pikirannya, segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya, dengki, tak boleh didekati. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar, liar dan tinggi budinya, besar harapannya, suka tinggal ditempat sunyi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. Bahayanya : dimedan perang.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. Selawatnya satakswawe. Doanya : Slamet. Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya, penakut.Ketika kala wuku berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Watugunung&lt;br /&gt;, dewanya sangyang Antaboga dan batari Nagagini. Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa. Nagagini = gemar kepada asamara. Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi, jika menjadi pendita, mendapat kehormatan, gemar bersemedi, sering bersedih hati. Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan, tinggi budinya, tidak suka pada keramaian, terlihat angkuh, teliti. Burungnya : Gogik = cemburuan. Bilahinya : teraniaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkalnya : selamatan beras sepitrah dikukus, lauknya daging binatang yang diburu, binatang berliang, burung, semuanya yang halal, dimasak bermacam-macam jenang, daun-daunan 7 macam. Selawatnya 9 keteng. Doanya : Mubarak. Candranya : Lintang wulan keraianan = terang hatinya, tetapi tidak bercahaya.Ketika kala wuku berapa di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Sumber:Mas Kumitir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-5602289723074098189?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/5602289723074098189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=5602289723074098189' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/5602289723074098189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/5602289723074098189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/01/wuku-dan-kelahiran.html' title='WUKU DAN KELAHIRAN'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-2747112429384649123</id><published>2009-01-20T10:25:00.000+07:00</published><updated>2009-01-20T10:29:12.042+07:00</updated><title type='text'>MANUNGGALING KAWULO GUSTI</title><content type='html'>Dalam diri manusia terdapat segumpal daging,&lt;br /&gt;Apabila segumpal daging itu rusak,&lt;br /&gt;Maka rusaklah seluruhnya,&lt;br /&gt;Segumpal daging itu bernama qolbu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qolbu itu ati dalam bahasa Jawa,&lt;br /&gt;Gusti sering diartikan Bagusing Ati,&lt;br /&gt;Gusti berarti pula Qolbu,&lt;br /&gt;Qolbu yang menjadi cerminan,&lt;br /&gt;Khaliq dengan ciptaan-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qolbu adalah terminal,&lt;br /&gt;Ati itu jangka jangkahing jaman,&lt;br /&gt;Atau titik pusat kesadaran kehidupan,&lt;br /&gt;Ruang dan waktu dimana kita hidup,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawulo adalah hamba,&lt;br /&gt;Gusti adalah bagusing ati,&lt;br /&gt;Bagusnya qolbu manusia,&lt;br /&gt;Dalam menghamba kepada Allah,&lt;br /&gt;Manusia menghamba itu kawulo,&lt;br /&gt;Dengan hati yang bisa mencerminkan Allah,&lt;br /&gt;Maka manunggallah kawulo dan gusti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila qolbu itu dekat dengan Allah,&lt;br /&gt;Sampai dekatnya dengan urat nadi leher,&lt;br /&gt;Maka hati hamba menjadi tempat bersemayamnya Allah,&lt;br /&gt;Kalau hati dekat dengan Allah,&lt;br /&gt;Fikiran tenang dan mendengarkan suara hati,&lt;br /&gt;Perkataan difikirkan dulu,&lt;br /&gt;Tindakan diniyatkan dijalan Allah,&lt;br /&gt;Maka benar,&lt;br /&gt;Manunggaling Kawulo Gusti,&lt;br /&gt;Sehingga,&lt;br /&gt;Jumbuh Kawulo lan Gusti,&lt;br /&gt;Dalam ridlo-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakbenaran Manunggaling Kawulo Gusti,&lt;br /&gt;Terletak pada kurang tepatnya persepsi dalam memahami,&lt;br /&gt;Akhirnya hal ini bisa menimbulkan kesesatan,&lt;br /&gt;Jadi, Manunggaling Kawulo Gusti tidak salah,&lt;br /&gt;Namun menyesatkan apabila tidak pas dalam memahaminya&lt;br /&gt;Seorang temanku pernah berkata,&lt;br /&gt;Seks itu tidak tabu,&lt;br /&gt;Seksi itu adalah fitrah manusia,&lt;br /&gt;Namun kalau ada anak lima tahun yang bertanya tentang seks,&lt;br /&gt;Akan menimbulkan ambiguitas akibat pemahaman perseptif anak lima tahun,&lt;br /&gt;Maka, orang tua merahasiakan seks pada anak seusia itu,&lt;br /&gt;Pemahaman tentang seks,&lt;br /&gt;Harus diberikan kepada orang yang sudah layak untuk memahaminya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah ajaran yang diberikan pada orang kebanyakan,&lt;br /&gt;Yang belum layak,&lt;br /&gt;Alias masih dalam usia 5 tahun dalam spiritual….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manunggaling Kawulo Gusti,&lt;br /&gt;Bukan berarti engkau jadi Fir’aun,&lt;br /&gt;Karena Fir’aun pun mengaku aku menjadi Tuhan,&lt;br /&gt;Padahal Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah mengaku-aku Tuhan,&lt;br /&gt;Justru sebaliknya menghamba kepada Tuhan,&lt;br /&gt;Sehingga semua tindakan mencerminkan sifat dan asma Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau hanya bisa mencerminkan sifat dan asma Tuhan,&lt;br /&gt;Justru ketika engkau melakukan sebaliknya,&lt;br /&gt;Dimana qolbu, hati, ati atau manah,&lt;br /&gt;Menjadi cerminan Sifat Tuhan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman Manunggaling Kawulo Gusti bukan berarti tidak bekerja,&lt;br /&gt;Karena bekerja merupakan syarat hidup,&lt;br /&gt;Dengan bekerja kita merasa membutuhkan Tuhan dalam berkarya,&lt;br /&gt;Bukan sebaliknya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Manunggaling Kawulo Gusti ini justru mendatangkan kesalahan persepi,&lt;br /&gt;Dan kesesatan akibat kesalahan persepsi,&lt;br /&gt;Mending dilarang saja ajarannya berkembang di masyarakat,&lt;br /&gt;Sebagaimana dilarangnya gambar porno di masyarakat,&lt;br /&gt;Seks-nya itu sendiri tidak dilarang,&lt;br /&gt;Namun penyimpangan yang diakibatkan pemahaman yang tidak pada tempatnya-lah yang menyebabkan kerusakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, pertanyaan terakhir,&lt;br /&gt;Apakah Manunggaling Kawulo Gusti itu sesat ?&lt;br /&gt;Silahkan jawab sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara sumber:Mas kumitir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-2747112429384649123?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/2747112429384649123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=2747112429384649123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/2747112429384649123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/2747112429384649123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/01/manunggaling-kawulo-gusti.html' title='MANUNGGALING KAWULO GUSTI'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-8176376499666210272</id><published>2009-01-20T09:49:00.000+07:00</published><updated>2009-01-20T09:56:57.766+07:00</updated><title type='text'>Daftar Raja-raja Jawa</title><content type='html'>Mataram Kuno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Syailendra&lt;br /&gt;Bhanu (752-775)&lt;br /&gt;Wisnu (775-782)&lt;br /&gt;Indra (782-812)&lt;br /&gt;Samaratungga (812-833)&lt;br /&gt;Pramodhawardhani (833-856), menikah dengan Rakai Pikatan (Dinasti Sanjaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Sanjaya&lt;br /&gt;Sanjaya (732-7xx)&lt;br /&gt;Rakai Panangkaran&lt;br /&gt;Rakai Panunggalan&lt;br /&gt;Rakai Warak&lt;br /&gt;Rakai Garung&lt;br /&gt;Rakai Patapan (8xx-838)&lt;br /&gt;Rakai Pikatan (838-855), mendepak Dinasti Syailendra&lt;br /&gt;Rakai Kayuwangi (855-885)&lt;br /&gt;Dyah Tagwas (885)&lt;br /&gt;Rakai Panumwangan Dyah Dewendra (885-887)&lt;br /&gt;Rakai Gurunwangi Dyah Badra (887)&lt;br /&gt;Rakai Watuhumalang (894-898)&lt;br /&gt;Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910)&lt;br /&gt;Daksa (910-919)&lt;br /&gt;Tulodong (919-921)&lt;br /&gt;Dyah Wawa (924-928)&lt;br /&gt;Mpu Sindok (928-929), memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur (Medang)&lt;br /&gt;Sanjaya Gusti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medang&lt;br /&gt;Mpu Sindok (929-947)&lt;br /&gt;Sri Isyanatunggawijaya (947-9xx)&lt;br /&gt;Makutawangsawardhana (9xx-985)&lt;br /&gt;Dharmawangsa Teguh (985-1006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahuripan&lt;br /&gt;Airlangga (1019-1045), mendirikan kerajaan di reruntuhan Medang&lt;br /&gt;(Airlangga kemudian memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janggala&lt;br /&gt;(tidak diketahui silsilah raja-raja Janggala hingga tahun 1116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadiri&lt;br /&gt;(tidak diketahui silsilah raja-raja Kadiri hingga tahun 1116)&lt;br /&gt;Kameswara (1116-1135), mempersatukan kembali Kadiri dan Panjalu&lt;br /&gt;Jayabaya (1135-1159)&lt;br /&gt;Rakai Sirikan (1159-1169)&lt;br /&gt;Sri Aryeswara (1169-1171)&lt;br /&gt;Sri Candra (1171-1182)&lt;br /&gt;Kertajaya (1182-1222)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singhasari&lt;br /&gt;Tunggul Ametung (1222)tewas dibunuh Ken Arok.&lt;br /&gt;Ken Arok (1222-1227)&lt;br /&gt;Anusapati (1227-1248)&lt;br /&gt;Tohjaya (1248)&lt;br /&gt;Ranggawuni (Wisnuwardhana) (1248-1254)&lt;br /&gt;Kertanagara ( 1254-1292)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majapahit&lt;br /&gt;Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) (1293-1309)&lt;br /&gt;Jayanagara (1309-1328)&lt;br /&gt;Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350)&lt;br /&gt;Hayam Wuruk (Rajasanagara) (1350-1389)&lt;br /&gt;Wikramawardhana (1390-1428)&lt;br /&gt;Suhita (1429-1447)&lt;br /&gt;Dyah Kertawijaya (1447-1451)&lt;br /&gt;Rajasawardhana (1451-1453)&lt;br /&gt;Girishawardhana (1456-1466)&lt;br /&gt;Singhawikramawardhana (Suraprabhawa) (1466-1474)&lt;br /&gt;Girindrawardhana Dyah Wijayakarana(1468-1478)&lt;br /&gt;Singawardhana Dyah Wijayakusuma (menurut Pararaton menjadi Raja Majapahit selama 4 bulan sebelum wafat secara mendadak ) ( ? - 1486 )&lt;br /&gt;Girindrawardhana Dyah Ranawijaya alias Bhre Kertabumi (diduga kuat sebagai Brawijaya, menurut Kitab Pararaton dan Suma Oriental karangan Tome Pires pada tahun 1513) (1474-1519)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demak&lt;br /&gt;Raden Patah (1478 - 1518)&lt;br /&gt;Pati Unus (1518 - 1521)&lt;br /&gt;Sultan Trenggono (1521 - 1546)&lt;br /&gt;Sunan Prawoto (1546 - 1561)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Pajang&lt;br /&gt;Jaka Tingkir, bergelar Sultan Hadiwijoyo (1549 - 1582)&lt;br /&gt;Arya Pangiri, bergelar Sultan Ngawantipuro (1583 - 1586)&lt;br /&gt;Pangeran Benawa, bergelar Sultan Prabuwijoyo (1586 - 1587)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar ini merupakan Daftar penguasa Mataram Baru atau juga disebut sebagai Mataram Islam, meski penamaan terakhir ini kurang pas. Catatan: sebagian nama penguasa di bawah ini dieja menurut ejaan bahasa Jawa.&lt;br /&gt;Ki Ageng Pamanahan, menerima tanah perdikan Mataram dari Jaka Tingkir&lt;br /&gt;Panembahan Senopati (Raden Sutawijaya) (1587 - 1601), menjadikan Mataram sebagai kerajaan merdeka.&lt;br /&gt;Panembahan Hanyakrawati (Raden Mas Jolang) (1601 - 1613)&lt;br /&gt;Adipati Martapura (1613 selama satu hari)&lt;br /&gt;Sultan Agung (Raden Mas Rangsang / Prabu Hanyakrakusuma) (1613 - 1645)&lt;br /&gt;Amangkurat I (Sinuhun Tegal Arum) (1645 - 1677)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasunanan Kartasura&lt;br /&gt;Amangkurat II (1680 – 1702), pendiri Kartasura.&lt;br /&gt;Amangkurat III (1702 – 1705), dibuang VOC ke Srilangka.&lt;br /&gt;Pakubuwana I (1705 – 1719), pernah memerangi dua raja sebelumya; juga dikenal dengan nama Pangeran Puger.&lt;br /&gt;Amangkurat IV (1719 – 1726), leluhur raja-raja Surakarta dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;Pakubuwana II (1726 – 1742), menyingkir ke Ponorogo karena Kartasura diserbu pemberontakl; mendirikan Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasunanan Surakarta&lt;br /&gt;Pakubuwana I/Pangeran Puger (1704 - 1719), memerintah Kasunanan Kartasura&lt;br /&gt;Pakubuwana II (1745 - 1749), pendiri kota Surakarta; memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta pada tahun 1745&lt;br /&gt;Pakubuwana III (1749 - 1788), mengakui kedaulatan Hamengkubuwana I sebagai penguasa setengah wilayah kerajaannya.&lt;br /&gt;Pakubuwana IV (1788 - 1820)&lt;br /&gt;Pakubuwana V (1820 - 1823)&lt;br /&gt;Pakubuwana VI (1823 - 1830), diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia; juga dikenal dengan nama Pangeran Bangun Tapa.&lt;br /&gt;Pakubuwana VII (1830 - 1858)&lt;br /&gt;Pakubuwana VIII (1859 - 1861)&lt;br /&gt;Pakubuwana IX (1861 - 1893)&lt;br /&gt;Pakubuwana X (1893 - 1939)&lt;br /&gt;Pakubuwana XI (1939 - 1944)&lt;br /&gt;Pakubuwana XII (1944 - 2004)&lt;br /&gt;Dua orang Pakubuwana XIII (2004 - sekarang), terjadi perebutan takhta antara Pangeran Hangabehi dan Pangeran Tejowulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasultanan Yogyakarta&lt;br /&gt;Hamengkubuwana I (1755 - 1792)&lt;br /&gt;Hamengkubuwana II (1793 - 1828)&lt;br /&gt;Hamengkubuwana III (1810 - 1814)&lt;br /&gt;Hamengkubuwana IV (1814 - 1822)&lt;br /&gt;Hamengkubuwana V (1822 - 1855)&lt;br /&gt;Hamengkubuwana VI (1855 - 1877)&lt;br /&gt;Hamengkubuwana VII (1877 - 1921)&lt;br /&gt;Hamengkubuwana VIII (1921 - 1939)&lt;br /&gt;Hamengkubuwana IX (1939 - 1988)&lt;br /&gt;Hamengkubuwana X (1988 - sekarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara sumber:Sastro Yuwono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-8176376499666210272?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/8176376499666210272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=8176376499666210272' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/8176376499666210272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/8176376499666210272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/01/daftar-raja-raja-jawa.html' title='Daftar Raja-raja Jawa'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-6912385012837969472</id><published>2009-01-14T18:02:00.000+07:00</published><updated>2009-01-15T07:31:10.427+07:00</updated><title type='text'>Memayu Hayuning Bawono</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Secara keseluruhan terjemahan bebas dari Memayu Hayuning Bawono adalah mengusahakan (mengupayakan) Keselamatan, Kebahagiaan, dan Kesejahterann Hidup di Dunia. Sepi ing pamrih, Memayu Hayunig Bawono (credo) Sepi ing pamrih rame ing gawe, Sastro Cetho Harjendro Hayuning Bumi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;PIWULANG KAUTAMAN 1 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Kang Maha Kuwasa (Gusti Allah, Tuhan) iku siji, angliputi ing ngendi papan, langgeng, sing nganakake jagad iki saisine, dadi sesembahan wong saalam donya kabeh, panembahan nganggo carane dhewe-dhewe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Kang Maha Kuwasa iku anglimput ana ing ngendi papan, aneng sira uga ana Pangeran (maksude : tajaline Kang Murbeng Dumadi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran iki Maha Kuwasa, pepesthen saka karsaning Pangeran ora ana sing bisa murungake. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 4 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran iku nitahake sira lantaran bapa lan biyungira, mula kudu sira ngurmati marang bapa lan biyungira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 5 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ing donya iki ana rong warna sing diarani bebener, yakuwi bener mungguhing Pangeran lan bener saka kang lagi kuwasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu Gusti (Pangeran) iku lamun sira tansah eling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakra manggilingan (urip iku ibarate rodha kang tansah mubeng). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja sira wani-wani ngaku Pangeran, senadyan kawruhira wis tumeka “Ngadeg Sarira Tunggal” utawa bisa mengerteni “Manunggaling Kawula Gusti”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja ndisiki kersa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja sira wani marang wong tuwanira, jalaran sira bakal kena bendhu saka Kang Murbeng Dumadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja mung kelingan lan migatekake barang kang katon bae, sebab kang katon gumelar iki anane malah ora langgeng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja darbe pangira yen lelembut iku mesthi alane, jalaran sing apik iya ana, sing ala iya ana, ora beda karo manungsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja lali saben dina  elingo marang Pangeranira, jalaran sejatine sira iku tansah katunggon Pangeran ira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;PIWULANG KAUTAMAN 2 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kautamaning Batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 14 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahanan donya iku ora langgeng, mula aja ngegungake kasugihan lan drajadira, awit samangsa wolak-waliking jaman ora kisinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 15 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahanan kang ana iki ora suwe mesthi ngalami owah gingsir, mula aja lali marang sapadha-padhaning tumitah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 16 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing sapa seneng ngrusak katentremaning liyan bakal dibendhu dening Pangeran lan diwelehake dening tumindake dhewe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 17 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wataking manungsa iku kepingin kuwasa, nanging Pangeran iku bakal maringake panguwasa miturut kersane Pangeran pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 18 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janma iku tan kena kinaya ngapa, mula sira aja seneng ngaku lan rumangsa pinter dhewe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 19 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rame ing gawe sepi ing pamrih, memayu hayuning bawana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 20 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manungsa saderma nglakoni, kadya wayang saupamane. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 21 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulat sarira, tansah eling lan waspada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 22 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabegja-begjane kang lali, luwih begja kang eling klawan waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 23 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing sapa salah seleh, lan melik nggendhong lali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 24 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nglurug tanpa bala, sugih ora nyimpen, sekti tanpa maguru, lan menang tanpa ngasorake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 25 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yen sira dibeciki liyan tulisen ing watu supaya ora ilang lan tansah kelingan, yen sira gawe kabecikan marang liyan tulisen ing lemah, supaya enggal ilang lan ora kelingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 26 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing seneng gawe nelangsane liyan iku ing tembe bakal kena piwales saka panggawene dhewe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 27 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamun sira mung seneng dialem bae, ing tembe ketemu bab-bab kang kurang prayoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pituduh : # 28 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wani ngalah luhur wekasane. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 29 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja seneng gawe rusaking liyan, jalaran sira bakal kena siku dhendhaning Guru Sejatinira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 30 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja sira nyacad piyandeling liyan, jalaran durung mesthi yen piyandelira iku sing bener dhewe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 31 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja lali marang kebecikan liyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 32 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja sira degsura, ngaku luwih pinter tinimbang sejene. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 33 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja rumangsa bener dhewe, jalaran ing donya iki ora ana sing bener dhewe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 34 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja wedi kangelan, jalaran urip aneng donya iku pancen angel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 35 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja gawe serik atining liyan lan aja golek mungsuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 36 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja sira mulang gething marang liyan, jalaran iku bakal nandur cecongkrahan kang ora ana uwis-uwise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewaler : # 37 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Aja ngumbar hawa napsu lan aja melik darbeking liyan, mundhak sengsara uripe.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber By Kismono&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-6912385012837969472?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/6912385012837969472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=6912385012837969472' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/6912385012837969472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/6912385012837969472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2009/01/memayu-hayuning-bawono.html' title='Memayu Hayuning Bawono'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-237416629265346528</id><published>2008-05-08T10:28:00.000+07:00</published><updated>2008-05-08T13:26:57.938+07:00</updated><title type='text'>ilmu - ilmu kejawen</title><content type='html'>ilmu - ilmu kejawen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aktivasi sadulur papat lima pancer&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bismillah.. dst Kun kata Allah, Fayakun kata Muhammad, Robbukum kata Jibroil Ya Jibroil Ya Mikail Ya Isrofil Ya Izroil Yaiku Sang Ratu Kepyok Sang Ratu Herang putih Kadulur bathin ka anak bathin kanu opat lima pancer Ya Allah aku mohon diantar kedulur bathinku ke anak bathinku yang hidup dalam satu hari satu malam Wahai dulur bathinku anak bathinku , bantulah aku............. berkat la ilaha illallah muhammadur rasulullah aku tahu asalmu 204 sambungan Hu Allah (dibaca 13x atau 75x setiap hari selama 7 hari berturut2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Meminta bantuan sedulur papat lima pancer&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kakang kawah adi arai-ari sedulur tuwa papat lima pancer sing dumunung ana ing awak ingsun jungkungana laku ingsun jabang bayine .......(sebutkan nama anda) bisa kasembadan apa sing ana ati lan pikiran ingsun yaiku....(sebutkan permintaan anda ex:bisa ketemu kalawan sira sedulur kabeh) kanti kalis ing sambekala padang panjang.... Amin...&lt;br /&gt;sebelumnya didahului dengan al fatihah bagi yang muslim, bapa kami bagi yang nasrani atau doa2 sejenis semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Tumpes IrengAjian&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ini sangat ampuh untuk menolak kejahatan orang, sehingga tidak terjadi kerusakan yang diinginkannya. Seperti menolak sanet, tenung, sihir, tujuh layar dll, dengan menyebut nama orang yang dimaksud (orang yang berbuat kejahatan) dikala membaca aji ini. Puasa nglowong 3 hari 3 malam, mulai hari Kamis Wage. Aji dibaca sekira musuh akan datang atau sudah melaksanakan kejahatannya. (mantra hub :e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ILMU PAGER&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;fungsi: pagar diri, pagar rumah maupun pagar yang lainyang perlu dipagari agar aman&lt;br /&gt;(mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Lembu Sekilan Panglimunan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aliran kejawen juga mengenal ilmu keselamatan yang tidak kalah hebatnya.Fungsinya untuk membuat serangan selalu meleset tidak mengenai tubuh(mantra hub :e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Dipaajian penangkal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ilmu sirepajian penangkal Ilmu sirep ini adalah Aji Dipa. dan dibaca didepan pintu setiap malam, ajian ini juga dapat menolak segala mara bahaya yang akan menimpa seluruh penghuni rumah.&lt;br /&gt;(mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Brajamusti&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegunaannya selain untuk memperkuat tubuh juga untuk menambah daya pukulan hingga berlipat ganda. Semua senjata tajam termasuk beberapa senjata pusaka tak akan mempan jika berhadapan dengan ajian ini. Tatacara: Hari pertama mandi keramas dengan bunga tujuh rupa, lalu mulailah berpuasa nglowong 7 hari. Setiap tengah malam membaca mantra dibawah ini. Pantangan: Dilarang memukul dengan tangan kiri( mantra hub:e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Aji Gelap Ngampar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ini sangat ampuh untuk menghadapi peperangan, sehingga cukup dengan sekali teriakan saja rnusuh sudah ketakutan dan lari tunggang-Ianggang. (mantra hub :e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Petak Ambyah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; petak ini sangat ampuh untuk menghadapi pertempuran, yaitu cukup dengan berteriak saja musuh sudah Iari pontang-panting keta(mantra hub:e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ilmu Gunting Tingkat Puncak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sangat ampuh untuk melumpuhkan lawan. Lakunya sama dengan penguasaan kebal api&lt;br /&gt;(mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Penatasan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menyimpan ilmu penatasan ini akan dapat melumpuhkan lawan tanpa perlawanan. Sebab penatasan sejenis ilmu yang dapat melumpuhkan lawan dan mematikan semua ilmu yamng dimilkilawan. (mantra hub:e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Bangau Tontong&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aji Bangu Tongtong ini sangat ampuh untuk melemahkan lawan ketika dalam persidangan perang mulut, sehingga musuh bisa dibuatnya bungkam seribu bahasa, yang pada gilirannya ia akan menang dalam persidangan itu. (mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mantra Aryo Bangah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mantra ini sangat ampuh untuk menundukkan lawan, sehingga lawan bisa menjadi tunduk patuh tidak berani melawan. Di samping itu, bilamantna mi dibaca ketika akan masuk hutan, maka seluruh binatang buas yang ada di hutan itu menjadi takut, sehingga tidak berani mengganggu&lt;br /&gt;(mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;aji singo turu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ajiku landep si singo edan,edane edan turune... turune ngangguk manut manut ngangguk suru...&lt;br /&gt;malangking sejoroning haruman ing guru... si turu edan si singo edan(mantra hub:e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cakar Nogo&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gunanya untuk mencakar nyawa atau jiwa musuh dalam perkelahian. Secara fisik luka tidak begitu parah, tetapi dalam jangka panjang akan merusak jiwa musuh yang sudah kena cakar. Dan perlu diingat, luka jiwa sangat sulit untuk disembuhkan jika dibandingkan dengan luka fisik.&lt;br /&gt;(mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ilmu Pembungkam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Versi JawaBerdasarkan pengamatan, ilmu yang bacaan amalannya didominasi ayat alquran, memberikan reaksi “keras” pada hewan, sehingga hewan itu lari atau menghindar. Sedangkan ilmu yang amalannya lebih didominasi bahasa daerah, reaksinya melemaskan hewan. Karena itu, untuk tujuan main-main dengan hewan buas, ilmu tradisional lebih cocok, sedangkan untuk tujuan keselamatan, lebih cocok ilmu hikmah. (mantra hub:e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Penunduk Pejabat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila anda seorang pegawai suatu perusahaan atau pegawai pada instansi pemerintah dan selalu kena marah atasan, maka mantra dibawah ini bila dibaca sewaktu masuk kantor, bisa menundukkan atasan anda (mantra hub:email)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Saifi Angin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bisa berjalan cepat bagaikan angin sehingga jarak jauh bisa ditempuh dalam waktu singkat. Puasa 40 hari , makannya dedaunan yang dimakan mentahan (tanpa dimasak) tanpa digarami. Minumnya air wantah (air melulu). Mulainya puasa pada hari Sabtu Kliwon, Ajian dibaca dimuka halaman rumah tepatnya dimuka pintu ketika akan bepergian (mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Sembogo Pengasihan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aji untuk para pengusaha, pemimpin, dan tokoh masyarakat agar lawan bicara selalu menyimak apa yang diucapkannya. Tatacara: Puasa ngebleng (tidak makan, minum, dan tidur) selama sehari semalam, dimulai pagi hari kamis sampai berbuka pada hari (mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SEGORO MACAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aji kawijayan Agar terlihat berwibawa, ditakuti musuh. Musuh dibentak sekali akan terkencing2 dan lemas tidak berdaya. (mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mantra Moksa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika rutin diamalkan maka perlahan-lahan tanpa disadari si pembaca akan menjadi luhur budi pekertinya. Kelak tubuhnya akan menghilang di saat mati, pertanda kesempurnaan dengan menyatunya raga dan jiwa. Tatacara: Dibaca setiap akan mandi(mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Untuk memikat Cewek&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kemudian tiup ditelapak tangan, dan ditepukan ke pundak kiri si target...klo bisa si target tidak mengetahui keberadaan kita sebelum kita menepuk pundaknya (ditepuk dari belakang biasanya). (mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Semar Nangis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan puasa untuk dapat memilki ilmu ini, harus berpuasa selama 4 hari 4 malam, kemudian dilanjutkan dengan pati geni semalam. Rapalan diatas dibaca dengan membayangkan gadis yang anda senangi. Sedangkan mantra yang dibaca sewaktu pati geni sebagai berikut (manntra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Selasih Ireng&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ilmu sangat tepat bila digunakan pada anak perempuan yang sombong / orang tuanya tidak menyukai anda. Untuk mendapatkan ilmu ini caranya sebagai berikut : a. Puasa senin akmis selama 7 senin 7 kamis. b. Pati geni selama 1 malam. Rapalan yang harus dibaca  (mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mantra Pengasihan Pandangan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Mata Mantra ini merupakan gabungan islam-kejawen sebaiknya untuk mempercepat keberhasilan anda puasa 1 hari terlebih dahulu (lebih baik saat hari weton kelahiran anda), lalu anda rapal (sebaiknya anda hafalkan jangan membaca dari text). Saat bertemu / bertatapan pandang baca mantra diatas (bisa dalam hati). MANTRA PENGASIHAN PANDANGAN MATA&lt;br /&gt;(mantra hub:e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Setan Kober&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ajian ini jika keampuhannya dengan ajian pemikat wanita lainnya tidak kalah ampuh. Wanita yang terkena ajian ini cintanya sangat menggebu-gebu sehingga orang bilang seperti orang gila. Dan konon yang terkena ajian ini akan sulit disembuhkan. Puasa mutih 7 hari 7 malam, patigeni sehari semalam, mulai puasa pada hari Senin Kliwon, ajian dibaca tiap malam ketika akan tidur&lt;br /&gt;(mantra hub: e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aji Jaran Goyang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; ajian yang ampuh untuk memikat hati wanita bagi seorang jejaka yang ingin mempersuntingkan seorang wanita. Dengan dibacakan aji ini dengan membayangkan wajah wanita yang dimaksud, maka wanita tensebut akan jatuh cinta dengan cinta yang menggebu-gebu." Puasa mutih 7 hari 7 malam dan pati geni sehari semalam, mulai puasa pada hari Jumat Pahing. Aji dibaca tiap malam ketika akan berangkat tidur(mantra hub :e-mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;                                   PERHATIAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;+Segala sesuatu dan konsekwensi ditanggung sendiri&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;+Dan segala resiko dan karma ditanggung oleh pribadi masing-masing&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;+Mohon segala ritual yang dilaksanakan  harus di dampingi orang yang              &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;          mumpuni atau paham dalam dunia spiritual &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; +Segala sesuatu kesalahan ritual atau kecelakaan dalam ritual             BukanTanggung jawab kami&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-237416629265346528?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/237416629265346528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=237416629265346528' title='30 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/237416629265346528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/237416629265346528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2008/05/ilmu-ilmu-kejawen.html' title='ilmu - ilmu kejawen'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-2147719597042413482</id><published>2008-05-08T09:39:00.000+07:00</published><updated>2008-05-08T10:20:25.429+07:00</updated><title type='text'>macam - macam puasa khas kejawen</title><content type='html'>&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;em&gt;Macam-macam Puasa khas Kejawen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Mutih &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Dalam puasa mutih ini seseorang tdk boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tdk boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air puih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : “niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti al&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ngeruh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran / buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ngebleng&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menje&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pati geni&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra puasa patigeni : “niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ngelowong&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Ngrowot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt; &lt;/span&gt;Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nganyep&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih , perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ngidang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan. lang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ngepel&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ngasrep&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Senin-kamis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Wungon&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tapa Jejeg&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Tidak duduk selama 12 jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;em&gt;Lelono&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Kungkum&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Tatacara tapa Kungkum adalah sebagai beikut : a) Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembar-pun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air se tinggi leher. b) Biasanya dilakukan dipertemuan dua buah sungai c) Menghadap melawan arus air d) Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai e) Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana f) Dilaksanakan mulai jam 12 malam (terkadang boleh dari jam 10 keatas) dan dilakukan lebih dari tiga jam (walau ada juga yang memperbolehkan pengikutnya kungkum hanya 15 menit). g) Tidak boleh tertidur selama Kungkum h) Tidak boleh banyak bergerak i) Sebelum masuk ke sungai disarankan untuk melakukan ritual pembersihan (mandi dulu) j) Pada saat akan masuk air baca mantra ini : “ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.” k) Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada l) Nafas teratur m) Kungkum dilakukan selama 7 malam biasanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ngalong&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapa ini juga begitu unik. Tapa ini dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. &lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ngeluwang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah gentayangan, jin dlsb). Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini : “ Niat ingsun Ngelowong, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu maang jiwa insun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta'ala"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;Bathara Semar&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-2147719597042413482?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/2147719597042413482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=2147719597042413482' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/2147719597042413482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/2147719597042413482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2008/05/macam-macam-puasa-khas-kejawen.html' title='macam - macam puasa khas kejawen'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-2670263063907515367</id><published>2008-05-08T08:40:00.000+07:00</published><updated>2008-05-09T14:15:38.730+07:00</updated><title type='text'>jejak - jejak kerajaan mataram</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_4BiLGe20wXY/SCP5rlNFVOI/AAAAAAAAAAU/IBWZDNFMxSY/s1600-h/Copy+of+clip_image001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198272922032362722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_4BiLGe20wXY/SCP5rlNFVOI/AAAAAAAAAAU/IBWZDNFMxSY/s320/Copy+of+clip_image001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;Situs Makam Ki Ageng&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;Ngiring&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;GiringMakam Ki Ageng Giring III merupakan makam pepunden Mataram yang diyakini oleh sementara masyarakat sebagai penerima wahyu Karaton Mataram. Makam kuna itu terletak di Desa Sada, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, atau sekitar 6 kilometer ke arah barat daya dari kota Wanasari.&lt;br /&gt;Menurut Mas Ngabehi Surakso Fajarudin yang menjabat jurukunci makam Giring, disebutkan bahwa Ki Ageng Giring adalah salah seorang keturunan Brawijaya IV dari Retna Mundri, yang hidup pada abad XVI.&lt;br /&gt;Dari perkimpoiannya dengan Nyi Talang Warih melahirkan dua orang anak, yaitu Rara Lembayung dan Ki Ageng Wanakusuma yang nantinya menjadi Ki Ageng Giring IV.Pencarian wahyu Keraton Mataram itu konon atas petunjuk Sunan Kalijaga kepada Ki Ageng Giring dan Ki Ageng PemanahSitus Makam Ki Ageng GiringMakam Ki Ageng Giring III merupakan makam pepunden Mataram yang diyakini oleh sementara masyarakat sebagai penerima wahyu Karaton Mataram. Makam kuna itu terletak di Desa Sada, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, atau sekitar 6 kilometer ke arah barat daya dari kota Wanasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mas Ngabehi Surakso Fajarudin yang menjabat jurukunci makam Giring, disebutkan bahwa Ki Ageng Giring adalah salah seorang keturunan Brawijaya IV dari Retna Mundri, yang hidup pada abad XVI. Dari perkimpoiannya dengan Nyi Talang Warih melahirkan dua orang anak, yaitu Rara Lembayung dan Ki Ageng Wanakusuma yang nantinya menjadi Ki Ageng Giring IV.Pencarian wahyu Keraton Mataram itu konon atas petunjuk Sunan Kalijaga kepada Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Ageng Giring disuruh menanam sepet (sabut kelapa kering), yang kemudian tumbuh menjadi pohon kelapa yang menghasilkan degan (buah kelapa muda). Sedangkan Ki Ageng Pemanahan melakukan tirakat di Kembang Semampir (Kembang Lampir), Panggang, Gunung Kidul.Menurut wisik 'bisikan gaib' yang didapat, air degan milik Ki Ageng Giring itu harus diminum saendhegan (sekaligus habis) agar kelak dapat menurunkan raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya Ki Ageng Giring berjalan-jalan ke ladang terlebih dulu agar kehausan sehingga dengan demikian ia bisa menghabiskan air degan tersebut dengan sekali minum (saendhegan). Namun sayang, ketika Ki Ageng Giring sedang di ladang, Ki Ageng Pemanahan yang baru pulang dari bertapa di Kembang Lampir singgah di rumahnya, dalam keadaan haus ia meminum air kelapa muda itu sampai habis dengan sekali minum.Betapa kecewa dan masygulnya perasaan Ki Ageng Giring melihat kenyataan itu sehingga dia hanya bisa pasrah, namun ia menyampaikan maksud kepada Ki Ageng Pemanahan agar salah seorang anak turunnya kelak bisa turut menjadi raja di Mataram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari musyawarah diperoleh kesepakatan bahwa keturunan Ki Ageng Giring akan diberi kesempatan menjadi raja tanah Jawa pada keturunan yang ke tujuh.Versi lain menyebutkan bahwa Ki Ageng Giring ketika tirakat memperoleh Wahyu Mataram di Kali Gowang. Istilah gowang konon berasal dari suasana batin yang kecewa (gowang) karena gagal meminum air degan oleh karena telah kedahuluan Ki Ageng Pemanahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut mengisyaratkan bahwa kesempatan menjadi raja Mataram pupus sudah, tinggal harapan panjang yang barangkali bisa dinikmati pada generasi ke tujuh.Hal itu berarti setelah keturunan Ki Ageng Pemanahan yang ke-6, atau menginjak yang ke-7, ada kemungkinan bagi keturunan Ki Ageng Giring untuk menjadi raja. Apakah Pangeran Puger menjadi raja setelah 6 keturunan dari Pemanahan ? Kita an.&lt;br /&gt;Ki Ageng Giring disuruh menanam sepet (sabut kelapa kering), yang kemudian tumbuh menjadi pohon kelapa yang menghasilkan degan (buah kelapa muda). Sedangkan Ki Ageng Pemanahan melakukan tirakat di Kembang Semampir (Kembang Lampir), Panggang, Gunung Kidul.Menurut wisik 'bisikan gaib' yang didapat, air degan milik Ki Ageng Giring itu harus diminum saendhegan (sekaligus habis) agar kelak dapat menurunkan raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya Ki Ageng Giring berjalan-jalan ke ladang terlebih dulu agar kehausan sehingga dengan demikian ia bisa menghabiskan air degan tersebut dengan sekali minum (saendhegan). Namun sayang, ketika Ki Ageng Giring sedang di ladang, Ki Ageng Pemanahan yang baru pulang dari bertapa di Kembang Lampir singgah di rumahnya, dalam keadaan haus ia meminum air kelapa muda itu sampai habis dengan sekali minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kecewa dan masygulnya perasaan Ki Ageng Giring melihat kenyataan itu sehingga dia hanya bisa pasrah, namun ia menyampaikan maksud kepada Ki Ageng Pemanahan agar salah seorang anak turunnya kelak bisa turut menjadi raja di Mataram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari musyawarah diperoleh kesepakatan bahwa keturunan Ki Ageng Giring akan diberi kesempatan menjadi raja tanah Jawa pada keturunan yang ke tujuh.Versi lain menyebutkan bahwa Ki Ageng Giring ketika tirakat memperoleh Wahyu Mataram di Kali Gowang. Istilah gowang konon berasal dari suasana batin yang kecewa (gowang) karena gagal meminum air degan oleh karena telah kedahuluan Ki Ageng Pemanahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut mengisyaratkan bahwa kesempatan menjadi raja Mataram pupus sudah, tinggal harapan panjang yang barangkali bisa dinikmati pada generasi ke tujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu berarti setelah keturunan Ki Ageng Pemanahan yang ke-6, atau menginjak yang ke-7, ada kemungkinan bagi keturunan Ki Ageng Giring untuk menjadi raja. Apakah Pangeran Puger menjadi raja setelah 6 keturunan dari Pemanahan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat silsilah di bawah ini&lt;br /&gt;.Puger menjadi raja Mataram setelah mengalahkan Amangkurat III. Jika angka 6 dianggap perhitungan kurang wajar, yang wajar adalah 7, maka dapat dihitung Raden Mas Martapura yang bertahta sekejap sebelum tahtanya diserahkan ke Raden Mas Rangsang (Sultan Agung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pergantian keluarga berlangsung setelah 7 raja keturunan Ki Ageng Pemanahan.Bukti bahwa Puger memang keturunan Giring dapat dilihat dalam Babad Nitik Sultan Agung. Babad ini menceritakan bahwa pada suatu ketika parameswari Amangkurat I, Ratu Labuhan, melahirkan seorang bayi yang cacat. Bersamaan dengan itu isteri Pangeran Arya Wiramanggala, keturunan Kajoran, yang merupakan keturunan Giring, melahirkan seorang bayi yang sehat dan tampan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amangkurat mengenal Panembahan Kajoran sebagai seorang pendeta yang sakti dan dapat menyembuhkan orang sakit. Oleh karena itu puteranya yang cacat dibawa ke Kajoran untuk dimintakan penyembuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajoran merasa bahwa inilah kesempatan yang baik untuk merajakan keturunannya. Dengan cerdiknya bayi anak Wiramanggala-lah yang dikembalikan ke Amangkurat I (ditukar) dengan menyatakan bahwa upaya penyembuhannya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ditakdirkan bahwa Amangkurat III, putera pengganti Amangkuat II berwatak dan bernasib jelek Terbukalah jalan bagi Pangran Puger untuk merebut tahta. Sumber lain menceritakan silsilah Puger sebagai berikut:Dengan demikian, benarlah bahwa pada urutan keturunan yang ke-7 keturunan Ki Ageng Giring-lah yang menjadi raja, meskipun silsilah itu diambil dari garis perempuan. Namun ini cukup menjadi dalih bahwa Puger alias Paku Buwana I adalah raja yang berdarah Giring &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;kompleks makam Ki Ageng Giring IIIdi Desa Sada, Paliyan, Gunung Kidul.Makam ini selalu ramai dikunjungi peziarah pada malam Jumat,khususnya malam Jumat Kliwon.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-2670263063907515367?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/2670263063907515367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=2670263063907515367' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/2670263063907515367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/2670263063907515367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2008/05/jejak-jejak-kerajaan-matarm.html' title='jejak - jejak kerajaan mataram'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_4BiLGe20wXY/SCP5rlNFVOI/AAAAAAAAAAU/IBWZDNFMxSY/s72-c/Copy+of+clip_image001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-5770606695586123080</id><published>2008-05-08T07:47:00.000+07:00</published><updated>2008-05-08T08:36:22.899+07:00</updated><title type='text'>ramalan  joyoboyo</title><content type='html'>&lt;a title="Permanent Link: Ramalan Jayabaya I" href="http://bestfuture.wordpress.com/2007/05/24/ramalan-jayabaya/"&gt;Ramalan Jayabaya I&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Joyoboyo" href="http://bestfuture.files.wordpress.com/2007/05/jayaoboyo.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini mencoba mengenalkan tentang salah satu karya agung bangsa kita (local genius) Prabu Jayabaya, Raja   Kediri thn-1135 M dalam “Serat Jangka Jayabaya” yang mampu memprediksi kejadian-kejadian jauh melampaui jamannya . Disebut Jangka karena seperti alat jangka yang mampu menarik /mengukur jarak secara tepat , maksudnya waktunya. Tidak hanya bersifat ramalan, tetapi akurat.  Untuk menterjemahkan dan menafsirkan Serat ini, perlu perenungan akan filosofi kehidupan dan  seperti alam pemikiran orang Jawa dahulu yang sarat akan spritualisme. Terlepas dari percaya tidak percaya,suka tidak suka  mengenai ramalan, setidaknya tulisan ini semoga bisa menambah wacana kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETIKAN SERAT JANGKA JAYA BAYA SEBAGAI BERIKUT : (Petikan ini saya terjemahkan menurut bahasa yg sy ketahui, dan ditafsirkan sesuai perenungan saya dan masukan dari para pinisepuh tanah Jawi)Mbesuk jen wis ana kreta mlaku tanpa turanggaTanah Djawa kaluPrahu mlaku ing a duwur awang2.Kali pada ilang kedunge, iku tanda yen jaman Jayabaya wis cedak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan dalam Bahasa Indonesia :&lt;br /&gt;Besok jika ada kereta berjalan tanpa kuda ( tafsir= Mobil, kereta api)&lt;br /&gt;Tanah Jawa berkalung besi ( tafsir= Rel Kereta api)&lt;br /&gt;Perahu terbang diatas angkasa ( tafsir= pesawat terbang , pswt luar angkasa)&lt;br /&gt;Sungai pada hilang danaunya / sumbernya (tafsir = sungai buatan)&lt;br /&gt;Itulah  pertanda jaman Jayabaya sudah dekat&lt;br /&gt;Akeh janji ora ditepati. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dewe, Manungso pada seneng nyalah , tan ngendah-ake hukum Allah&lt;br /&gt;Banyak janji tidak ditepati&lt;br /&gt;Banyak orang melanggar sumpahnya sendiri&lt;br /&gt;Manusia senang berbuat salah, tidak mengindahkan hukum Tuhan.&lt;br /&gt;Barang jahat diangkat-angkat , barang suci dibenciHukuman ratu ora adil, akeh pangkat sing jahat lan jajil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang jahat diagungkan , sesuatu yang suci/baik dibenci&lt;br /&gt;Hukuman penguasa tidak adil, banyak yang jahat dan jahiliyah.&lt;br /&gt;Kelakuan pada ganjil, wong sing apik kepencil. Makarya apik, luwih becik ngapusi. Wong agung kesinggung, wong ala kepuja-puja&lt;br /&gt;Kelakuan orang pada aneh, Orang berbuat baik terkucilkan&lt;br /&gt;Berbuat baik malah merasa malu, lebih baik berbohong&lt;br /&gt; Orang Besar tersinggung, orang jahat dipuja-puja/ dihormati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong wadon ilang wanitane ilang wirange.Wong lanang ilang lanange,priya ilang prawirane&lt;br /&gt;Wanita hilang kewanitaanya, hilang malunya&lt;br /&gt;Laki-laki hilang kelaki-lakianya, hilang keberaniannya ( dlm arti harafiah = banci, homo, maupun perlambang laki2 tidak jantan, pengecut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akeh udan salah mangsa, akeh perawan tua, akeh randameteng, akeh bayi takon bapaAgama akeh kang nantang, kamanungsan saya ilang.&lt;br /&gt;Banyak Hujan tidak tepat /sesuai musimnya&lt;br /&gt;Banyak perawan tua (tfsr = selain byk perawan tua, jg banyak wanita yang kawin usia tua)&lt;br /&gt;Banyak janda hamil  (tafsir = janda hamil tanpa suami) ngan wesi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak bayi bertanya siapa bapaknya ( tfs= hamil diluar nikah)&lt;br /&gt;Agama banyak ditentang, Rasa kemanusiaan makin hilang&lt;br /&gt;Olah suci pada dibenci , olah ala pada dipujaWanadya pada wani ngendi-ngendi&lt;br /&gt;Olah Kebaikan dibenci, Olah kejelekan di puja&lt;br /&gt;Wanita pada berani dimana-mana , (maksudnya sama pria)&lt;br /&gt;Sing Weruh ketuduh, sing ora ya ketuduh&lt;br /&gt;Yang tahu (bener atau salah) tertuduh , yang tidak tahu juga (tafsiran= orang cari kambing hitam)&lt;br /&gt;Mbesuk yen ana prang saka wetan, kulon, lor lan wong cilik saya sengsara lan mbendul, Wong jahat mlarat brekat&lt;br /&gt;Besok jika ada perang di Timur , Barat, Utara,Selatan, (=berbagai belahan dunia/negara) rakyat kecil semakin sengsara dan menderita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jahat miskin Berkat&lt;br /&gt;Sing Curang makin garang ,sing jujur kojur, wong dagang keplanggang&lt;br /&gt;Yang curang berani, yang jujur hancur, orang berdagang kepalsuan.&lt;br /&gt;Judi pada dadi, akeh barang haram, akeh anak haram, prawan cilik nyidamWanita nglanggar priya, isih bayi pada bayi&lt;br /&gt;Judi semakin menjadi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak haram, banyak gadis kecil yang hamil&lt;br /&gt;Wanita berani sama laki-lakinya, Masih kecil (anak2) sudah punya anak&lt;br /&gt;Sing Priya pada ngasorake drajade deweBumi saya suwe saya mengkeretSekilan bumi dipajegiJaran doran sambelKretane roda papat satugel&lt;br /&gt;Yang laki-laki merendahkan derajatnya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi semakin menyusut /mengecil ( Tafsir =&gt; dunia semakin tak ada batasan ruang dan waktu berkat teknologi modern spt : transpotasi, komunikasi )&lt;br /&gt;Setiap jengkal tanah dipajak ( =&gt; apa2 sekarang dipajakin)&lt;br /&gt;Kuda doyan sambal (tafsir =&gt; tukang becak ,ojek kan doyan sambel) Kereta beroda empat terpotong ( tafsir =&gt; roda kereta api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong wadon nganggo pakean lanangIku tandane yen bakal nemoni wolak-waliking jaman Akeh manungsa ngutamakake real, lali kemanungsanLali kebecikan, lali sanak kadangAkeh biyung lali anak,akeh anak nlandung biyunge&lt;br /&gt;Perempuan berpakaian laki-laki ( =&gt; bukankah skrg udah ngetren cewek pake pakaian cowok,celana panjang dsb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pertanda akan menemui jaman yang serba terbalik ( =&gt; byk salah kejadian)&lt;br /&gt;Banyak manusia mengutamakan harta, lupa rasa kemanusiaan&lt;br /&gt;Banyak ibu melupakan anak, banyak anak berani sama ibunya ( =&gt; contohnya skrg byk artis2 yg melupakan anak, jg  Anak yang berani ama orang tuanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara sumber: Best future worpree.com/…/ Ramalan Joya boyo&lt;br /&gt;                           Http.nurahmad.wordprees.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-5770606695586123080?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/5770606695586123080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=5770606695586123080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/5770606695586123080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/5770606695586123080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2008/05/ramalan-joyoboyo.html' title='ramalan  joyoboyo'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-7659266662609674926</id><published>2008-05-06T13:12:00.000+07:00</published><updated>2008-05-06T13:40:22.163+07:00</updated><title type='text'>konsep spiritual kaki semar</title><content type='html'>Konsep Spritual Kaki Semar &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I. Gusti Kang Murbeng Dumadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarkat Jawa sudah mengenal suatu kekuatan yang maha dengan Nama Gusti Kang Murbeng Dumadi jauh sebelum agama masuk ke tanah Jawa dan sampai ke tradisi saat ini yang dikenal dengan Kejawen yang merupakan “Tatanan Paugeraning Urip” atau Tatanan berdasarkan dengan Budi Perkerti Luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan dalam masyarakat mengenai konsep Ketuhanan adalah berdasarkan sesuatu yang Riil atau “Kesunyatan” yang kemudian di realisasikan dalam peri kehidupan sehari hari dan aturan positip agar masyarakat Jawa dapat hidup dengan baik dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal yang mendasari Masyarakat Jawa mengenai Konsep Ketuhanan yaitu :&lt;br /&gt;1. Kita Bisa Hidup karena ada yang meghidupkan, yang memberi hidup dan menghidupkan kita adalah Gusti Kang Murbeng Dumadi atau Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hendaknya dalam hidup ini kita berpegang pada “Rasa” yaitu dikenal dengan “Tepo seliro” artinya bila kita meraa sakit di cubit maka hendaklah jangan mencubit orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam kehidupan ini jangan suka memaksakan kehendak kepada orang lain “Ojo Seneng Mekso” seperti apa bila kita memiliki suatupakaian yang sangat cocok dengan kita, belum tentu baju itu akan sangat cocok dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Sang Murbeng Dumadi, Kaki Semar mengatakan “Gusti Kang Murbeng Dumadi ing ngendi papan tetep siji, amergane thukule kepercayaan lan agomo soko kahanan,jaman,bongso lan budoyo kang bedo-bedo. Kang Murbeng Dumadi iso maujud opo wae ananging mewujudan iku dede Gusti Kang Murbeng Dumadi” atau dengan kata lain “ Tuhan Yang Maha Esa itu di sembah di junjung oleh semua manusia tanpa kecuali.oelh semua agama dan kepercayaan.Sejatinya Tuhan Yang Maha Esa itu Satu dan tak ada yang Lain. Yang membedakanya hanya cara menyembaah dan memujanya dimana hal tersebut terjadi karena munculnya agama dan kebudayaan dari jaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki Semar memberikan piwulangnya mengenai konsep dasar penghayatan Mahluk Kepada Khaliknya yaitu Manusia harus mengehathui Tujuh Sifat Kang Murbeng Dumadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tuhan Itu Satu , Esa dan tak ada yang lain, dalam bahasa jawa di sebut “ Gusti Kang Murbeng Dumadi”&lt;br /&gt;2. Tuhan itu bisa mewujud apa saja , tetapi pewujudan itu bukanlah Tuhan.”Ananging wewujudan iku dede Gusti “ yang artinya “ yang berwujud itu adalah Karya Allah.&lt;br /&gt;3. Tuhan Itu ada dimana-mana.”Dadi Ojo Salah Panopo,Mulo nang ngendi papan uga ono Gusti “ maksudnya walau Tuhan ada dimana mana, Tuhan satu juga “Nang awakm ugo ono Gusti” maksudnya manusia itu dalam lingkupan Tuhan secara jiwa dan raga.Tuhan ada dalam dirinya tetapi manusia tak merasakanya dengan panca indra, hanya dapat di rasakan dengan “Roso” bahwa dia ada.”Ananging ojo sepisan pisan awakmu ngaku-aku Gusti”maksudnya manusia harus sadar jiwa dan raga ini hanyalah Karya Allah, walaupun DIA ada dalam Manusia tetapi jangan sekali kali manusia mengaku DIA.&lt;br /&gt;4. Tuhan Itu Langgeng, Tuhan Itu Abadi.dari masal dahulu, sekarang, esok dan sampai seterusnya Tuhan, Gusti Kang Murbeng Dumadi tetaplah Tuhan dan tak akan berubah.&lt;br /&gt;5. Tuhan Itu tidak Tidur “ Gusti Kang Murbeng Dumadi ora nyare” maksudnya Tuhan itu mengetahui segalanya dan semuanya, tak ada satupun kata hilaf dan lalai.&lt;br /&gt;6. Tuhan itu Maha Pengasih, Tuhan Itu Maha Penyayang.maksudnya Tuhan itu maha adil tak membeda bedakan kepada mahluknya, siapa yang berusaha dia yang akan mendapatkan.&lt;br /&gt;7. Tuhan Itu Esa dan Maha Kuasa, apa yang di putuskannya tak ada yang dapat menolaknya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyadari hal tersebut manusia di harapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Manungso urip ngunduh wohe pakertine dhewe dhewe” maksudnya manusia kaa menerima paa yang dia tanam, bila baik yang di tanam, maka yang baiklah akan dia terima.&lt;br /&gt;2. Manusia hidup pada saat ini adalah hasil / proses dari hidup sebelumnya.atau”manungso urip tumimbal soko biyen,nek percoyo marang tumimbal” ada petuah yang mengatakan “ Apabila kamu hendak melihat hidupmu kelak, maka lihat lah hidupmu sekarang, bila hendak melihat hidupmu yang lalu, maka lihatlah hidupmu sekarang”&lt;br /&gt;3. “Manungso urip nggowo apese dhewe dhewe” maksudnya agar kita menghilangkan sifat iri,dengki,tamak, sombong sebab saat mati tak ada sifat duniawi tersebut dibawa dan mengntungkan kita.&lt;br /&gt;4. Manusia tak akan mengerti Rahasia Tuhan, “Ati lan pikiran manungso ora bakal iso mangerteni kabeh rencananing Gusti Kang Murbeng Dumadi:”maka Manusia hiduplah “sak madyo” dan tak perlu “nggege mongso”.ada petuha mengatakan “ Hiduplah dengan usaha, tapi janganlah dengan harapan, karena bila gagal maka yang merasakan diri kita juga” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam hal ini Kaki semar menganjurkan Manusia memohon dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Esa dengan”Eling lan Percoyo,Sumarah lan seumeleh lan mituhu” kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sumarah : Berserah, Pasrah, Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan sumarah ,manusia di harapkan percaya dan yakin akan kasih saying dan kekuasaan Gusti Kang Murbeng Dumadi, Bhawa DIA lah yang mengatur dan aka memebrikan kebaikan dalam kehidupan kita. Keyakinan bahwa apabila kita menghadapai gelombang kehidupan maka Allah akan memebrikan jalan keluar yang terbaik bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sumeleh : artinya Patuh dan Bersandar kepada Allah Yang Maha Esa . Manusia sebagai hamba hanya lah berusaha dan keberhasilannya tergantung Kuasa Tuhan yang maha Esa, maka dengan sumeleh ni manusia di harapkan tak mudah putus asa dan teguh dalam usahanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mituhu : artinya patuh taat dan disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Tatanan Paugeraning Urip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petuah Kaki semar menenai Tatanan Paugeraning Urip bagi manusia dalam mengisi Kehidupanya di alam fana ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Eling Lan Bektimarang Gusti Kang Murbeng Dumadi : maksudnya Manusia yang sadar akan dirinya akan selalu mengingat dan memuja Tuhan Yang Maha Esa.dimana Allah yang Esa telah membrikan kesepantan bagi manusia untuk hidup dan berkarya di alam yang Indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Percoyo lan Bekti Marang Utusane Gusti”: maksudnya Manusia sudah seharusnya menghormati dan mengikuti ajaran para Utusan Allah sesuai dengan ajarannya masing masing, dimana semua konsep para Utusan Allah tersebut adalah menganjurkan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Setyo marang Khalifatullah utowo Penggede Negoto”: maksudnya sebaia manusia yang tingal di suatu wilayah,maka adalah wajar dan wajib untuk menghormati dan mengikuti semua peraturan yang di keluarka pemimpinnya yang baik dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. “Bekti marang Bhumi Nusontoro” maksudnya sebagai manusia yang tinggal dan hidup di bumi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nusantara ini wajib dan wajar unuk merawat dan memperlaukan bumi ini dengan baik, dimana bumi ini telah memberikan kemakmuran bagi penduduk yang mendiaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. “Bekti Marang Wong Tuwo” : maksudnya Manusia ini tidak dengan semerta merta ada di dunia ini, tetapi melalui perantara Ibu dan Bapaknya, maka hormatilah,mulyakanlah orang tua yang telah merawat kita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. “Bekti Marang sedulur Tuwo” : Maksudnya adalah menghormati saudara yang lebih tua dan lebih mengerti dari pada kita, baik dlama umur,pengetahuan maupun kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. “Tresno marang kabeh kawulo Mudo” : maksudnya menyayangi kawulo yang lebih muda, memberikan bimbingan dan menularkan pengalaman dan pengetahuan kepada yang muda, dengan harapan yang muda ini akan dapat menjadi generasi pengganti yang tangguh dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. “Tresno marang sepepadaning manungso” : maksudnya semua manusia itu sama, hanya membedakan warna kulit dan dan budaya saja. Maka hormatila sesame manusia dimana mereka memiliki harka dan martabat yang sama dengan manusia lainya.&lt;br /&gt;9. “Tresno marang sepepadaning Urip” : maksudnya semua yang di ciptakan Allah adalah mahluk yang ada karena kehendak Allah yang Kuasa.memiliki fungsi masing masing.dengan menghormati semua ciptaan Allah maka kita telah menghargai dan menghormati kepada PENCIPTANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. “Hormat marang kabeh agomo “ : maksudnya hormatilah semua agama atau aliran dan para penganutnya.&lt;br /&gt;11. “Percoyo marang Hukum Alam” : maksudnya selain Allah menurunkan kehidupan,Allah juga menurunkan Hukum Alam dan menjadi hokum sebab akibat, siapa yang menanam maka dia yang menuai, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. “Percoyo marang kepribaden dhewe tan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;owah gingsir” : maksudnya manusia ini rapuh dan hatinya berubah ubah, maka hendaklah menyadarinya dan dapat menepatkan diri di hadapan Allah, agar selalu mendapat lindungan dan rahmat Nya dalam menjalani Hiudp dan kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatanan Paugeraning Urip yang 12 di atas di ringkas menjadi tiga konsep:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hubungan Manusia dengan Allah/Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;2. Hubungan Manusia dengan sesama Manusia&lt;br /&gt;3. Hubungan Manusia dengan Alam Semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua tatanan di tersebut di atas adalah kaitannya dengan konsep “tatanan Menembah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sangkan Paraning Dumadi : yaitu Sangkaning Dumadi dan Paraning Dumadi dimana maksudnya adalah agar manusia mengetahui dari mana dia berasal dan mau kemana dia akan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manunggaling Kawulo lan Gusti : yaitu manunggaling kawulo dengan Gusti adalah dengan melakukan smeua perintahnya, melakukan dan menuruti peraturan peraturan yang di perintakan dengan sbeaik baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kasedan Jati : yaitu dimana posisi kesadaran manusia sampai kepada tataran sangat menyadari dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah melakukan atau menjalani kehidupan yang di sebutkan di atas sehingga semua telah menuruti kehendak Allah Tuhan Yang Maha Esa. Dengan istilah “Hidup sekali dan mati pun sekali “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Tuntunan Sikap terhadap Paugeraning Urip &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki Semar menuntunkan sikap terhadapt Paugeraning Urip adalah dengan Kata sesanti atau Petuah “OJO DUMEH,ELING LAN WASPODO”karena :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Ojo dumeh, Eling lan waspodo” adalah bekal manusia menghadapi ujian dan perjuangan hidup dan menjadi senjata ampuh untuk menjadi kesatria utama dalam menaklukan dirinyasendiri dan mewujudkan “Roso setyo lan mituhu dumateng Gusti” serta untuk “ Hamemayu Hayuning Bawono”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Ojo dumeh, Eling lan Waspodo” adalah sebagai penyeimbang, sehingga pada kondisi maupun situasi apapun manusia akan selamat”Rahayu”, tidak mudah panic dalam setiap pemecahan masalah yang di hadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “ojo dumeh, Eling lan Waspodo”sebagai sarana pencegahan terhadap kecerobohan dan kelalaian yang sering manusia lakukan, karena telah menyadari dan memahami serta mentaati semua kaidah Agama, Budi pekerti, maupun aturan aturan manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OJO DUMEH yang maksudnya “Jangan Mentang Mentang” adalah suatuperingatan agar manusia tidak larut dengan pa ayang di miliki atau di jalaninya, sehingga cendrung menjalani keputusan hidup yang negatip seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mentang mentang kaya, maka kita menjadi sombong dan merasa semua dapat di beli dengan uang,&lt;br /&gt;2. Mentang menatng Miskin, maka kita menjadi putus asa dan mengakibatkan kita mengumpat sana sini kepada yang kaya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang “mentang mentang” maka suatau saat akan menjadi sebagaimana dalma pribahasa Jawa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sopo sing Dumeh bakal keweleh&lt;br /&gt;2. Sopo sing adigang bakal keplanggrang&lt;br /&gt;3. Sopo sing Adigung bakal kecemplung&lt;br /&gt;4. Sopo sing Adiguno bakal ciloko&lt;br /&gt;5. Sopo sing Becik bakal ketitik&lt;br /&gt;6. Sopo sing salah bakal seleh&lt;br /&gt;7. Sopo sing Temen bakal Tinemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan “Ojo Dumeh,Eling lan Waspodo”, maka dalam bahasa Jawa disebutkan ..&lt;br /&gt;1. Ono Luwih,Luwih soko Ono&lt;br /&gt;2. Kang Kebak,Luwih dening kebak&lt;br /&gt;3. Kang suwung,Luwih dening Suwung&lt;br /&gt;4. Kang Pinter, Luwih dening Pinter&lt;br /&gt;5. Kang Sugih, Luwih dening Sugih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-7659266662609674926?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/7659266662609674926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=7659266662609674926' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7659266662609674926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/7659266662609674926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2008/05/konsep-spiritual-kaki-semar.html' title='konsep spiritual kaki semar'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6229052160617371408.post-4447291371293530138</id><published>2008-03-06T11:34:00.000+07:00</published><updated>2008-03-06T11:35:21.758+07:00</updated><title type='text'>WONG JOGJA</title><content type='html'>Jogja gitu lho&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229052160617371408-4447291371293530138?l=offijogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://offijogja.blogspot.com/feeds/4447291371293530138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6229052160617371408&amp;postID=4447291371293530138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/4447291371293530138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6229052160617371408/posts/default/4447291371293530138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://offijogja.blogspot.com/2008/03/wong-jogja.html' title='WONG JOGJA'/><author><name>johanes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12270544217847704877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
